Ir.Adam Malik, M.Sc., Ph.D, Pesan Semangat dari Dosen Penuh Semangat

Ir.Adam Malik, M.Sc., Ph.D, wakil dekan bidang kemahasiswaan Fakultas Kehutanan Untad ini memiliki semangat juang tinggi dalam hal Pendidikan. Terbukti bukan hanya unggul dibidang penelitian dan pelatihan, namun ayah tiga orang anak ini pula telah berhasil menyekolahkan ketiga buah hatinya hingga kejenjang perkuliahan.

 

Semenjak lulus dari Universitas Hasanuddin di Makassar dan memperoleh gelar Ir di depan namanya pada tahun 1987. Lepas memperoleh gelar Insinyurnya itu tak lantas membuat pria kelahiran 1963 merasa puas, ia merasa bahwa masih banyak ilmu yang belum diketahuinya, tentang ilmu kehutanan tentunya. Lewat Beasiswa DAAD (Demic Exchange service) pria 54 Tahun itu mendapatkan kesempatan untuk menggali lebih banyak ilmu tentang kehutanan di Georg August University of Goettingen, di jerman. Hingga pada tahun 1998 ia berhasil membawa pulang gelar M.Sc dibelakang namanya. Tidak berhenti sampai disitu saja lewat beasiswa dan di Universitas yang sama pula ia kembali melanjutkan Pendidikan kejenjang doktoral dan pada tahun 2002 kembali Wabima Fahutan (Wakil dekan Bidang Kemahasiswaan) itu membawa pulang gelar baru dibelakang namanya, Ph.D.

Pak Adam, begitu beliau akrab disapa, kunci dari setiap kesuksesaan yang akan atau yang telah diraih adalah semangat dan memiliki daya juang yang tinggi. Karena menurutnya dengan kedua hal itulah, sebuah bahkan berpuluh-puluh kesuksesan akan diraih. “Cara meraih kesuksesan adalah dengan memperbanyak semangat dan sedikit semangat juang yang tinggi. Hal inilah yang berusaha terus saya lestarikan di dalam diri saya sehingga, kesuksesan demi kesuksesan dapat diraih” pungkasnya saat ditemui oleh awak Media Tadulako.

Pria yang dikenal akrab dengan mahasiswa ini telah memulai penelitiannya sejak menempuh pendidikan strata satu di Universitas Hasanuddin, Makassar pada tahun 1986, selanjutnya pada tahun 1989 setahun setelah terangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), pada tahun 1988, pria yang terkenal dengan keramahannya itu telah melaksanakan penelitian mengambil tema ‘The Effect of Mulching and Watering Intersity on Cassia Siamea Lamk.’.

Sederet penelitian serta publikasi ilmial yang telah dilakukannya, tak membuatnya puas. Hingga kini Pak Adam masih terus melaksanakan penelitian-penelitian dibidangnya hingga melaksanakan seminar-seminar ilmiah. Baginya, semakin banyak penelitian yang berasal dari Indonesia, maka nama negara ini pula akan semakin harum.

“Salah satunya lewat penelitian dan berbagai publikasi ilmiah yang dilakukan oleh anak bangsalah nama Indonesia akan semakin harum, sehingga penting bagi kita untuk terus memiliki semangat juang yang tinggi, Karena hanya dengan itulah kita dapat bersaing dengan anak-anak bangsa asing lainnya” ungkapnya.

Dosen yang telah mengabdikan diri di Universitas Tadulako sejak tahun 1988 ini, telah melihat banyak perubahan yang terjadi di kampus tadulako, mulai dari sarana prasarana hingga kemanan lingkungan kampus yang semakin hari coba pelan-pelan dibenahi.

“Semua perubahan yang terjadi tidaklah terjadi secara spontan, namun ada proses yang harus dijalani, baegitu pula hidup, apa yang sebenarnya nampak sekarang bukanlah sesuatu yang membanggakan jika tidak dimulai dari proses yang menyakitkan lagi menyulitkan. Hal ini adalah sebuah proses yang harus terus dijalani, pun dengan universitas tercinta ini, banyak batu kerikil yang harus disingkirkan agar menjadi jalanan yang bagus, dan itulah yang saya perhatikan dari Untad kita ini. Seiring berjalannya hari Untad semakin berkembang mulai dari tidak ada hewan ternak yang berkeliaran hingga masalah air, pelan-pelan semua telah diatasi. Semangat juang tinggi itulah yang dimiliki oleh Universitas kita ini. Berjuang untuk dapat berproses lebih baik, dan berjuang untuk dapat memberikan yang terbaik. Karena semua hal perlu untuk diperjuangkan” jelasnya saat ditanya tentang tanggapannya mengenai perubahan Untad dari jaman dulu hingga kini.

Memiliki semangat juang yang tinggi itulah yang terus diterapkan oleh dosen menejemen hutan ini kepada para mahasiswa, sehingga semangat mahasiswa dapat terus terjaga dan dapat memperjuangkan apa yang perlu diperjuangkan dengan.

“Saya selalu menerapkan jiwa-jiwa semangat juang kepada para mahasiswa saya sehingga semangat berkompetisi mereka dapat men-darah daging dan tidak lagi malu dan minder saat berkompetisi di kancah nasional maupun internasional, lewat hal itulah maka nama Indonesia, khususnya Untad dapat lebih dikenal dan diakui daya saingnya” lanjutnya.

Menurutnya selain semangat jiwa berjuang yang harus terus dipupuk, ada hal yang paling penting dari semua itu, hal itu adalah tawwakal Allalah, Karena menurut Pak Adam, semangat bolehlah dipupuk namun jika rasa percaya dan berserah diri kepada yang maha kuasa tidak ada, maka semua itu akan terasa kurang lengkap. “ Jika semangat juang yang tinggi telah dimilikinya, namun hasil yang diperoleh tidak sesuai yang diharapkannya, maka yang kurang dari setiap perjuangan kita adalah mungkin disetiap perjuangan itu kita kurang menyerahkan semuanya kepada yang maha pencipta, mungkin kita kurang menyerahkan hasilnya kepada yang maha bijaksana, hal  itulah yang harus kita ingat selalu” tandasnya.

Segala letih dan perjuangan telah dilakukan demi sebuah cita-cita, begitu pula dengan Untad, diumurnya yang ke-36 kemarin, Pak Adam Malik selaku ketua panitia diacara dies natalis untad menyampikan bahwa, pada dies natalis kali ini, euphoria dan kebahagiaan setiap lapisan masyarakat kampus begitu terasa, terbukti dari antusiasme masyarakat kampus dalam lomba kebersihan fakultas yang diadakan kemarin.

“Ditahun ini, antusiasme masyarakat kampus terhadap hari ulang tahun Untad lebih nampak, terbukti dari semangat dalam menjaga kebersihan fakultas masing-masing dalam lomba fakultas terbersih di tahun ini” tutupnya. (Wrd)