Aksi Penggalangan Dana Untuk Rohingnya Bukti Kekompakkan UKM FAPETKAN

Senin (11/09) BEM, MPM An-Nahl dan beberapa UKM lain di FAPETKAN menggelar aksi penggalangan dana untuk kaum Muslimin Rohingnya. Aksi yang dilakukan di lingkungan Fakultas Peternakan dan Perikanan tersebut menunjukkan kerjasama dan solidaritas UKM di fakultas itu.

Yusran Pranata (Peternakan  2014), selaku ketua BEM FAPETKAN menuturkan bahwa aksi tersebut diharapkan dapat meningkatkan rasa kepedulian yang mereka miliki. “Aksi ini merupakan efek dari kepedulian sosial yang dimiliki MPM An-Nahl dan pengurus BEM. Harapannya adalah untuk  menumbuhkan, meningkatkan dan menghadirkan rasa peduli kepada sesama Muslim dan mengingatkan kembali perlunya persatuan dan kesatuan berbangsa,” tuturnya.

Ketua MPM An-Nahl, Dian Setiawan menerangkan bahwa dalam melakukan aksi tersebut, MPM An-Nahl berinisiatif mengajak UKM lainnya, karena mereka ingin bersama melakukan kebaikan, serta untuk mempererat kekeluargaan diantara UKM  FAPETKAN.

“An-Nahl memilih bekerjasama dengan mereka, selain karena An-Nahl hadir sebagai inisiator penggalangan dana itu, An-Nahl juga menginginkan hal yang serupa bisa dilakukan UKM-UKM lain di FAPETKAN. Olehnya kami memilih bekerjasama dengan mereka agar rasa kekeluargaan kami dan juga kerjasama antar UKM itu bisa dirasakan,” terang mahasiswa angkatan 2015 itu.

Masih dalam penuturannya, aktivis dakwah sudah sepatutnya peka terhadap kejadian-kejadian seperti itu, karena setiap muslim itu bersaudara dan ibarat tubuh yang jika salah satu bagiannya mengalami sakit akan berdampak pada bagian tubuh lainnya.

“Kami sebagai aktivis dakwah dituntut harus peka terhadap kejadian-kejadian seperti ini, terlebih lagi itu merupakan bentuk tindakan yang membuat hati-hati kami tersayat karena harus menimpa saudara-saudara seiman dan seakidah kita. Sepertiyang kita ketahui bersama bahwa muslim itu bersaudara dan ibarat tubuh, jika salah satu bagian tubuh kita mengalami sakit pastinya akan berdampak pada bagian tubuh yang lain,” tuturnya.

Dian menambahkan sebagai seorang Muslim harusnya kita mampu bersikap responsif dan empati terhadap kejadian yang menyayat hati seperti yang dialami Muslim Rohingnya tersebut. Bahkan tak hanya sebagai seorang Muslim, layaknya sebagai sesama manusia sudah sepantasnya hati kita tergerak untuk menolong mereka dengan apapun yang kita miliki.Vv