Manfaatkan Teknologi Skype Fisika FMIPA Tingkatkan Kerjasama Luar Negeri

Fisika melakukan MOU bersama Cobesiwa University dan Amagasaki kita High School dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris Mahasiswa dan Dosen. Kerjasama yang dipelopori Mr. Graham Jhons tersebut dilaksanakan pada Kamis (03/08) di Aula FMIPA.

Salah seorang mahasiswa yang turut hadir pada kegiatan tersebut, Riyan Hankey Ranonto mengatakan bahwa kegiatan video conference yang dilaksanakan oleh jurusannya dengan universitas dan SMA di Jepang tersebut, sangat membantunya dalam meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris yang dimilikinya. Karena dalam kegiatan yang dipelopori oleh seorang peneliti yang pernah meneliti gerhana matahari tersebut dilakukan dengan cara yang menyenangkan, yaitu dengan memeran tokoh dalam sebuah cerita yang sudah disediakan, sehingga dapat melatih kemampuan bahasa Inggris dalam 3 aspek sekaligus yaitu, speaking, reading dan listening.

“Kegiatan itu awalnya dipelopori Mr. Graham Jhons yang dulu perna datang untuk meneliti gerhana matahari di Palu. Ini kita lakukan untuk latihan bahasa Inggris. Model latihan bahasa Inggrisnya itu ada sebuah naskah cerita yang panjang yang akan kita perankan. Jadi kita disitu belajar mendengarkan, pronounciation dan membaca yang baik. Itu konsep yang dibangun dalam kegiatan ini,” ungkap Riyan.

Menurutnya selain melatih kemampuan bahasa Inggris, kegiatan itu juga sangat membantunya dalam meningkatkan kepercayaan diri untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang asing.

“Menurut saya dengan adanya kegiatan ini saya bisa melatih kemampuan saya bicara dengan orang asing. Apalagi disitu kita tidak hanya membaca tapi kita dituntut untuk menjelaskan bagaimana jika kita yang ada dalam cerita tadi. Jadi sangat melatih kita dalam berbicara bahasa Inggris dan juga melatih kepercayaan diri saya untuk berbicara dengan mahasiswa asing dan tentunya bisa meningkatkan hubungan dengan orang asing yang ada di luar,” tuturnya.

Dalam kerjasama yang berbasis teleconference itu, Riyan berharap agar kegiatan tersebut dapat menjadi wadah untuk terus menjalin hubungan tanpa dibatasi jarak. “Kita ingin membangun sebuah wadah, yang melalui wadah ini kita dapat melakukan kerjasama yang tidak terbatas oleh tempat dalam hal ini jarak negara,” harapnya

Lebih lanjut, ia juga menerangkan bahwa video conference  itu akan terus berlanjut dan diupayakan untuk dilakukan secara rutin setiap bulannya dan akan diperluas untuk lingkup Fakultas. “Rencananya tiap bulan kita akan rencanakan kegiatan seperti itu. Tapi bukan hanya komunitas yang ada di Fisika saja, kita coba perluas di lingkungan MIPA,” terangnya.

Dekan FMIPA, Dr Muhammad Rusydi H MSi yang juga hadir dalam kegiatan itu, mengaku sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Karena menurutnya, untuk menjalin kerjasama dengan pihak asing terutama untuk belajar bersama bukanlah hal yang mudah. Selain itu, kegiatan tersebut juga memperlihatkan kemampuan memanfaatkan teknologi dengan keterbatasan yang ada.

“Saya kira kegiatan itu sangat bagus dan sangat inspiratif. Karena menurut saya untuk membangun kegiatan kerjasama dengan universitas luar negeri itu tidak mudah. Kemudian dengan menggunakan teknologi dengan komunikasi jarak jauh,” ungkapnya.

Dekan yang sekaligus dosen fisika itu berharap agar kegiatan tersebut dapat terus berlanjut dan berkembang ketingkat fakultas, bahkan bisa diperluas bukan hanya pada bahasa Inggris, tetapi juga pada bidang science, apalagi dengan jumlah dosen yang semakin terasa kurang dengan pertambahan mahasiswa, sehingga membutuhkan bantuan dari pihak lain.

“Harapannya agar kegiatan bisa terus berlanjut dan bisa berkembang agar tidak hanya fisika tetapi jurusan-jurusan lain juga bisa. Karena itukan belajar dan saya juga harap agar pembelajaran jarak jauh ini bukan hanya dalam bahasa Inggris, tetapi juga bidang-bidang yang lain termasuk bidang Fisika, Matematika, Kimia, Biologi, Farmasi dan Statistika. Mengingat semakin hari dosen semakin lebih sedikit dibanding dengan jumlah mahasiswa,” harapnya.

Untuk itu menurutnya, sangat dibutuhkan teknologi yang bisa menutupi kekurangan tersebut dengan proses pembelajaran dengan menggunakan skype seperti ini. Dengan begitu, dosen-dosen yang di luar tapi tidak perlu datang, cukup dengan memanfaatkan teknologi saja dengan proses pembelajaran jarak jauh.Vv