36 Tahun Berkiprah; UNTAD PUNYA POTENSI BESAR UNTUK MAJU

Prof. D. Ir Alam Anshari MSi (Ketua Dewan Pertimbangan Universitas Tadulako)

Sore itu (Selasa, 22/08) Media Tadulako berkesempatan berkunjung ke ruang kerja Ketua Dewan Pertimbangan Universitas Tadulako, Prof Dr Ir Alam Anshari MSi. Kedatangan kami disambut hangat, Prof Alam Anshari telah bersiap dengan senyum khasnya. Bersama mantan Dekan Pertanian ini Media Tadulako mengulas Perjalanan Kampus Tadulako di usianya yang sudah menganjak 36 tahun.

Bicang-bincang santai jelang penghujung jam kerja itu kami seperti diajak bernostalgia oleh Prof Alam tentang bagaiamana pengalamannya padan masa-masa awal ia mengabdikan diri di Untad yang saat itu dalam kondisi serba keterbatasan.

“Saya mengajar di Untad sejak tahun 1986. Kami masih menulis dipapan menggunakan kapur tulis, bahkan terkadang pula kami mendikte bahan kuliah kepada mahasiswa,” ungkapnya.

Bahkan Prof juga menceritakan satu pengalaman, mahasiswa yang diajarnya terpaksa harus menerima materi perkuliahan dalam kondisi berdiri, karena kursi yang tidak memadai di ruang kelas saat itu.

Meski begitu, hal tersebut tidak melunturkan semangatnya untuk melaksanakan tugas dan menularkan ilmu kepada mahasiswa. Prof Alam juga mengaku salut kepada semangat mahasiswa ketika itu yang meski dalam kondisi keterbatsan fasilitas, mereka mempunyai kemauan dan semangat belajar yang luar biasa.

“Saat ini tidak lagi seperti itu, dari segi infrakstruktur Untad mengalami peningkatan. Kursi-kursi sudah memadai, ruang-ruang kelas yang sudah memiliki daya tamping yang cukup dengan jumlah mahasiswa yang ada, begitupun fasiulitas-fasilitas lain diruang kelas yang sekiranya telah menunjang untuk berjalannya perkuliahan dengan baik.” Terang Prof Alam.

Selanjutnya, Prof Alam melihat perkembangan Untad saat ini dapat dilihat dari segi sumber daya manusianya yang menunjukkan perkembangan dari waktu ke waktu.

“Jika berbicara SDM, tentunya kita akan berbicara tentang sejauhmana SDM yang ada mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya baik itu pegawai, dosen, maupun seluruh unsur sumber daya.” Pungkasnya.

Menurut Prof Alam, SDM di Untad mengalami perkembangan dari waktu ke waktu.

“Salah satu contoh yang bisa kita lihat dalam hal ini adalah Jumlah doktor yang kita miliki, dari tahun ketahun mengalami peningkatan. Begitu pula dengan jabatan akademik yang ada. Dari yang awalnya lektor kemudian naik menjadi lektor kepala sampai kepada guru-guru besar. Tiap tahun terus meningkat.” Jelasnya.

Prof Alam mengatakan, jumlah publikasi tulisan dari dosen-dosen juga menunjukkan trend yang meningkat. Banyak juga dosen yang menerima hibah-hibah kompetisi dari Dikti. “Dosen-dosen kita telah banyak menerbitkan buku-buku ajar atau buku-buka referensi. Begitu pula dengan mahasiswa kita baik mahasiswa S1, S2 dan S3 yang juga telah banyak mempublikasikan tulisan-tulisannya. Hal ini menunjukkan bahwa kita punya SDM yang potensial.” Ujarnya.

Prof Alam menambahkan, meningkatnya kualitas SDM ini berdampak signifikan pada luaran Universitas Tadulako. Dimana masa studi mahasiswa Untad sudah cenderung pendek. Yakni  sudah bisa menyelesaikan stdudi dengan jangka waktu hingga 3 setengah tahun saja. Dengan begitu, hal tersebut menjadi poin plus terhadap pihak stakeholder ataupun masyarakat luas.

Menurutnya hal ini tidak terlepas dari visi Untad pada tahun 2020, Untad unggul dalam pengabdian kepada masyarakat melalui pengembangan pendidikan dan penelitian. “Sebagaimana yang telah disampaikan Rektor, bahwa makna dari visi ini ialah sejauh mana civitas akademika Untad mampu memberikan layanan yang baik, bermutu, dan diterima dengan baik oleh stakeholder. Dan alhamdulilah, hal itu sudah telah perlahan-lahan kita capai bahkan sebelum tahun 2020 sebagaimana yang ditergetkan pada awalnya. Inilah yang kami di Dewan Pertimbangan bersama-sama dengan unsur pimpinan di Universitas ini selalu mengupayakan agar bagaiamana pengimplementasian dari visi dan misi Untad tersebut.”

Bincang-bincang sore itu pun sampai pada pembahasan mengenai lingkungan, dimana Prof Alam mengakui bahwa semakin lama Untad semakin asri dengan lingkungannya yang perlahan-lahan ditata.

“Sangat jauh berbeda kondisi lingkungan Untad saat ini. Apabila saya mengenang kembali bagaiamana pada masa-masa awal mengabdi disini, saat ini sudah luar biasa. Untad sudah semakin bersih dan asri.” Tuturnya.

Secara keseluruhan menurut Prof Alam, capaian Untad saat ini dapat terwujud karena semangat kebersamaan yang kita miliki diantara civitas akademika Universitas Tadulako.

“Tanpa kebersamaan, saya kira semua ini sulit untuk terwujud. Olehnya itu mari kita menjaga semangat kebersamaan ini sampai seterusnya. Sesuai dengan jargon kita, “Satu Untad, Satu Nafas, Satu Keluarga”.

Dari jargon itu, menurut Prof Alam terselip makna yang mendalam tentang bagaiamana kebersamaan seluruh Civitas akademika, mulai dari mahasiswa, pegawai dan dosen. Sebab Ini sesungguhnya adalah satu sistem. Sehingga jika ada satu bagian dari sistem hilang, maka tidak akan bisa berjalan dengan baik sistem ini.” Tegasnya.

Prof Alam berharap, dengan pengimplementasian terhadap jargon tersebut yang dijiwai pada tujuan bersama kita sebagaiamana tercantum pada visi-misi Untad, semoga akan semakin menjadikan kampus kita ini lebih maju lagi kedepannya. Dimana kemajuan itu mampu menyentuh seluruh aspek tri dharma perguruan tinggi.

“Saya yakin Untad memiliki potensi yang tidak kalah dengan perguruan-perguran tinggi lain yang sudah lebih maju.” Ucapnya.

Tak terasa, perbincangan hangat itu berlangsung sampai memasuki waktu ashar. Kami pun pamit dengan juluran tangan jabat salam kepada sosok bersahaja ini. Perjalanan meninggalkan ruangan yang berada di lantai 4 Rektorat itu, terbesit do’a dan harapan semoga senantiasa diberikan yang terbaik bagi Kampus Tadulako kita yang tercinta ini, agar semakin maju dan lebih baik lagi kedepannya. Wn

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here