PURWANTO, Lelaki Sederhana yang Menyekolahkan Anaknya Hingga Sarjana

Pak Purwanto, pegawai honorer Untad ini berhasil menyekolahkan ketiga anaknya yang ke bangku kuliah. Pendapatannya mungkin tak seberapa, tapi niat dan tekadnya menyekolahkan anak-anaknya sudah membaja. Baginya, pendidikan tetaplah yang utama, ia ingin semua anak-anaknya merasakan suasana keilmuan.

Dua anak Pak Purwanto telah berhasil menyandang gelar sarjana, anak pertamanya Novita Dewi Iriani berhasil menyelesaikan kuliahnya di Sekolah Tinggi Pelayaran, Bogor. Anak keduanya Wardatul Nurjannah juga baru saja meraih gelar sarjananya di Farmasi Universitas Tadulako, sekarang, anak bungsunya Yayang Febrina akan masuk kuliah di tahun ini.

Bagi Pak Pur, begitu beliau akrab disapa, kunci keberhasilannya menyekolahkan anak-anaknya adalah dengan kekuatan sedekah. Baginya, sedekah merupakan salah satu pintu pembuka pintu rezki, hal itulah yang diyakini pria 51 tahun itu saat ditemui awak Media Tadulako.

Bagi pria yang telah mengabdikan diri di Universitas Tadulako sejak tahun 2010 ini, rezeki dapat terus bertambah jika kita terus menambah nilai dan kapasistas sedekah kita, sehingga ia tidak pernah ragu dalam menyekolahkan ketiga buah hatinya itu, hal itu telah terbukti dengan gaji honorer yang tidak seberapa jika dibandingkan dengan pengeluarannya,

“Alhamdulillah, saya tidak pernah bingung ataupun ragu dalam menyekolahkan anak-anak saya, hal ini karena saya yakin bahwa setiap jiwa memiliki rezkinya masing-masing, sehingga hal terpenting yang harus saya lakukan adalah bagaimana cara menjemputnya, lewat mana jalan yang harus dilalui dalam menjemputnya,” ungkapnya.

Diakuinya, dalam menyekolahkan ketiga anak-anaknya bukanlah tanpa hambatan, tapi ia selalu percaya bahwa ia sedang meminta pada Tuhan yang maha kaya, pada zat yang memiliki semesta, raja dari segala raja.

“Saya selalu berusaha meyakinkan diri saya bahwa saya memiliki Allah yang Maha Kaya, bagi saya Allah telah menunjukkan bagaimana caranya untuk menjadi seorang yang kaya, yah caranya dengan sedekah. Karena hal yang saya selalu yakini adalah sedekah tidak akan pernah menghabiskan harta, dengan sedekah insya Allah harta akan menjadi berkali-kali lipat banyaknya.” Jelasnya

Bagi Pak Pur, setelah belajar bersedekah, kunci selanjutnya adalah berupaya untuk selalu merasa cukup. Inilah yang juga diajarkan pada anak-anaknya.

“Jika kita mengukur kaya dan cukupnya harta dari kacamata kita sendiri maka didunia ini tidak akan ada manusia yang merasakan cukup dan kaya, selalu ada saja keinginan untuk menambah dan menambahnya lagi, namun jika kita melihatnya dari sisi Allah maka semua rezki yang diperoleh akan menjadi cukup, dan kita akan menjadi orang yang kaya, kaya akan rasa syukur” sambungnya.

Selain mengedepankan rasa syukur dalam setiap langkahnya, pria yang dikenal lewat kesederhanaannya ini juga terus berusaha professional dalam melaksanakan setiap tugas yang dipercayakan kepadanya. Hal ini terbukti saat dinobatkan sebagai pegawai terbaik di lingkungan Program Studi Pasca Sarjana Universitas Tadulako, tahun kemarin.

“Didunia ini hanya satu hal yang kita cari, yakni keberkahan dari Allah. Yah bagaimana cara mendapatkannya? Salah satunya yakni dengan cara berusaha memaksimalkan profesionalisme dalam melaksanakan pekerjaan yang telah diamanahkan kepada kita. Hal inilah yang mungkin nantikan akan menjadi sebab rezki yang kami dapatkan mendapatkan keberkahan dari Allah. Yah Karena itulah yang selalu kami harapkan.”

Bagi ayah tiga orang anak ini, bersyukur dan merasa cukup itu penting, sebab normalnya manusia selalu tergoda untuk memiliki sesuatu yang lebih dari yang sudah ada.

“Jika rasa syukur itu telah tertanam dihati maka tidak akan ada lagi rasa kurang, yang ada hanyalah rasa cukup. Yah hingga kini jika hanya mengandalkan gaji honorer seperti saya ini maka bila dilihat dari kacamata manusia maka akan sulit untuk menutupi kebutuhan hidup, namun jika kita melihat dari kacamata Rahmat Allah maka gaji yang diterima setiap bulannya itu akan menjadi cukup, yah mau bagaimana lagi, cukup dan tidak cukup yah harus cukup. Alhamdulillah kini saya telah berhasil menyekolahkan tiga anak saya, anak pertama saya jurusan perikanan di Sekolah Tinggi Perikanan (STP) yang ada di Bogor dan kini telah mengajar di sekolah swasta di Palu, kemudian anak kedua saya baru saja merasakan manisnya akhir perjuangannya di jurusan Farmasi Untad tahun 2016 kemarin, dan telah menikah. Sekarang tugas saya sebagai seorang ayah menyekolahakan anak terakhir yang baru saja memasuki bangku kuliah tahun ini, semoga seperti kakak-kakaknya ia bisa menyelesaikan kuliahnya tepat waktu.” Pungkasnya.

Menyekolahkan anak hingga jenjang kuliah dan sarjana, adalah kebanggan tersendiri bagi seorang ayah. Pak Pur mengaku bahagia sudah bisa melihat dua anak gadisnya berdiri mengenakan toga. Baginya, kesuksesan itu bukanlah sebab dirinya, tapi ada Allah yang maha berencana. Ia juga bersyukur dikarunia anak yang taat pada ia dan istrinya.

“Alhamdulillah, saya percaya ini bukan semata karena usaha saya, mungkin ada do’a orang-orang yang saya tidak ketahui entah dari mana, ini semua karena Allah yang maha berencana. Anak adalah amanah, tugas kita orang tua ya…menjaganya, mengarahkannya, syukur-syukur bila bisa menyekolahkannya,” tutupnya. (dw)

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here