Sambut Hari Anak Nasional, HIMADIGSA Lakukan Ekspedisi Peduli Pedalaman

Ket Foto : Febrianto, Ketua Umum HIMADIGSA FKIP UNTAD

Dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional, Himpunan Mahasiswa PGSD (Himadigsa) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tadulako kembali menyelenggrakan  ekspedisi peduli pedalaman. Agenda sosial ini digelar di Dusun IV Silamolo, Desa Kaliburu, Kecamatan Sindue, Pantai Barat.

Febrianto, selaku Ketua Himadigsa menjelaskan bwah kegiatan Ekspedisi tersebut sengaja dilaksanakan dalam momen Hari Anak Nasional dengan maksud untuk memahami kondisi sekolah yang jauh dari akses.

“Ekpedisi yang menjadi rangkaian kegiatan hari anak nasional. Yang dimaksudkan untuk lebih mengetahui jalannya proses belajar mengajar di sekolah kategori kelas jauh seperti SDN 2 Sindue ini,” jelasnya.

Masih menurutnya, hal tersebut merupakan upaya Himadigsa dalam mendorong  siswa-siswi di SDN 2 Sindue agar tetap semangat bersekolah meski berada di kelas jauh.

“Melihat wilayah yang kurang diakses oleh masyarakat banyak, ini adalah salah satu tujuan kami untuk mendorong  adik-adik di SDN 2 Sindue yang berada di kelas jauh agar tetap sekolah dengan semangat. Sebab, pendidikan itu sangat penting bagi masa depan,” tegas Febrianto.

Rencananya, data hasil dari ekspedisi peduli pedalaman tersebut akan dijadikan landasan bagi Himadigsa dalam mengembangkan minat belajar pada siswa-siswi di SDN 2 Sindue.

Kepada awak Media Tadulako Febrianto juga mengungkapkan, selain untuk membantu  pengembangan pendidikan di daerah pedalaman, ekspedisi ini juga sekaligus bertujuan  untuk mesosialisasikan program studi pendidikan guru sekolah dasar kepada masyarakat setempat.

Di akhir penyampaiannya, mahasiswa Program Studi PGSD tersebut menyebutkan, selain kemanfaatan eksternal tersebut, agenda ini menurutnya menjadi proses pembelajaran setiap tim yang ikut dalam ekspedisi. Baginya ini pembelajaran yang teramat mahal yang tidak didapatkan di ruang kuliah.

“Selain kemanfaatan bagi proses belajar mengajar di sekolah tersebut, kami yakin bahwa kegiatan ini justru sangat bermanfaat bagi kami dan teman-teman yang tergabung dalam tim ekspedisi. Ini pembelajaran yang mahal, dan tidak didapatkan di ruang kuliah. Kepekaan sosial kami semakin terasah untuk peduli sesame,” terangnya. Ay