Cabang Hifzil Qur’an 5 Juz, Sumbangkan 1 Emas bagi UNTAD.

Kabar bahagia kembali terdengar di Universitas Tadulako. Kafilah Untad yang mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN) Ke XV di Malang menorehkan prestasi membanggakan. Fakhrunnisa, Mahasiswa Prodi Bahasa Indonesia FKIP Untad ini mempersembahkan emas dalam cabang Hafalan Qur’an 5 Juz.

Fakhrunnisa mengaku sangat terharu, saat mendengar namanya meraih juara satu di malam pengumuman pemenang lomba saat itu, Sabtu (03/8). Ia merasa sangat bersyukur atas nikmat dan kejuatan yang Allah berikan di perhelatan akbar mahasiswa nasional itu. “Terharu, terlalu banyak nikmat dan kejutan-kejutan yang Allah kasih. Allah sebaik-baik pemudah segalannya,” ungkap mahasiswa yang pernah aktif di LDK UPIM UNTAD ini.

Ia juga mengucap kesyukurannya dan ungkapan terima kasih kepada Universitas Tadulako, yang memberikan kesempatan untuknya tampil dan berkompetisi bersama seluruh mahasiswa se Indonesia. menurutnya, ini kesempatan berharga yang ia dapatkan, untuk itu kesungguhan dalam berlatih terus menjadi ikhtiarnya hingga meraih peringkat terbaik nasional dan mengharumkan nama tadulako.

Masih dalam keterangannya, Nisa, begitu sapaan akrabnya, menyebutkan dua hal besar yang menjadi motivasi hingga ia terus bersungguh-sungguh menghafal Qur’an. Pertama, ia ingin membangun Taman Pengajian Al-Quran (TPA) Tahfidz, yang terintegrasi antara Hafalan 30 Juz dan pembinaan pemahaman agama melalui tarbiyah.

“Kami ingin membangun TPA Tahfidz, yang nantinya bukan sekedar TPA Tahfidz atau metode hafal 30 Juz, tapi akan juga diterapkan metode tarbiyah yang tujuannya menyeimbangkan antara hafalan Qur’an dan pemahaman agama,” terangnya. “Insya Allah niat baik ini kami jalankan bersama suami saat sudah selesai kuliah nantinya,” imbuhnya.

Nisa juga menambahkan, bahwa niatan itu terinpirasi dari dua figur teladannya, Bapak Subandrio S,Pd dan Ibu Khadija. Dua sosok yang merupakan paman dan bibinya ini, adalah Pendiri dan Pembina Pesantren Tahfidz Al-Baroqah Marana Kecamatan Sindue dan pernah menjadi duta Sulteng dalam lomba Keluarga Sakinah Teladan Nasional bulan agustus tahun lalu di Jakarta.

Lanjut nisa, motivasi kedua yang terus menjadi penguat hingga memacu diri menyelesaikan hafalannya,  adalah inspirasi dalam Firman Allah SWT dan hadist Rasulullah SAW tentang keutamaan para penghafal Qur’an. Ia menyampaikan salah satu hadist yang memotivasinya, bahwa kelak hafalan Qur’an itu menjadi syafaat di hari kiamat, dan bagi kedua orang tuanya, Allah berikan baju yang baru lagi bagus dan Allah pasangkan pula mahkota di kepalanya.

Mahasiswa angakatn 2013 ini juga menitipkan pesan kepada seluruh mahasiswa muslim di Universitas Tadulako, agar senantiasa mendekatkan diri pada Al-Qur’an. Ia mendorong kepada mahasiswa yang belum lancar bacaan tajwidnya, agar mencari lingkungan belajar yang kondusif, misal di lembaga dakwah di masing-masing fakultasnya.

“Untuk teman-teman mahasiswa muslim Untad, yang bacaan tajwidnya belum lancar, saran kami luangkan waktunya untuk belajar tahsin di lembaga dakwah di masing-masing fakultasnya. Semangat akademiknya, semangat juga mengajinya,” ungkapnya.

Jelasnya lagi, bahwa tugas penting yang harus diemban adalah spirit menularkan semangat Al Qur’an di Universitas Tadulako. “Semangat mewabahkan kehangatan Al-Qur’an dan selamat merambatkan semangat Al-Quran di kampus Tadulako tercinta,” ujarnya penuh semangat.

Ia berharap, prestasinya meraih juara 1 di cabang Hafalan 5 Juz ini, bisa menjadi inspirasi bagi calon peserta di 2 tahun selanjutnya. Menurutnya, ini bisa jadi semangat baru bagi Untad, agar terus mempersiapkan diri dan meraih lebih banyak lagi torehan emas di MTQMN mendatang.

Sementara, Rektor Universitas Tadulako, Prof Dr Ir H Muhammad Basir SE MS, mengungkapkan rasa bangganya kepada Fakhrunnisa dan kafilah Untad yang telah mengharumkan nama baik Universitas Tadulako di kancah nasional. Menurut Rektor, ini prestasi gemilang yang sangat membanggakan dan layak mendapat apresiasi tinggi.

“Selamat kepada ananda Fakhrunnisa yang meraih juara satu dan mempersembahkan emas untuk Universitas Tadulako. Dan selamat kepada seluruh Kafilah Untad yang telah memberikan persembahan terbaik untuk kampus kita.  Raihan kemenangan ini adalah bagian dari kebanggaan besar dari Universitas Tadulako,” ujar Rektor di Ruang Kerjannya saat pertemuan bersama beberapa perwakilan Kafilah, Senin (07/8)

Senada dengan itu, Prof Dr H Djayani Nurdin, SE, MSi, selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Univeristas Tadulako, juga menaruh rasa bangga atas raihan prestasi gemilang yang dipersembahkan oleh Kafilah Universitas Tadulako. Khususnya kepada Fakhrunnisa yang telah memberikan ikhatiar terbaiknnya hingga bisa meraih juara.

“Selamat kepada Fakhrunnisa yang telah meraih juara satu dan mempersembahkan yang terbaik untuk Untad. Juga selamat kepada seluruh tim kafilan Untad yang telah memberikan tampilan terbaiknya hingga Untad meraih yang terbaik di panggung nasional,” ungkap Prof Djayani.

Guru Besar Fakultas Ekonomi ini mengaku sangat bangga, sebab saat raihan juara satu Hafalan 5 Juz diraih oleh Untad, beberapa kampus besar langsung memberikan ungkapan selamat kepada Untad yang meriah prestasi tersebut via grup media watshapp.

Ia juga menyampaikan, bahwa prestasi membanggakan ini harus tetap dijaga, dan semoga kedepan, akan lahir kader-kader binaan selanjutnya yang bisa mempertahankan raihan juara ini. Menurutnya, raihan ini akan menjadi inspirasi kita agar kedepan agar terus berpacu mempersiapkan kader-kader terbaik hingga bisa disegani di event nasional MTQMN ini.

Dalam perhelatan akbar yang digelar di dua kampus, Universitas Negeri Malang dan Universitas Brawijaya, Kafilah Universitas Tadulako memberangkatkan 17 peserta terbaiknnya dengan mengikuti 8 cabang lomba. Diantaranya, tilawah putra-puteri, tartil putra-putri, kaligrafi putra, Syarhil Qur’an, Fahmil Quran, Hifzil Qur’an 5 Juz Putri, Desain Aplikasi Kandungan Al-Qur’am serta debat bahasa Inggris kandungan Al-Qur’an.  Rf

 

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here