3 Mahasiswa Teknik Siap Tampilkan Karya Aplikasi Ar-Shalat di Ajang MTQMN XV di Malang

Komoetisi Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN) Ke XV akan digelar akhir bulan ini di Malang. Universitas Tadulako telah menyiapkan 17 Mahasiswa yang siap berlaga di ajang nasional itu. Salah satu tim andalan Untad di Bidang Masabaqah Desain Aplikasi Al Qur;an (DAQ). 3 Mahasiswa Fakultas Teknik yang menjadi perwakilan Untad juga telah siap dengan Karya aplikasi Ar-shalat.

Akhmad Abd Rohman, Ayub Aswad dan Muh Dadang Anshari adalah ketiga mahasiswa Teknik yang mengaggas ide apliaksi tersebut. Selaku ketua tim, Rohman mengungkapkan bahwa ide dan gagasan yang mereka bawa ke iven nasional ini bukan ide biasa. Menurutnya keunggulan khusus dari aplikasi tuntutan sholat ini menggunankan teknologi augmented reality.

“Keunggulan apliaksi ini adalah berbasis Augmeted Rality.ini merupakan teknologi yang menggabungkan benda maya tiga dimensi dengan lingkungan nyata yang akan membuat user atau pengguna aplikasi merasa asik dan terhibur,” ungkap mahasiswa Teknik Informatika tersebut kepada Wartawan media ini pekan lalu.

“Pengguna aplikasi ini, akan lebih mudah memahami tatacara sholat, sebab proses pembelajaran dengan tektnologi bisa lebih menarik dan interaktif,” tambahnya.

Masih dalam penyampiannya, Rohman juga menjelaskan bahwa  aplikasi ini dikhususkan untuk anak-anak. “ide aplikasi ini kami khususkan kepada anak-anak. Tentunya untuk meningkatkan motivasi belajar tentang ilmu agama, khususnya tuntunan sholat yang benar. Dengan memasukan unsur edukatif dan interaktif serta ada unsure game di dalamnya, aplikasi ini menjadi penting untuk dikonsumsi,” tuturnya.

Sementara itu, Aswad, salah satu tim kerja Rohman, menyampaikan harapan besarnya agar aplikasi ini tidak sekedar dikompetisikan, akan tetapi dapat bermanfaat dalam prosesn edukasi khsusnya bagi anak anak.

“Kami berharap aplikasi ini akan bermanfaat bagi banyak orang, khsusunya bagi anak-anak. Dengan aplikasi ini, mereka bisa merasakan game yang mengeduaksi. Aplikasi ini juga bermanfaat bagi orang tua dan guru ngaji. Dengan aplikasi ini dapat emudahkan orang tua dan guru ngaji dalam metode pembelajaran anak yang lebih menyenangkan,” terangnya.

Terkait persiapan tim ini menuju MTQMN nantinya, Aswad mengaku telah mempersiapkan diri lebih matang setelah sebelumnya telah melewati proses seleksi dan tahap pelatihan. “selama proses pelatihan, kami menyempurnakan beberapa fitur yang perlu diperbaiki kembali. Tentu kesiapan mental kami lebih siap untuk menghadapi competitor se Indondesia, dan kami optimis sebab gagasan ini memiliki nilai yang tinggi dalam kemanfaatan,” ujarnya. Rf

 

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here