Meet And Greet New Member Tangkasi Bangun Spirit Peneliti dan Konservasionis Muda Tadulako

Ahad (20/08), mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Konservasi Tangkasi sukses menggelar acara “Meet and Greet” new member. Kegiatan yang diselenggarakan di UPT  Sumber Daya Hayati Sulawesi Tengah merupakan lanjutan dari open recruitment yang dibuka pada 31 mei 2017

Tangkasi yang merupakan singkatan dari Tadulako untuk Ekologi dan Konservasi ini dibentuk pada tanggal 15 januari 2015. Komunitas ini mencoba mengembangkan diri di dunia konservasi sekaligus sebagai wadah eksplorasi keaneka ragaman hayati yang ada di sulawesi tengah. Tak hanya itu, Tangkasi juga berperan sebagai jembatan penghubung antara para konservasionis yang ada di sulawesi tengah dan pegiat konservasi lainya di seluruh indonesia.

Pada kegiatan meet & greet tersebut, Tangkasi menghadirkan dua pemateri. Ibu Dr. Ir. Hj. Wardah MFSc didaulat menjadi pemateri pertama. Ia merupakan Kepala UPT. Sumber Daya Hayati Sulawesi Tengah, sekaligus sebagai dosen aktif di Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako. Dalam materinya, selain menjelaskan begitu banyaknya keanekaragaman flora dan fauna endemik  yang ada disulawesi ini, beliau juga terlihat sangat bersemangat dalam memotivasi para new member untuk lebih aktif terlibat di dunia konservasi.

Sedangkan pemateri kedua, Sheherazade, M.Si., Ketua Tamboramuda, komunitas peneliti muda dan penggiat konservasi alam Indonesia. Sera, begitu sapaan akrab peneliti muda ini juga didaulat menjadi mentor di Komunitas Tangkasi.

Pada kegiatan tersebut ia memperagakan berbagai alat untuk menangkap kelelawar sekaligus menjelaskan tentang cara penggunaanya. Tak terlewatkan pula, ia memberi informasi seputar jaringan konservasionis muda yang ada di seluruh indonesia.

Kedepanya, new member Tangkasi yang terpilih akan dihadapkan dengan dua program Tangkasi, yaitu Project Perahu Maleo di Suaka Marga Satwa Tanjung Matop dan Monitoring Kelelawar.

Saat ditemui awak Media Tadulako di sela-sela kegiatan, Hamzah berharap agar kelak new member Tangkasi dapat mengangkat kearifan lokal budaya serta dapat mengenalkan keanekaragaman hayati yang ada di daerah mereka masing-masing.

“Harapanya kita kedepanya, setiap kader dari Tangkasi dapat mengembangkan pasionnya di bidang konservasi sehingga ketika mereka kembali kedaerah asalnya, mereka dapat mengangkat kearifan lokal budaya serta dapat mengenalkan keanekaragaman hayati yang ada di daerah mereka masing-masing,” ujarnya Wakil Ketua Tangkasi tersebut.

Sementara itu, Wahyudi selaku ketua komunitas konservasi mahasiswa muda tadulako ini menyebutkan bahwa salah satu yang menjadi ikhtiarnya bersama tim menghadirkan Tangkasi ini agar dapat berkontribusi banyak bagi Indonesia, terkhsus bagi kampus tercinta Unversitas Tadulako.

“Tangkasi yang baru berumur belia ini, menjadi semangat baru bagi kita, bahwa ini menjadi ikhtiar kami dan tim agar dapat berkontribusi untuk negeri tercinta Indonesia. lebih khsusus juga, dapat berkontribusi untuk Untad, agar kiranya menjadi wadah pemantik semangat peneliti dan konservasionis muda tadulako,” terangnya penuh optimis.(Ars)