Program Magang Prodi S1 Agribisnis, Tempatkan Mahasiswa di 11 Perusahaan dan Instansi Kota Palu

Kamis (6/7), Mahasiswa Program Magang Mahasiswa Agribisnis Fakultas Pertanian UNTAD Resmi dilepas. Kegiatan yang berlangsung selama 3 bulan ini di  bertujuan menerapkan, membandingkan dan menelaah ilmu pengetahuan yang didapatkan  dari bangku perkuliahan serta melatih  diri dengan kondisi lapangan.

       Dr.rer.pol. Dewi Nur Asih P,MS selaku Ketua Panitia memaparkan bahwa Pelepasan magang Mahasiswa Agribisnis ini, bukanlah yang pertama kali di laksanakan. Sebelumnya telah ada 2 gelombang  peserta yang menjalani program magang .

“Peserta magang kali ini merupakan gelombang ke lll dengan jumlah peserta 149 Mahasiswa angkatan 2014,  mereka akan magang di 11 perusahaan/Instansi di Kota Palu. Sebelumnya gelombang l dilaksanakan pada juli 2016 berjumlah 133 peserta dan gelombang ll januari 2017 yaitu 23 peserta, kedua gelombang ini merupakan Angkatan 2013,” paparnya

Ia menegaskan, program magang ini merupakan salah satu syarat penyelesaian studi Mahasiswa Agribisnis, dan 29 Dosen telah  siap menjadi Dosen Pembimbing dalam tahap – tahap kegiatan magang yang sudah ditentukan.

“Saya perlu menegaskan bahwa Program ini sangat penting, karena merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi guna menyelesaikan studi Agribisnis. 29 Dosen telah dipersiapkan untuk menjadi pembimbing guna terlaksananya tahapan kegiatan, dimulai dengan Mahasiswa bekerja magang diperusahaan atau Instansi,melakukan penelitian,proses bimbingan laporan bulanan kepada pembimbing, dan Penyusunan laporan akhir magang,” tegasnya.

Masih dalam penyampainnya, magang harus dijadikan latihan kerja secara nyata agar dapat memperoleh pengalaman,kedepannya berguna bagi pengembangan sikap mental yang berorientasi dunia kerja.

“Sejalan dengan tujuan, Kami selaku pendidik menginginkan keseriusan latihan kerja nyata para peserta, program ini dapat memberikan pengalaman dan wawasan berkaitan dengan dunia kerja, mengenal kondisi, organisasi, kegiatan utama, serta mengetahui proses dan mekanisme kerja di perusahaan atau Instansi,” jelas Dosen Ekonomi Pertanian tersebut .

Lebih lanjut, harapannya selama 3  bulan kedepan para peserta mampu menjaga nama baik almamater. Pesan singkatnya bahwa tak harus menjadi pegawai ,peserta  juga bisa menciptakan lapangan kerja.

“Saya harap para peserta dapat  menyatu dengan kondisi ril di lapangan, bekerja dengan sebaik-baiknya agar dapat menjaga nama baik almamater. Saya juga berpesan bahwa ketika peserta mampu untuk menyatukan teori dan praktek lapangan maka akan mempunyai keterampilan, kedepannya tak harus menjadi pegawai, bahkan lebih dari itu mampu menciptakan lapangan kerja,” tambahnya. Hw