Fakultas Hukum dan ADHAPER Gelar Konferensi Nasional, Gagas Unifikasi Hukum Acara Perdata Nasional

Senin (12/09), Asosiasi Dosen Hukum Acara Perdata (ADHAPER) mengadakan Konferensi Nasional yang bertempat di gedung Media Center lantai 2, kegiatan ini mengusung tema “Menggagas Unifikasi Hukum Acara Perdata Nasional”.

Konferensi nasional yang digagas oleh ADHAPER ini merupakan kegiatan yang dilakukan setiap tahunnya dan ini merupakan tahun kelima. Kegiatan yang berlangsung selama empat  hari mulai dari tanggal 12-15 september ini didalamnya membahas tentang unifikasi hukum acara perdata nasional.

Dalam sambutannya, Muhammad Jafar SH MH selaku ketua panitia, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada ADHAPER  pusat yang telah memberikan kepercayaan kepada Universitas Tadulako untuk menyelenggarakan kegiatan ini.

“Ini merupakan kepercyaan yang diberikan ADHAPER pusat kepada Fakultas Hukum Universitas Tadulako untuk menjadi tuan rumah penyelenggara konferensi nasional yang sebelumnya dilaksanakn di Universitas Tanjung Pura Pontianak,” ujarnya.

Masih dalam sambutannya ia berharap pada konferensi ini dapat menghasilkan karya tulisan ilmiah baik itu jurnal maupun makalah

“Saya berharap setelah konferensi ini selesai teman-teman dosen dapat menghasilkan karya ilmiah dalam bentuk jurnal atau makalah,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Prof Dr Eva Laela Fakriah SH MH selaku ketua ADHAPER  mengatakan bahwa, sesuai dengan isi asosiasi dosen hukum acara perdata ini menjadikan dosen hukum acara perdata yang professional dan dinamis dari sisi teoritis dan praktis  dalam menyikapi setiap perkembangan hukum acara perdata.

”Kami telah banyak menyelenggarakan kegiatan-kegiatan akademik berupa seminar nasional dan lokakarya, tentunya kami juga mengajak para teman-teman dosen untuk selalu produktif dalam menulis karya ilmiah,” ujarnya.

Lanjutnya, ia sangat yakin bahwa dari kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan oleh ADHAPER, akan semakin banyak perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS)  yang akan bergabung.

“Alhamdulillah bapak ibu pada saat ini anggota kami sudah berjumlah setidaknya 30 perguruan tinggi di seluruh Indonesia  dan saya yakin akan semakin banyak lagi karna banyak teman-teman PTN dan PTS  yang juga akan bergabung dengan kami,” lanjut Prof Eva.

Masih dalam sambutannya Prof Eva mengatakan bahwa konferensi yang dilaksanakan menurutnya sangat istimewa terlebih lagi dengan proses penyambutan yang dilakukan oleh teman-teman panitia Untad sangat luar biasa karna asosiasi ini terbentuk atas dasar kekeluargaan.

“Konferensi nasional yang dilaksanakan pada saat ini memang terasa istimewa bagi saya dan khususnya bagi kami anggota asosiasi, luar biasa penyambutan yang dilakukan oleh teman-teman panitia Untad. Saya merasa seperti sudah menjadi bagian dari Universitas ini,” tandasnya.

Hal senada pula disampaikan oleh Rektor Universitas Tadulako Prof Dr Ir Muhammad Basir Cyio SE MS mengatakan bahwa Universitas tadulako juga sangat menjunjung tinggi nilai kekeluargaan dan silaturahmi antar universitas di seluruh Indonesia.“Jika kekeluargaan dan silaturrahmi yang dicari maka tadulakolah tempatnya,” tutupnya dengan senyum ramah.

Dalam kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Launcing Journal Tadulako Law Review, serta  turut hadir Dirjen Imigrasi Kemenkumham, Gubernur Sulawesi Tengah, Sekretaris daerah Kota Palu, Bupati Sigi, Bupati Morowali, Kepala Kejaksaan tinggi, anggota ADHAPER seluruh Indonesia dan para pemangku kepentingan yang ahli di bidangnya. (Sr)