BERBEKAL KEBERANIAN DAN KETEGUHAN HATI, MEMBAWANYA BERTEMU CINTA SEJATI

Judul              : Maryamah Karpov

Penulis            : Andrea Hirata

Penerbit         : Bentang, 2008

Tebal              : 504 hlm.

 

Siapa yang tak kenal Andrea Hirata, seorang  penulis buku yang sangat populer. Novel ini menceritakan semua hal tentang  Laskar Pelangi, A Ling, Arai, Lintang dan beberapa tokoh dalam cerita sebelumnya. Pembaca akan dibawa oleh Andrea pada kata-kata sihir dan kisah-kisah menakjubkan sekaligus mengharukan.

Tokoh utama yang diangkat dalam novel ini adalah “Ikal” seorang pemuda yang terlahir dikeluarga miskin yang serba kekurangan tak menyurutkan niatnya untuk meneruskan sekolah sampai ke universitas terkemuka “Sorbone University”. Disitulah Ikal mengawali nasibnya menjadi seorang mahasiswa asing yang berada jauh dari keluarga.

Setelah masa studynya berakhir kini dia menyandang gelar masternya, akan tetapi setelah menjadi alumni disebuah Universitas terkemuka itu belum menjamin untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Ikal pun pulang dengan membawa ijazah ke kampung halamannya di Belitong sebuah Pulau kecil yang sangat terpencil dipelosok bersebelahan dengan Selat Malaka sebuah Pulau kecil yang terhampar sebuah zamrud lukisan indah sang ilahi.

Kembali ke kampung membuatnya rindu akan masa kanak-kanak  bersama sahabat-sahabat kecilnya yang diberi nama “Laskar Pelangi”. Kemudian mereka bertemu dengan profesi masing-masing yang tak terduga.

Novel ini juga menceritakan tentang janji Ikal kepada A Ling, sang pujaan hati yang sejak dulu diidamkannya janji untuk menemuinya dimanapun A Ling berada. Dia mendapat kabar bahwa A Ling berada di Pulau yang sangaat jauh dari Pulau Belitong bahkan sangat sangat terpencil. Perjalanan  kesana pun tidak mudah Ikal harus mencari biaya untuk ke Pulau dimana A Ling tinggal. Ia pun rela bekerja apa saja demi mendapatkan biaya untuk menemukan sang pujaan hatinya tersebut. Siang malam Ia lalui dengan berjualan loyang dan barang-barang bekas yang masih layak pakai setelah itu Ia berpindah menjadi pendulang timah disebuah perusahaan tambang di Belitong.

“Jika dulu aku tak menegakkan sumpah untuk sekolahsetinggi-tingginya demi maratabat ayahku, aku dapat melihat diriku dengan terang sore ini: sedang berdiri dengan tubuh hitam kumal, yang kelihatan hanya mataku, memegang sekop menghadapi gunungan timah, mengumpulkan napas, menghela tenaga, mencedokinya dari pukul delapan pagi sampai magrib, menggantikan tugas ayahku, yang dulu menggantikan tugas ayahnya. Aku menolak semua itu! Aku menolak perlakuan buruk nasib kepada ayahku dan kaumku, martabat ayahku, kurasakan dalam aliran darahku saat nasib membuktikan sifatnya yang hakiki bahwa ia akan memihak kepada para pemberani.”

Sampai suatu ketika dengan perahu buatannya sendiri Ia pun berhasil berlayar ke Pulau dimana A Ling tinggal. Berbekal keberanian dan keteguhan hatinya dalam menemukan arti hidup, membawanya  kedalam dunia petualangan yang semakin mewarnai kehidupannya dan akhirnya menemukan cinta sejatinya yaitu A Ling.

Novel ini sangat bagus dibaca untuk sang pemimpi, untuk seorang yang takut melangkah, untuk seorang yang mungkin merasa ragu dengan apa yang dimilikinya. Sosok Ikal patutlah menjadi acuan untuk memantapkan keberanian dan keteguhan hati sampai akhirnya ia mendapatkan apa yang dia inginkan sejak kanak-kanak,  mewujudkan mimpi-mimpi Lintang sebagai sosok motivator dalam hidupnya.

Oleh  : Sri Utami

(Resensor adalah Mahasiswa Jurusan Biologi FMIPA/ Anggota Forum Lingkar Pena (FLP) Sulteng)

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here