RESMI DI BENTUK, FDI SULTENG GELAR SIMPOSIUM PERDANA

Setelah resmi di bentuk pada tanggal 10 Februari 2017,DewanPerwakilan Daerah (DPD)Forum Dosen Indonesia (FDI) Sulawesi Tengah selenggarakan Simposium pada Senin (15/5/2017). Kegiatan dalam bentuk talkshow ini bertempat di Theater Room Universitas Tadulako.Dihadiri dosen-dosen dariberbagai disiplin ilmu baik perguruantingginegeri (PTN) maupunperguruantinggiswasta (PTS) se-Sulteng dan pimpinan-pimpinan Universitas sebagai pembicara. Adapun pimpinan Universitas yang sempat hadir diantaranya Rektor Universitas Muhammadiyah Palu, pimpinan STMIK Adhiguna, dan perwakilan dari Universitas lainnya.

Mengangkat tema “Merespon  PERMENRISTEKDIKTI  No.20/2017”,talkshowinimembahas mengenai keputusan Permenristekdikti No.20 tentang pembuatan proposal penelitian dan program-program terkait pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi dosen khususnya dosen yang telah menjabat sebagai lektor kepala yang diharuskan untuk mempublikasikan karya tulis ilmiah di jurnal Internasional dan terindeks scopus.

“Simposium ini kita membahas mengenai PERMENRISTEKDIKTI No.20. Untuk itu kita berkumpul di tempat ini bersama akademisi atau dosen perguruan tinggi yang ada di kota palu dan di sulawesi tengah.” Ujar Ketua Panitia, Dr. Tutang Muhtar Kamaluddin, ST.MT.

Ketua FDI Sulteng,Drs. Mochtar Marhum, M.Ed., Ph.D dalam sambutannya mengatakan melalui simposium forum dosen ini diharapkandapat menjadiwadah untuk saling berbagi informasi dan membangun kerjasama antar dosen-dosen lintas ilmu dan lintas perguruan tinggi baik negeri maupun swasta.

“Menurut saya,penelitian adalah salah satu dari tiga Tri Dharma perguruan tinggidaninimerupakan hal yang penting. Dengan demikian kita ingin memberikan sebanyak-banyaknya informasi, apalagi yang sifatnya perkembangan teknologi dan kepentingan riset.”ucapnya.

“Dengan Simposium ini diharapkan tidak ada lagi sekat-sekat, karena forum dosen  melibatkan pengurus dari berbagai disiplin ilmu dari berbagai perguruan tinggi. Diharapkan dengan adanya FDI ini kita bisa menghimpun, mengembangkan, menyalurkan kapasitas intelektual kita khususnya Tri Dharma perguruan tinggi”, tambahnya.

Simposium ini bertujuan untuk mencari solusi atau memberikan kiat-kiat kepada dosen-dosen agar dapat mempublikasikan penelitiannya di jurnal Internasional. jika tidak maka dosen tersebut akan mendapat‘penalti’ yaitu pemotongan tunjangan sebesar 25%. Mayoritas dosen yang belum melakukan penelitian mengakui bahwa masih terbatasnya fasilitas yang diperlukan untuk meneliti membuat proses menujupublikasitersebutkadangmenjaditerhambat.