Sudirman L Sibi, Mahasiswa Dengan Segudang Prestasi Yang Tak Lupa Dengan Kewajiban Mengabdi TuaPada Pada Sang Pencipta Dan Orang

Masa kuliah tidak akan terulang dua kali,
masa-masa di jenjang strata satu ini merupakan
masa-masa produktif. Saat yang paling tepat
menciptakan karya-karya gemilang. Di masa ini,
tidak sedikit sudah mahasiswa yang mencatatkan
namanya pada lembar-lembar emas sejarah
mahasiswa Indonesia, dengan prestasi, dengan
karya yang mengharumkan nama kampus dan
keluarga.
Itulah yang sedang dilakukan teman kita satu
ini, Sudirman L Sibi. Mahasiswa Program Studi
Matematika di Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam. Ia adalah mahasiswa dengan
sederet prestasi, kiprahnya di Kampus Tadulako
pun tak melulu tentang kelas dan kos. Sudirman,
begitu ia akrab disapa juga aktif di sejumlah
kegiatan kemahasiswaan. Tercatat ia merupakan
pengurus di Taman Pengajian Al-Ishlah, Lembaga
Pers Mahasiswa Didaktikal, serta Himpunan
Mahasiswa Matematika (Himatika). Di tengah
sejumlah kesibukannya itu, Sudirman mampu
mempertahankan prestasi akademiknya di angka
3,87.
Keaktifannya di tiga lembaga kemahasiswaan
itu bukan tanpa alasan, Mahasiswa kelahiran 13
Maret 1995 ini mengatakan, keterlibatannya di
TP Al-Ishlah sebab ingin terus memberikan
sumbangsinh berarti pada agama, bahwa sebagai
mahasiswa ia juga memiliki kewajiban untuk
selalu ingat dan mendekatkan diri pada yang
maha kuasa.
Di Himaptika Sudirman memegang amanah
sebagai staf bidang pendidikan dan penalaran.
Amanah itu dipegangnya sejak tahun 2016 hingga
s e ka ra n g . A l u m n i S M A 2 B a l a e s a n g i n i
mengatakan, keaktifannya di himpunan adalah
aktualisasi dari pelajaran yang didapatkannya di
bangku kuliah. Himpunan juga menjadi ajang
mempererat tali pertemanan pria berkacamata
ini.
Untuk menyalurkan hobi menulisnya,
Sudirman juga bergabung di Lembaga Pers
Mahasiswa (LPM) Didaktikal. Di LPM ia dipercaya
memegang Bidang Redaksi Pelaksana. Sudirman
memang aktif menulis, karya-karya nya beberapa
telah dibukukan, hal yang teramat langkah
dilakukan mahasiswa belakangan ini.
Tumbuh dari sekolah kampung, tidak lantas
membuatnya kampungan. Firman berhasil
membuktikan itu dengan deretan prestasi yang
ditorehkannya selama mengenyam bangku
kuliah. Berbagai prestasi pernah diraihnya. Ia
tercatat sebagai peserta perwakilan ON MIPA-PT
UNTAD Seleksi Tahap II (Regional) wilayah IX
2016, juara II Pekan Ilmiah Mahasiswa (PIM
UNTAD) dalam Tim Bidang Carsa Cipta 2016,
juara 8 dalam Event Indonesia Berkreasi Tanpa
Batas. Peringkat ke-3 dalam lomba Cipta Puisi
Nasional Tahun 2017 dengan judul puisi
“Nyanyian Cicak. Ia lolos seleksi “Gebyar
Mahasiswa Bidikmisi Indonesia 2017” yang
d i a d a k a n o l e h P e r s a t u a n A l u m n i d a n
Pe r m a d a n i d i k s i N a s i o n a l
sebagai finalis lomba menulis
autobiografi dengan judul
“ P re s t a s i ya n g L a h i r d a r i
Kesulitan” tulisan itu kemudian
dimuat dalam sebuah buku
berjudul “Bangkit Mengejar
Mimpi” bersama 24 karya
finalis lainnya yang berasal dari
b e r b a g a i u n i v e r s i t a s d i
Indonesia.
Tentu saja untuk meraih
s e m u a i t u , t a k s e m u d a h
membalikkan telapak tangan,
sama seperti para pejuang
m i m p i l a i n nya , S u d i r m a n
b a n y a k m e l a l u i b e r b a g a i
rintangan, tapi menurutnya dari
semua kendala yang ada, hanya
w a k t u l a h y a n g p a l i n g
berpengaruh dari semuanya.
Dengan jadwal perkuliahan
yang cukup padat dan ditambah
dengan kesibukan organisasi
membuatnya harus benarbenar
pandai membagi waktu.
“Kalau masalah kendala
sendiri agak sulit jawabnya,
soalnya kan ini yang telah
dicapai bervariasi. Tapi kalau kendala secara
umum untuk mencapai semua yang telah
terwujud, yah, mungkin hanya terkendala waktu.
Sulitnya membagi waktu untuk perkuliahan dan
tugas, waktu untuk organisasi, serta waktu yang
harus disediakan menulis karya tulisan untuk
event-event lomba yang ada diluar kampus.
Karena jujur secara pribadi sebagai seorang anak
MIPA saya merasakan bagaimana kita harus
pintar-pintar membagi-bagi waktu yang ada,
karena kita juga dituntut untuk berorganisasi
sesuai minat kita sebagai bekal diluar sana
nantinya tanpa mengabaikan nilai akademik.
Saya rasa mahasiswa lainnya juga merasakan hal
sama,” ungkapnya.
Meskipun demikian, laki-laki yang memiliki
moto “Berani mencoba meskipun telah gagal
berkali-kali, karena kegagalan adalah tangga yang
mengantarkan kita menuju kesuksesan” itu, tetap
memiliki solusi untuk mengatasi maslahnya
t e r s e b u t , m e s k i p u n t a k s e m u a y a n g
diinginkannya dapat ia gapai, karena menurutnya
akademik adalah hal yang patut dijadika
prioritas.
“Dalam menghadapi kesibukan kampus dan
persiapan untuk mengikuti event lomba tertentu,
kadangkala saya mengerjakannya sedikit demi
sedikit supaya tidak kelelahan dan mencatat
deadline setiap kewajiban yang harus saya
selesaikan, baik tugas kampus maupun deadline
event yang bisa saya ikuti diluar. Yah, meskipun
ada banyak juga sih event lomba yang terlewati
karena kendala kesibukan kampus. Tapi bagi saya
yang nomor satu itu adalah urusan akademik,”
terangnya.
Meski tak semua yang ia harapkan dapat ia
raih, pria yang begitu dekat dengan teman-teman
i t u , t e t a p s e l a l u b e r s y u k u r, k a r e n a
kepercayaannya akan semua yang Allah berikan
adalah yang terbaik. Dengan berlandaskan ayatayat
dari kitab yang dibawa oleh Rasulullah, Sudi
tetap selalu berusaha untuk berpikir positif
dengan hasil yang diraihnya.
Dari prestasi dan pengalaman yang perna
dilaluinya, Sudirman L Sibi mengungkapkan
bahwa yang paling membuatnya terkesan adalah
ketika bertemu dengan mentri yang juga pelopor
Program Beasiswa Bidikmisi, yang selama ini
membantu biaya pendidikan S-1nya dan bertemu
mahasiswa bidikmisi lain dari berbagai
u n iv e r s i t a s d i I n d o n e s i a , s e r t a k e t i k a
mendapatkan motivasi dari MAWAPRES dan
mahasiswa terinspiratif tahun 2013, Birul
Qodriah.
“Pengalaman yang menurutku paling
berkesan, yaitu pada saat saya mengikuti
kegiatan Gebyar Mahasiswa Bidikmisi Indonesia
2017 di Kota Medan saat bertemu Bapak Prof
Muhammad Nuh, DEA. Siapa yang tidak senang
bisa bertemu Bapak Menteri dan sekaligus
Pelopor Program Beasiswa Bidikmisi ini,
meskipun hanya sebentar. Tetapi Alhamdulillah
bisa berfoto sama beliau”.
“Kesan lainnya yang dalam kegiatan tersebut
yaitu banyak hal yang bermanfaat yang dapat
saya jadikan motivasi sekaligus pembelajaran
dari BIRUL QODRIAH sebagai pembicara dalam
acara talk show, dan tentunya juga pengalaman
dari teman-teman yang mewakili universitasnya
dengan latar belakang dan kelebihan yang
berbeda-beda yang mereka miliki tentunya,”
ungkapnya dengan rasa senang.
Ketika ditanya soal motivasi dan harapan,
sebagai seorang anak dan generasi bangsa
tentunya Sudi memiliki banyak harapan.
Diantaranya membuatnya terus berjuang dan
mengutamakan akademik adalah keinginannya
yang tidak ingin pengerbanan kedua orang
tercintanya menjadi sia-sia. Namun, hal tersebut
juga tidak membatasi keinginannya untuk tetap
berkarya dalam bidang kepenulisan walaupun
tidak tercatat sebagi mahasiswa sastra.
“Kalau ditanya tentang bidang akademik,
yang memotivasi saya untuk tidak mendapat hasil
study yang buruk tentunya kedua orang tua saya,
saya tidak ingin pengorbanan mereka menjadi
sia-sia dan mereka pastilah menaruh harapan
besar dengan saya. Maka dari itu saya harus
melakukan yang terbaik sebagai mahasiswa”.
“Namun kalau motivasi dalam menulis yaitu
saya ingin berbagi kepada pembaca tentang
sebuah pesan dan emosional yang positif,
misalnya dalam sebuah karya puisi, membagikan
cerita yang dapat memotivasi misalnya dalam
karya autobiografi, menyampaikan rencana yang
bermanfaat untuk bangsa dalam sebuah esai,”
harapnya dengan penuh semangat.Vv

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here