HUT Kemerdekaan RI Ke 72, Kokohkan Indonesia Kerja Bersama

Kamis (17/8), Universitas Tadulako menggelar Upacara Peringatan Hari Proklamasi  Kemerdekaan Republik Indonesia. Upacara yang dilaksanakan mulai pukul 07.00 wita tersebut berjalan penuh khidmat. Rektor Universitas Tadulako, Prof Dr Ir H Muhammad Basir SE MS, bertindak langsung sebagai inspektur upacara.

Dalam upacara tersebut, Rektor Untad juga membacakan sambutan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia. Pengantar sambutan menteri itu, mengungkapkan rasa syukur atas peringatan HUT RI yang ke 72. Menurutnya, rasa syukur terwujud hari ini dengan terselenggaranya upacara peringatan kemerdekaan RI dengan penuh khidmat.

“Hari ini, tepat 72 tahun lalu, kemerdekaan Republik Indonesia diproklamasikan. Dan saat itu, sebagai wujud syukur kita, atas rahmat Allah SWT yang maha kuasa, kita memperingatinya hari ini dengan penuh khidmat,” terang Prof Basir dalam sambutan tersebut.

Sambutan Menteri tersebut juga mengutarakan bahwa rasa syukur itu harus senantiasa diaktualiatasikan dalam Indonesia Kerja Bersama. “Rasa syukur ini juga kita aktualiasikann dalam Indonesia Kerja Bersama demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat, manidiri dan berkepribadian, berlandaskan gotong royong,” ujarnya.

Ia menjelaskan gotong royong yang dimaksudkan, menguktip ungkapan Presiden Pertama, Ir Soekarno pada Juni 1945. Bahwa gotong royong adalah pembantingan tulang bersama, perasan keringat bersama, perjuangan bantu-membenatu bersama,amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagaiaan semua.

Menristek Dikti mendorong kepada seluruh sivitas yang ada di perguruan tinggi di seluruh Indonesia, agar bersama-sama membangun bangsa, dengan berggotong royong, bahu membahu, bersinergi dan saling melengkapi.

“Marilah kita bersama-sama membangun bangsa ini, bergotong royong, bahu membahu, bersinergi dan saling melengakapi, mewujudkan Indonesia yang bersatu, berdaulat adil dan makmur,” ungkapnya.

Hari ulang tahun Indonesia yang ke 72 ini, Menurut H Mohamad Natsir dalam pidato itu, bahwa sudah seharusnya tidak hanya saja menjadi moment peringatan bagi kita, namun menjadi saat yang tepat untuk merefleksikan kembali capaian yang telah kita raih, dan bersiap atas segala tantangan kedepan.

Untuk menghadapi berbagai tantangan itu, Kemenristek Dikti telah menetapkan tujuan stratagis 2019, yakni meningkatnya relevansi kuantitas dan kualitas sumber daya manusia berpendidikan tinggi, serta kemampuan iptek dan inovasi, untuk keunggulan daya saing bangsa. Ia meyakini bahwa dengan kerja bersama, tujuan strategis itu dapat terwujud.

“Saya yakin, dengan kerja bersama, kita dapat mencapai tujuan strategis tersebut, mulai dari diri kita sendiri, dari lingkungan sekitar kita dan dari institusi kita. Bangun budaya anti plagiat, budaya keilmuan yang menghasilkan inovasi dan karya bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat,” terang Moh Natsir dalam sambutannya yang dibacakan Prof Basir.

Dalam Upacara yang berlangsung kurang lebih dua jam tersebut, hadir pula 9000 lebih mahasiswa baru angkatan 2017, mahasiswa program KKN di lingkungan kampus, pegawai, dosen dan seluruh sivitas akademika Universitas Tadulako. Upacara tersebut berjalan lancar, dengan pengibaran bendera merah putih oleh Pasukan Pengibar Bendera dari Siswa-siswi terbaik SMA LAB School Untad. Rf

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here