Mahasiswa UNTAD Ciptakan “SMART HOUSE SYSTEM Berbasis Smartphone Android” Melalui Program PKM-KC

Program Kreativitas Mahasiswa-Karsa Cipta (PKM-KC) merupakan program penciptaan yang didasari atas karsa dan nalar mahasiswa yang bersifat konstruktif serta menghasilkan suatu sistem, desain, model/barang atau prototipe dan sejenisnya yang dapat diterapkan dalam dunia usaha atau masyarakat luas. Kesempatan tersebut disambut baik oleh mahasiswa asal Fakultas Teknik Untad dengan menggagas ide Rancang Bangun SHUSY (Smart House System) Berbasis SANDRO (Smartphone Android). Gagagsan PKM KC ini diketuai langsung Evenly Yulianto dan anggota tim, Desiana Pakaya, Firmansyah, Khairil dan Asriani Pratiwi serta dibimbing langsung oleh Yusnaini Arifin, ST, MT.

Asriani Pratiwi selaku anggota tim menyampaikan latar belakang digagasnya ide tersebut, dalam presentasinya saat pelaksanaan monitoring evaluasi eksternal PKM di Ruang Senat Rektorat Untad pada Kamis (13/7). “Kita ketahui bersama bahwa rumah difungsikan sebagai tempat tinggal dan pembinaan keluarga. Oleh karena itu, kita perlu membangun rumah seaman dan senyaman mungkin agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti pencurian, kebakaran rumah dan pemborosan energi listrik,” jelas mahasiswi angkatan 2015 tersebut.

Asriani juga menambahkan bahwa sistem rumah cerdas (Smart House System) merupakan sistem untuk memonitoring dan mengontrol tempat tinggal dari jarak jauh dengan melalui perangkat android yang dihubungkan dengan komputer yang sudah terhubung dengan WiFi. “Dengan adanya sistem ini diharapkannya kita akan merasakan aman dan nyaman sebagaimana fungsi dari sistem ini,” tambahnya.

Sementara, Evenly Yulianto dalam presentasenya mengungkapkan bahwa tidak semua jenis smartphone dapat digunakan dalam sistem ini. “Kerja program terhadap jenis smartphone tergantung pada versi androidnya, seperti Samsung Tab 7.0 dengan versi android 3.2 kerja program tidak baik. Adapun beberapa jenis smartphone yang telah diuji dan bekerja dengan baik dan sesuai yaitu Samsung Pocket Plus dengan versi android 4.1.2 , Samsung Young 2 dengan versi android 4.4.2 , Samsung Ace 3 dengan versi android 4.2.2 dan Samsung Core 2 dengan versi android 4.4.2,” jelas mahasiswa asal kota Palu tersebut.

Evenly, mahasiswa yang pernah menjabat sebagai Ketua BEM Fakultas Teknik ini juga menyampaikan bahwa saat ini mereka masih menggunakan laptop untuk prototipe, namun jika pengaplikasiannya di rumah yang asli maka yang digunakan adalah komputer server. “Untuk prototipe kita menggunakan laptop, sedangkan untuk di rumah yang asli harus menggunakan komputer server,” terangnya.

Target luaran yang akan dihasilkan diantaranya ialah adanya publikasi artikel ilmiah baik tingkat nasional maupun internasional, adanya prototipe hardware dan software yang mampu mengontrol rumah dari jarak jauh, menambah pengetahuan bagi peneliti atau mahasiswa dalam pembuatan alat khususnya bidang pengontrolan dan monitoring, dan meningkatkan motivasi mahasiswa untuk meneliti bidang teknologi pengotrolan dan dapat membuat terobosan-terobosan baru. Hal tersebut diungkapkan oleh Firmansyah selaku anggota tim saat presentasi berlangsung.

Di akhir presentasi, Evenly juga menyampaikan bahwa perkembangan selanjutnya yang akan dilakukan ialah memaksimalkan jarak monitoringnya sehingga jaraknya lebih jauh dengan menggunakan fasilitas internet dan menambah fungsinya dengan menambahkan kamera. Sehingga menurutnya, fungsinya tidak hanya dapat mengontrol lampu, suhu, gas, dan sebagainya. Selain itu, ia menyampaikan harapan terbesarnya agar lolos hingga ke PIMNAS dan karya mereka ini dapat memperoleh hak paten melalui adanya publikasi artikel ilmiah nantinya.

Evenly juga berpesan kepada mahasiswa lainnya agar dapat mengembangkan diri atas ilmu yang telah diperoleh dan melakukan sesuatu dengan tekad yang kuat dan bersungguh-sungguh. “Pada dasarnya mahasiswa khususnya dibidang elektro telah banyak mengetahui ilmu dasar dalam membuat alat, namun pengembangan untuk menggabungkan jarang diterapkan. Selain itu, setelah mampu membuat sebuah alat, dibutuhkan kreativitas untuk membuat judul-judul program yang unik, sebab salah satu penilaian dalam PKM ialah judul yang unik untuk bisa lolos PKM,” tutur mahasiswa Jurusan Elektro Angkatan 2013. Az

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here