Temu Insan Tadulako, LDK UPIM Inisiasi Narasi Untad Masa Depan

Lembaga Dakwah Kampus Unit Pengakajian Islam Mahasiswa (LDK UPIM) Universitas Tadulako menggelar Temu Insan Tadulako, Sabtu (19/5). Kegiatan yang dilaksanakan di Islamic Centre itu mengusung tema “Menatap Tadulako Masa Depan.”

Agenda yang menjadi forum pertemuan insan muda tadulako tersebut, menghadirkan dua narasumber utama, Dr Ir Nur Sangadji DEA dan Ustad Hartono M Yasin Anda. Hadir pula Presiden Mahasiswa Untad, Pimpinan UKM dan BEM Se Untad, Pimpinan LDF dan Mahasiswa se Universitas Tadulako.

Mewakili Ketua LDK UPIM Untad, Amir dalam sambutannya menyampaikaan bahwa, Temu Insan Tadulako ini sengaja digelar sebagai bentuk ikhtiar LDK Upim atas kekhawatiran bersama menyikapi realitas pemuda dan mahasiswa hari ini. Khususnya mahasiswa Untad yang akan menjadi pemimpin masa depan bangsa.

“kekhawatiran kami atas kegalauan pemuda hari ini, banyak yang galau dengan hedonisme, juga banyak yang galau dengan kurangnya spirit menggagas masa depan. Sementara komepetisi semakin tajam, dan kualifikasi mumpuni sangat dibutuhkan. Sehingga menurut kami, anak-anak muda tadulako harus berkumpul bersama dalam satu agenda dengan fokus menatap tadulako masa depan,” ungkap Sekretaris Umum LDK UPIM Untad ini.

Diskusi pun berkembang apik dalam forum Temu Insan Tadulako tersebut. Kedua narasumber memberikan materi pengantar kepada para peserta. Diawali Dr Nur Sangadji, dalam sajian materinya menerangkan bahwa, gagasan menatap Untad Masa Depan ini sangatlah baik. Menurutnya ini ide brilliant.

Masih dalam pemaparannya, Dosen Fakultas Pertanian itu menyampaikan bahwa, tatkala kita ingin menatap masa depan, maka kita harus menetapkan komponen utama. Pertama tujuan dan jalan yang harus di tempuh harus jelas. “Menetapkan tujuan dan jalan adalah komponen utama menentukan masa depan. Ketika jalan dan tujuannya sudah jelas, maka komponen penting selanjutnya adalah kualitas kita,” ungkapnya.

Menyambung hal itu, Ustad Hartono, memaparkan bahwa dalam bergerak di jalan menuju tujuan, memang harus dikawal dengan kualitas diri yang kuat. Kualitas diri itu tidak sekedar kualifikasi profesi, tapi juga harus terbingkai dalam nilai-nilai wahyu.

“Jika ingin bangkit mencapai masa depan yang baik, maka segala profesi kita harus berlandaskan pada bimbingan langit. Ya, bimbingan langit yang berorientasi pada nilai-nilai wahyu itulah yang akan menjaga kualitas profesi kita,” jelas Pembina Pondok Pesantren Mahasiswa itu.

Lebih lanjut, Presedium FUI tersebut menegaskan, dalam membangun peradaban dunia ini, Islam telah memberikan panduan yang tepat. “Islam telah memberikan panduan yang real dalam menata kehidupan ini. Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, tidak sekedar mengatur kehidupan akhirat, namun dalam Al Qur’an juga sangat jelas mengatur tuntutan kehidupan dunia. Maka dalam membangun peradaban ini, panduan kita adalah Al Qur’an,” turunya. Rf

 

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here