LPM Produktif Jaga Produktifitas

Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) menjadi salah satu lembaga penting dalam Unit Kegiatan Kemahasiswaan di Universitas Tadulako. Sesuai tugas dan tanggung jawabnya, LPM menjalani fokus kerja di bidang jurnalistik. LPM Produktif sebagai salah satu LPM yang ada di kampus bumi kaktus ini terus menjaga konsistensi produktifitas.

Fandy Ahmat, ketua LPM produktif dalam keterangannya pada Media Tadulako pekan lalu, setiap tahunnya LPM Produktif rutin melaksankan Program Kerja berupa pendidikan dan pelatihan jurnalistik serta penerbitan buletin. hal ini bertujuan untuk memenuhi keingintahuan dan kebutuhan membaca  Mahasiswa, kususnya Fakultas Ekonomi serta secara internal untuk menjaga produktifitas aktifis LPM.

“Kami memiliki program kerja yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya,sejauh ini ada 2 program utama, yaitu pendidikan sekaligus pelatihan jurnalistik dan penerbitan buletin. Saya bersama pengurus lain, berupaya memenuhi kebutuhan mahasiswa dalam memberi informasi dan bagi penggemar karya tulis seperti cerpen,” singkatnya

“Program pelatihan dan penerbitan karya buletin tersebut juga merupakan upaya agar tetap menjaga konsistensi produktifitas tim kami dalam LPM,” tandasnya.

Masih dalam penjelasannya, bahwa secara periodik dalam 1 tahun Produktif mengeluarkan minimal tiga buletin. menurut pengakuannya saat ini Produktif juga memiliki blog di media sosial dan nantinya akan membuat website. Ia juga menyampaikan ada 40 anggota yang aktif saat ini. Bukan hanya kuantitas, menurutnya LPM Produktif mampu meregenerasi insan pers yang  profesional.

“Untuk produktifitas, dalam satu tahun kami minimal memproduksi 3 buletin. Selain itu kami juga memiliki beberapa blog dan berencana membuat website untuk memuat berita dan berbagai karya tulis para pengurus, disamping memanfaat mading untuk berekspresi. Secara keseluruhan  kami ada 40 Anggota. Saya mengakui semua mahir dalam hal menulis hanya semangatnya yang perlu ditumbuhkan dan dijaga konsistensinya,” jelasnya

Disisi lain menurutnya, sebagai sebuah organisasi Mahasiswa,tentu terdapat kendala, dan Keluhan yang sering terdengar dari aggota adalah kesulitan dalam membagi waktu antara studi dan kegiatan ekstra diluar studi .

“Karna kita lembaga pers yang pengurusnya adalah mahasiswa , saya sering mendengar keluhan dari sebagian pengurus dimana mereka sulit membagi waktu dengan aktivitas perkuliahan. Namun, banyak diantara teman-teman lainnya yang konsisten mengingat akan kewajibannya, dengan semangat serta tekad, semuanya bisa berjalan beriringan sehingga tidak ada amanah yan terbengkalai,” jelas mahasiswa Ekonomi Pembangunan itu.

Senada dengan hal tersebut, Yulia yang merupakan editor Produktif, merasakan kontribusi dari anggota lain dengan adanya berita-berita yang rutin dimasukkan. Walaupun terkadang mengalami kesulitan dalam proses pengeditan, ia mengaku senang dengan Amanah yang diberikan padanya.

“Saya dapat melihat sendiri bagaimana teman-teman pengurus masih berpartisipasi dalam memberikan informasi berupa hasil peliputan maupun karya tulis. Selaku editor , Saya tidak merasa terbebani dengan kewajiban ini, terkadang masih banyak tulisan yang perlu untuk diperbaiki, tapi sejauh ini Saya tetap senang menjalaninya,” ungkapnya

Tak henti memberi informasi, diakhir penyampainnya Fandy Ahmat mengugkapkan tak lama lagi akan ada buletin khusus mahasiswa baru yang isinya adalah profil dari semua Lembaga Kemahasiswaan  yang ada di ekonomi. ia menutup informasi dengan pesan khusus untuk Lembaga Pres Produktif kedepannya.

”Dekat-dekat ini, akan ada deadline besar yang kusus diperuntukkan bagi Mahasiswa baru . Kami akan membuat buletin yang berisi  profil lengkap dari semua Lembaga Mahasiswa yang ada di Fakultas Ekonomi, agar adik-adik  dapat mengetahui dimana ia akan mengembangkan minat dan bakatnya. Satu pesan saya , perlu diingat kita adalah Mahasiswa yang memiliki idealisme kemahasiswaan sebagai pelopor bangsa dan pemecah kebukuan, dan kita harus mampu menjalankan kewajiban dengan penuh tanggung jawab,” tutupnya. Hw