Gelar Seminar Internasional Biologi Perkenalkan Topik Penelitian Dunia

Kamis (04/05), di Aula FMIPA Jurusan Biologi FMIPA UNTAD melaksanakan Seminar Sasional dengan mengusung tema “Ecology And Taxonomy Of Sulawesi Aquatic Invertebrates”. Kegiatan yang dihadiri sebagian besar mahasiwa FMIPA tersebut, menghadirkan Dr Thomas Von Rintelen dari Museum For Naturkunde, Berlin, Dr Ir Daisy Wowor MSc dan Ir Ristiyanti Marsetiyowati Marwoto MSi dari Laboratorium Zoologi LIPI, Bogor, serta Werner Klotz dari University Hospital Innsbruck, Austria.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Akademik FMIPA, Prof Dr Ramadhanil Pitopang MSi,  mengatakan bahwa seminar internasional tersebut merupakan bentuk partisipasi Jurusan Biologi bagi dunia pendidikan dan sebagai sarana memperkenalkan budaya lokal Sulawesi.

“Saya pikir seminar ini merupakan bentuk partisipasi bagi dunia pendidikan. Selain itu, juga untuk memperkenalkan budaya lokal karena seminar ini dibuka dengan tarian tradisional dari Sulawesi Tengah dan yang kedua juga lagu tradisional Indonesia,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Ramadhanil juga mengungkapkan rasa terima kasih  dan selamat datang kepada para pemateri yang telah datang jauh-jauh untuk berbagi pengetahuan kepada mahasiswa Untad, terutama mahasiwa Biologi. “Terimakasi kepada pemateri yang telah berpartisipasi dalam seminar ini dan selamat datang di kampus Tadulako, dalam seminar “taxonomy and ecology of sulawesi aquatic invertebrates”, yang pertama di FMIPA,” ucapnya.

Masih dalam sambutannya, tak lupa Ramadhanil memperkenalkan Fakultas MIPA terkhusus Jurusan Biologi kepada para pemateri yang berasal dari berbagai negara tersebut. “Di seminar ini saya juga akan memperkenalkan Jurusan Biologi yang dikordinatori oleh bapak Dr. Inengah Swastika yang bantu oleh Dr Annawaty. Juga mahasiswa kami dari Himpunan Mahasiwa Biologi (HMB) yang telah berperan dan mensukseskan seminar ini,” terang Guru Besar dengan segudang prestasi itu.

Dr Annawaty MSi selaku moderator dalam seminar tersebut yang menerjemahkan materi dari Dr Thomas Von Rintelen. Ia menjelaskan bahwa sebenarnya pulau sulawesi terbentuk dari 8 kepingan benua Asia dan Australia, sehingga memiliki flora dan fauna yang unik, karena memiliki asal usul yang bervariasi, yaitu Asia, Australia, dan Filipina.

“Pada saat pembentukan pulau sulawesi, kepingan-kepingan dataran Asia dan Australia yang membawa flora dan faunanya masing-masing, karena itulah mengapa sekarang pulau ini menjadi sangat unik flora dan faunanya, berbeda dengan tempat lain di dunia. Karena memang sulawesi berasal dari pembentukan 8 kepingan benua,” ungkapnya.

Ia juga menerangkan bahwa ternyata di Sulawesi memiliki asal usul yang sangat bervariasi. Ada yang berasal dari dataran Asia, dan fauna yang asal usulnya dari Australia yang berevolusi di Sulawesi serta kemudian yang terpencil yaitu spesies amphibia yang ternyata berasal dari Filipina. Jadi menurutnya kalau kita lihat, memang fauna di Sulawesi ini sangat menarik, karena mereka berasal dari banyak tempat. Vv

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here