Untad Raih Peringkat 8 dari 281 Kampus Se-Indonesia dalam Perhelatan Akbar MTQMN XV di Kota Malang

Kabar mebanggakan selanjutnya dalam kompetisi nasional MTQMN XV di Kota Malang ini, dengan raihan satu emas dalam cabang Hafalan Qur’an 5 Juz, Universitas Tadulako dikukuhkan sebagai peringkat ke delapan dari ratusan kampus yang ikut berkompetisi. Prestasi membanggakan itu, kembali mengharumkan nama Universitas Tadulako di panggung bergengsi dua tahun sekali ini.

Dalam pemeringkatan pemenang, juara umum diraih oleh Universitas Negeri Malang dan Runner Up Universitas Brawijaya, serta Untad menduduki posisi peringkat ke 8, dan meneguhkan kampus biru ini menjadi satu-satunya kafilah dari Indonesia timur yang masuk 10 besar pemenang. Kabar yang sangat menginpirasi prestasi tadulako.

Menanggapi hal itu, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (21/08),  Wakil Rektor Bidang kemahasiswaan Prof. Dr. Djayani Nurdin SE, MSi, mengaku sangat bangga dan memberi apresiasi tinggi kepada Kafilah Universitas Tadulako yang berkompetisi di event nasional tersebut.

“Tentunya kita sangat bangga kepada Kafilah Universitas Tadulako yang ikut dalam kompetisi nasional itu. Bisa meraih satu emas dan merebut posisi 8 besar dari ratusan perguruan tinggi yang ikut bertanding. Ini sangat membanggakan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada duta tadulako yang telah membawa nama baik kampus tercinta,” ungkap  Prof Djayani.

Ia  juga menambahkan bahwa peringkat 8 yang diraih saat ini, selain perlu dipertahankan juga sangat penting untuk ditingkatkan. Dua tahun mendatang akan digelar kembali MTQMN ke XVI, maka persiapan menurutnya harus lebih baik, agar di MTQMN selanjutnya,Untad bisa meraih peringkat yang lebih baik lagi.

“Dua tahun selanjutnya MTQMN Ke 16 kembali digelar, prestasi rangking 8 ini sangat membanggakan dan selain kita perlu menjaga dan mempertahankan, sangat penting untuk kita tingkatkan. Untuk itu, kerja bersama dalam persiapan lebih dimatangkan lagi sejak saat ini,” ujar Guru Besar Fakultas Ekonomi tersebut.

Senada dengan itu, Dr Muhammad Khairil M.Si, selaku Ketua Kafilah Untad, mengutarakan bahwa meraih peringkat yang membanggakan tersebut sangat kita syukuri, tapi yang teramat sulit kedepan ialah mempertahankan dan meningkatkan raihan itu. Namun menurutnya, asalkan persiapan untuk melakukan pembinaan lebih masif lagi, ia yakin Untad bisa tampil lebih maksimal di MTQMN selanjutnya.

Sementara,  Masyittah salah satu peserta yang ikut dalam ajang tersebut menyampaikan evaluasinya atas proses MTQ yang ia ikuti. Menurutnya, masih banyak hal perlu diperhatikan serius. Jika Untad ingin juara lebih banyak lagi kedepan, proses seleksinya harus serius dan proses pembinaannya harus jauh lebih maksimal, baik maksimal dalam waktu latihan maupun dalam kualitas pemibanaannya.

“Menurut saya, pembinaan MTQ di lingkup Untad belum maksimal. Masa iya? Kegiatan nasional hanya memerlukan waktu latihan kurang lebih dua minggu saja. Harusnya, jika ingin Untad mampu bersaing dengan seluruh PTN dan PTS di seluruh Indonesia harus dalam hitungan bulan atau bisa dibentuk kelas-kelas cabang MTQ, sebagai wadah pembinaannya yang lebih maksimal lagi,” ungkapnya.

Berkaitan dengan itu, Kembali Prof Djayani menyampaikan rencana persiapan yang akan Untad lakukan dibawah program Kemahasiswaan yang tengah ia jalani saat ini sebagai Wakil Rektor Bidang kemahasiswaan . dalam keterangnnya kepada Media Tadulako pekan lalu, bahwa pihaknya akan mempersiapkan kafilah MTQ dengan waktu yang lebih matang lagi. Sebelum MTQMN di gelar 2 tahun mendatang, setahun sebelumnya, Untad akan menggelar event MTQMN yang lebih kompetitif di tingkat universitas dan selanjutnya akan dilakukan program pembinaan yang lebih matang lagi.  Ia juga menyampaikan, hal ini akan digawangi oleh LDK UPIM yang memiliki peran strategis dalam program tersebut.

Menanggapi hal itu, Rifki salah satu pengurus LDK UPIM menaruh harapan besar atas proses seleksi dan pembinaan MTQ di Untad yang lebih meningkat lagi. Ia dan rekan-rekannya di LDK UPIM secara kelembagaan siap mengambil peran strategis mengawal MTQ di tingkat universitas dan proses pembinaannya jika semua pihak mendukung hal ini.

“Kami berharap besar, proses seleksi dan pembinaan MTQ lebih masif dan maksimal lagi di Untad. Kami di LDK siap mengambil peran aktif dalam proses seleksi dan pembinaan itu. Dan jika tahun depan akan digelar MTQ tingkat univeristas dengan kemeriahan event dan proses seleksi yang lebih kompetitif, LDK Upim siap mengawalnya dengan totalitas,” terang Mahasiswa FKIP tersebut.

Menurutnya juga, bahwa konsen LDK UPIM sudah jauh sebelumnya memikirkan persiapan MTQ, hal itu diwujudkan dalam  Mubes LDK UPIM 3 tahun lalu, yang membentuk BSO Rumah Iqra yang tugas pentingnya mengawal pembinaan kemampuan bacaaan Alqur’an mahasiswa serta konsen pada pembinaan mahasiswa yang memiliki potensi dalam kategori lomba-lomba MTQ.

“LDK UPIM telah jauh sebelumnya menjadikan konsen diskusi soal persiapan dan kesiapan mengawal MTQ Untad. Dalam mubes tiga tahun lalu telah di bentuk BSO Rumah Iqra yang salah satu fokus kerjanya adalah mengawal kerja-kerja MTQ. Dan jika setelah evaluasi MTQ tahun ini, akan digelar proses seleksi yang lebih komeptitif dengan diadakan event MTQ tingkat Universitas serta proses pembinaan diamanahkan kepada LDK UPIM, secara kelembagaan kami siap mengawal dan menjalankannya,” ujar optimis Ketua BSO Rumah Iqra LDK UPIM ini. Rf