Kuliah Umum FISIP Bahas Dinamika Kontestatif

Selain FISIP EXPO, Dies Natalis FISIP yang ke-54 juga turut diwarnai oleh kegiatan akademik berupa kuliah umum yang mendatangkan Dosen Tamu dari Universitas Airlangga. Dosen Tamu tersebut tak lain adalah Prof. Dr. Musta’in Mashud M.Si, Guru besar pada Departemen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga. Kuliah umum yang diselenggarakan di Conference Room Gedung IT Center Universitas Tadulako ini membahas tema mengenai Dinamika Konstetatif Menuju Masyarakat Demokratis.

Sebelum kuliah umum dimulai, terlebih
dahulu Dr. Muhammad Nur Ali M.Si selaku Dekan
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik memberikan
sambutannya sekaligus membuka kuliah umum
secara resmi. Dalam sambutannya Dekan
menyampaikan bahwa tujuan utama diadakannya
kuliah umum ini tidak lain merupakan bentuk
ragam materi kuliah bagi mahasiswa. Keragaman
tersebut juga sekaligus merupakan bentuk
refreshing dari perkuliahan yang biasanya
dilakukan di dalam kelas.
“Ilmu sosial memiliki cakupan yang
sangat luas. Oleh karenanya hal-hal seperti kuliah
umum ini sangat diperlukan untuk menajamkan
pemahaman terkait isu-isu sosial” tegas Dekan.
Dalam materinya Prof Musta’in selaku
keynote speaker dalam kuliah umum menekankan
pembahasan mengenai dinamika masyarakat
yang selalu berkembang dan kemudian berubah.
Perubahan masyarakat tersebut bisa disebabkan
karena faktor internal (proses sosial dan budaya di
dalam masyarakat) dan faktor eksternal (misalnya
melalui kebijakan, undang-undang, teknologi dari
luar, dst). Perubahan-perubahan tersebut karena
bersifat evolusioner kemudian membuatnya tidak
dapat diprediksi.
S e l a n j u t n y a p e m b a h a s a n l e b i h
mengerucut kepada fenomena terkait etnisitas.
Guru Besar Universitas Airlangga tersebut
menjelaskan bahwa etnisitas memiliki energi
untuk memobilisasi warga etniknya pada
pencapaian kepentingan subyek (elit atau aktor
kelompok etnik). Kekuatan etnisitas berupa
dominasi suatu etnis atas etnik lain akan
membangun perspektif etnisitas yang menonjol
pada ruang-ruang sosial. Penguasaan ruang-ruang
sosial acapkali dimulai dari munculnya wacana
d e p r i v a s i , m a r j i n a l i s a s i , e k s k l u s i ,
keterbelakangan dan ketidakadilan.
Kuliah umum bagi mahasiswa jenjang S1
dan S2 yang berlangsung kurang lebih dua jam
tersebut ditutup oleh penyerahan cendera mata
dari Dekan FISIP Untad kepada Prof Musta’in
sebagai bentuk apresiasi yang setinggi-tingginya.
Selanjutnya, Kuliah Umum kembali dilanjutkan
dengan Keynote Speaker yang sama, namun
dikhususkan untuk mahasiswa program S3
dengan membahas tema terkait Paradigma,
Perspektif, dan Metodologi Ilmu Sosial. kdk

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here