Workshop Pusbang-PMPP : Implementasi Pengembangan Silabus, RPS, dan Modul Berorientasi KKNI

Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) UniversitasTadulako (Untad) melalui Pusat Pengembangan Peningkatan Mutu Proses Pembelajaran (Pusbang PMPP) menggelarWorkshopImplementasi Pengembangan Silabus, RPS(Rencana Pembelajaran Semester)dan Modulpada Rabu (3/5) di Gedung IT Center Universitas Tadulako. Kegiatan yang diikuti oleh 60dosen dari 10 fakultas di Universitas Tadulako serta KampusUntadII Morowaliinimenghadirkan Prof. Dr.Muslimin Ibrahim, M.Pd, selakuKepalaPusatPenjaminanMutu (PJM) Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

 

KetuaPanitia,Dr. Supriatman,M.Pdmenyampaikanbahwakegiatan ini bertujuan untukmenyamakan persepsi dalam pengembangan silabus, RPS, dan modul pembelajaran yang berorientasi KKNI(Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia).

 

“Harapannya nanti diperolehsilabus, RPS, dan modul sesuai dengan format yang telah disepakatibersama,yang berorientasi KKNI.”tambahnya.

 

Selaras dengan Dr. Supriatman, Koordinator Pusbang-PMPP, Dr. Marungkil Pasaribu, M.Sc mengatakan bahwa pihaknya berusaha mengupayakan agar semua program studi (prodi) di Untad menerapkan kurikulum berorientasi KKNI.

 

“Sejak tahun 2015 secara umum sudah secara institusional Unesa menerapkan KKNI. Sebenarnya di universitas kita ini kami sudah beberapa kali mencoba supaya ada aturan secara resmi atau secara institusional agar kita menerapkan kurikulum yang berorientasi KKNI. Sejak 3 tahun yang lalu kita sudah coba memberikan sosialisasi tentang KKNI tapi kami dari lembaga penjaminan mutu menginginkan agarsecara tertulis dan resmi bahwa tahun ini harus semua prodi menerapkan kurikulum berorientasi KKNI,” jelasnya.

Sekretaris LPPMP, Dr. AmiruddinKade, M.SidalamsambutannyamewakiliRektorUniversitas Tadulako, menyatakan bahwa dosen-dosen Untadperlu mengembangkan sinergitas dalam upaya peningkatan akreditasi universitas, salah satunya adalah dengan dibuatnya RPS di setiapmatakuliah.Oleh karena itu sangat perlu mengembangkan sinergitas teman-teman dosen dalam lingkungan Universitas Tadulako. Salah satunya menurut Dr. Amiruddin yang menjadi penilaian adalah RPS, denganketersediaan RPS di semua mata kuliah.

 

Dalamworkshop tersebut, Prof. Musliminmenjelaskanbahwarencana pembelajaran semester merupakan suatu keniscayaan yang paling tidak didasarkan pada 5 (lima) alasan yaitu pertama, RPS merupakan rencana yang baik bagi seorang dosen. Kedua, hal ini merupakan pemenuhan tuntatan Permenristekdikti Nomor 44/2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti). Selanjutnya RPS adalah bentuk akuntabilitas publik karena dengan adanya RPS, mahasiswa dapat mengetahui ‘isi’ mata kuliah yang akan diprogramkan. Keempat, RPS adalah bentuk operasionalisasi kurikulum sehingga dapat diimplementasikan dan yang terakhir, RPS dikembangkan dengan beberapa fungsi seperti preventif, direktif, konstruktif dan korektif.

“Mengingat pentingnya RPS, maka pengembangan RPS haruslah menjadi bagian utama dari perencanaan setiap mata kuliah. Hal ini juga menjadi salah satu tuntutan yang harus dipenuhi oleh program studi saat mengajukan akreditasi ke BAN-PT. di dalam satu butir penilai borang terdapat tuntutan adanya deskripsi mata kuliah, silabus dan GBRP. Ketiga tuntutan itu pada dasarnya sudah dipenuhi oleh RPS” Jelas, Prof Muslimin.Nr/Ra

 

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here