Tingkatkan Semangat Meneliti, FMIPA Kenalkan Potensi Bahan Alam Indonesia

Kebutuhan obat dunia semakin meningkat. Penelitian bahan alam obat-obatan menjadi prioritas utama penelitian. Shimizu dan Enos dalam kuliah umum bahan alam pada Senin (10/07) di Aula FMIPA, mengungkapkan sebagian besar bahan alam yang berpotensi sebagai obat terdapat di  Indonesia.

Dekan FMIPA UNTAD, Dr Muhammad Rusyidi H SSi MSi dalam sambutannya mengungkapkan perasaan bahagianya serta ucapan terimakasih atas kehadiran Prof Shimizu dan Prof Enos yang telah bersediah membagikan ilmunya kepada mahasiswa FMIPA.

“Saya sangat berbahagia karena kita kedatangan 2 profesor yang sangat berkompeten dibidangnya. Mudah-mudahan kedepan belia ini bisa membantu kita mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat seperti yang akan kita dapatkan seperti hari ini. Saya juga mengucapkan terimakasi kepada Prof Shimizu dan Prof Enos yang bersediah membagikan ilmu di fakultas kami,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut Rusyidi berharap agar mahasiswanya bisa mendapatkan banyak manfaat dari kuliah umum tersebut. “Kepada anak-anakku saya berharap bisa mengikuti dan mengambil manfaat dari apa yang disampaikan oleh bapak-bapak pemateri,” harapnya.

Dalam materinya yang berjudul “Multi-utilization of natural products medicine, functional food, aroma,” Prof Kuniyoshi Shimizu PhD menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui ternyata jamur memiliki sangat banyak manfaat bagi kesehatan, terutama spesies Ganoderma lingzhi.

G. lingzhi showed multifunctional effects like anti osteoporosis, anti diabetes, anti diabetic complication, anti hypertension, anti influenza, anti cancer and the ethanol extracts of G. lingzhi can suppress the testosterone induced regrowth of prostate,” jelas dosen dari universitas Kyushu, Jepang itu.

Lebih lanjut Shimizu menerangkan bahwa banyaknya fungsi kesehatan yang dimiliki jamur spesies G. lingzhi adalah karena fungi ini diketahui memiliki ratusan kandungan triterpenoid yang memiliki peran besar dalam pengobatan karena target proteinnya yang berbeda-beda sehingga aktivitas biologinya juga berbeda dan mampu mengobati berbagai macam penyakit.

Masih dalam materinya, Profesor yang telah berhasil menuliskan 140 jurnal internasional itu, juga memaparkan bahan alam lain, selain jamur yang juga memiliki efek pengobatan seperti daun salam, akar wangi dan siberian. Ia menjelaskan bahwa bahan alam tersebut memiliki khasiat sebagai aroma terapi yang salah satu manfaatnya mampu menyeimbangkan perubahan detak jantung sehingga dapat mengatasi perasaan gugup pada seseorang.

Selain Shimizu, pada kuliah umum kali ini turut hadir Prof Dr Enos Tangke Arung, dosen Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman. Dalam materinya yang juga mengenai pemanfaatan bahan alam, dosen yang perna mendapat gelar dosen terbaik se-Kalimantan Timur itu mengungkapkan, bahwa Indonesia kaya akan biodiversitas, namun masyarakatnya belum mampu mengelolah dengan baik, sehingga masih kalah jika dibandingkan dengan Jepang yang hanya memiliki sedikit biodiversitas.

“Indonesia keuntungannnya biodiversitasnya banyak, tetapi sayangnya kita tidak fokus mengerjakannya. Sedangkan di Jepang biodiversitasnya memang sedikit, tetapi mereka fokus mengerjakannya dan mereka memiliki semangat bekerja keras, sehingga mereka mampu hasilkan produk-produk alam yang mahal,” ungkap Enos.

Lebih lanjut, salah satu dosen yang memiliki peringkat tinggi di Index Kopus itu, menerangkan bahwa sebenarnya obat-obatan yang beredar saat ini sebagian besarnya bersumber dari bahan alam dan di Indonesia sendiri sangat banyak bahan alam yang berkhasiat sebagai obat. Namun, masih sangat sedikit yang dibudidayakan.

“Obat klinik yang banyak beredar itu dalam catatan WHO 50%-nya itu dari bahan alam, sedangkan 50%-nya lagi adalah hasil sintesis. Selain itu, di Indonesia sendiri dikenal 30.000 spesies tanaman yang 7.000 spesies diantaranya adalah tanaman obat, namun baru 283 spesies yang sudah diidentifikasi serta digunakan dalam industri obat dan dari 283 ini, baru 50 spesies yang dibudidayakan masyarakat,” imbuhnya.Vv

 

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here