Media Tadulako Regenerasi Jurnalis Muda

Ahad (21/5), Media Tadulako membuka open reruitmen dengan menggelar Pelatihan Jurnalistik. Kegiatan yang di laksanakan di Ruang Redaksi Media Tadulako ini diikuti oleh 12 calon jurnalis muda Tadulako.

Pelatihan yang digelar sehari tersebut, menghadirkan 4 Pemateri utama. Dr. Muhammad Khairil, S.Ag, M.Si, membawakan materi manajemen Media Tadulako dan Andi Aqifah, S.Sos, M.ICT, menyajikan materi teknik penulisan berita. Dalam agenda literasi media itu, juga menghadirkan Abdul Hanif, S.Sos, wartawan senior Radar Sulteng, membawakan materi Feature News dan ditutup dengan Teknik Foto Jurnalistik oleh Robi, Jurnalis Foto Tadulako.

Dr. Khairil, selaku Pimpinan Umum Media Tadulako, menyampaikan bahwa manajemen yang hidup di Media Tadulako bukanlah manajemen birokrasi semata. Tapi selama ini yang telah terbangun adalah manajemen kekeluargaan. Inilah yang menurutnya salah satu nilai spesial yang ada di media ini.

Ketua Prodi Ilmu Komunikasi itu juga mendorong kepada 12 calon jurnalis muda yang hadir sebagai peserta, agar menjadikan Media Tadulako sebagai ruang berkarya. “Ananda hadir disini tentunya untuk bergabung di Media Tadulako, kita sangat membuka ruang yang sebesar-besarnya untuk ananda berkarya. Maka berikanlah karya terbaik dalam meliterasi kebaikan-kebaikan lewat media ini,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Rafani Tuahuns, Redaktur Pelaksana Media Tadulako. Bahwa ruang karya literasi di media ini sangatlah terbuka untuk setiap jurnalis. Apalagi menurutnya jurnalis muda yang baru bergabung. “Ruang kita tidak terbatas, karya literasi sangat terbuka ruangnya untuk kita semua. Sebagaimana tagline utama media ini, Inform, Inspire and Educate,” tuturnya.

Untuk itu menurut Rafani, sajian karya jurnalistik Media Tadulako senantiasa tidak lepas dari nilai memberi informasi, nilai menginspirasi dan nilai mengedukasi. “Untuk itu, karya jurnalistik kita semua harus memberi informasi, menyajikan inspirasi, serta dapat mengedukasi masyarakat umum, khsususnya masyarakat kampus,” imbuhnya.

Sementara itu, Nurjannah Ismail, salah satu peserta, mengaku bersyukur bisa ikut pelatihan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini yang merupakan pintu masuk berkarya di Media Tadulako sangatlah baik untuknya. “Saya ingin belajar dan mengasah kemahiran jurnalistik saya, dan pelatihan di Media Tadulako ini, semoga menjadi pintu yang tepat untuk saya terus berkarya,” tutur Mahasiswa Fapetkan ini. Rf

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here