Krisis Kemanusiaan Etnis Rohingya

Narasumber :

  1. Mochammad Arief Bachtiar S.Sos/ASEAN YOUTH AMBASSADOR INDONESIA 2017 Provinsi Sulawesi Tengah
  2. H. Sulbadana, SH., MH/Dekan Fakultas Hukum Untad

 

Menurut data PBB, Etnis Rohingya saat ini menjadi etnis minoritas paling menderita di dunia. Hal tersebut dapat di lihat dari masyarakat nya yang di tolak status kewarganegaraan nya,mendapat perlakuan diskriminatif, pengusiran bahkan pembantaian massal yang sudah terjadi selama bertahun tahun di Myanmar. Tragedi yang di alami etnis Rohingya pun mendapatkan perhatian dari seluruh penjuru dunia karena di nilai melanggar Hak Asasi Manusia sehingga membuat ribuan etnis ini terbunuh dan mengungsi ke berbagai negara, salah satu nya Indonesia. Saat ini, Indonesia terus melakukan diplomasi terhadap negara Myanmar agar segera menghentikan tragedi tersebut dan mencari solusi untuk keberlangsungan hidup etnis Rohingya di Myanmar. Dr.H. Sulbadana, SH., MH sebagai Pakar Hukum Internasional sekaligus Dekan Fakultas Hukum Untad serta Mochammad Arief Bachtiar S.Sos selaku ASEAN YOUTH AMBASSADOR INDONESIA 2017 Provinsi Sulawesi Tengah memaparkan pandangan nya mengenai tragedi kemanusiaan yang di alami etnis Rohingya di Myanmar.

  1. Melihat apa yang terjadi kepada etnis Rohingya di Myanmar, apakah langkah diplomasi Indonesia saat ini sudah tepat?

 

  • Kunjungan Ibu Retno Marsudi selaku Menteri Luar Negeri Indonesia ke Myanmar dan bertemu langsung dengan tokoh besar Myanmar Aung San Suu Kyi adalah langkah yang tepat dan cepat sebagai bentuk dukungan untuk menghentikan tragedi kemanusiaan yang ada di Myanmar. Bagi saya Indonesia adalah negara yang paling cepat dan aktif untuk menekan pemerintah Myanmar agar segera menghentikan penindasan kepada etnis Rohingya. Hal itu di dasari dasar negara kita yaitu Undang Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945 yang menyatakan bahwa Kemerdekaan merupakan hak segala bangsa sehingga segala bentuk penjajahan di atas dunia harus di hapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Saya pun melihat berbagai reaksi menentang aksi penindasan etnis Rohingya di berbagai negara seperti di London, Turki dan Rusia yang mendatangi Kantor Dubes Myanmar untuk menyuarakan aspirasi mereka menolak krisis kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar. Saya berharap bahwa langkah diplomasi yang di lakukan Indonesia dan berbagai negara tersebut dapat menekan pemerintahan Myanmar untuk segera memberikan hak etnis Rohingya untuk dapat hidup, menjalankan ibadah, mengakses edukasi dan kesehatan serta beraktivitas tanpa ada nya tekanan dan pengusiran dari pihak kontra etnis Rohingya di Myanmar.

 

  1. Reaksi masyarakat dunia khusus nya Indonesia banyak yang mengecam perlakuan yang di alami etnis Rohingya sehingga banyak yang mengusulkan untuk pemutusan hubungan diplomatik dengan Myanmar. Bagaimana menurut anda?
  • Bersatu nya kesepuluh negara ASEAN seperti sekarang membutuhkan waktu yang tidak sebentar. ASEAN yang resmi di bentuk pada 8 Agustus 1967 bertujuan untuk lebih mempersatukan semua negara di kawasan Asia Tenggara sehingga jika salah satu negara mengalami suatu masalah maka negara lain nya pun di harapkan dapat segera membantu untuk menemukan solusi yang tepat. Melihat usulan pemutusan hubungan diplomatik dengan Myanmar, sebagai Duta Muda ASEAN 2017 asal Sulawesi Tengah bersama 49 Duta Muda ASEAN lain nya yang tersebar di 31 Provinsi di Indonesia, kami di tekankan untuk dapat menjadi peace maker dan menempatkan perdamaian sebagai prioritas dalam melihat dan mengatasi masalah apa pun yang terjadi di kawasan ASEAN yang salah satu nya tragedi kemanusiaan yang terjadi pada etnis Rohingya di Myanmar. ASEAN di bangun dengan rasa kekeluargaan antar negara sehingga setiap masalah yang ada tidak selalu di selesaikan dengan emosi sesaat melainkan dengan pendekatan serta diplomasi yang tegas dan berkelanjutan. Pemutusan hubungan diplomatik tentu tak hanya berpengaruh di satu bidang saja namun dapat berpengaruh di berbagai sektor. Bahkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Myanmar akan mempersulit Indonesia apabila ingin membantu nasib etnis Rohingya yang masih bermukim disana. Langkah serius Presiden Indonesia dapat kita lihat dengan di panggil nya perwakilan Duta Besar Myanmar ke Istana Negara untuk membicarakan nasib etnis Rohingya yang saat ini berada di bawah tekanan Myanmar. Inti nya Indonesia akan tetap memilih langkah yang bijak dan tepat serta menempatkan diplomasi yang tegas tanpa mengurangi rasa kekeluargaan antar sesama negara ASEAN dalam setiap penyelesaian masalah yang ada di kawasan ASEAN.

 

  1. Apa bentuk dukungan yang di butuhkan etnis Rohingya saat ini khusus nya dari Negara Negara di ASEAN?
  • Menurut saya etnis Rohingya saat ini tidak saja membutuhkan dukungan dari negara-negara ASEAN, melainkan dukungan dari seluruh dunia agar terbebas dari tekanan dan peristiwa berdarah yang di alami etnis Rohingya di Myanmar. Dunia juga di harapkan untuk terus menekan negara Myanmar agar mengakui kewarganegaraan mereka serta menghentikan perlakuan diskriminatif terhadap etnis Rohingya. Dengan terus mendorong di berikan nya keadilan kepada etnis Rohingya di harapkan dapat mempengaruhi kebijakan Negara Myanmar sehingga dapat memberikan hak etnis Rohingya meskipun menjadi etnis minoritas di negara tersebut. Meskipun tragedi ini terjadi di Myanmar, bukan berarti negara terdekat nya tidak merasakan dampak dari tragedi kemanusiaan ini. Banyak nya pengungsi asal Rohingya yang tersebar di berbagai negara seperti Bangladesh, Malaysia dan Indonesia membuat semua negara harus turun tangan membantu para pengungsi yang sampai saat ini belum di ketahui apakah akan kembali ke Myanmar atau tetap berada di berbagai negara tersebut tanpa status kewarganegaraan yang jelas. Oleh karena itu, Krisis kemanusiaan yang terjadi kepada etnis Rohingya harus mendorong negara-negara ASEAN lain nya dan dunia untuk membantu mereka melalui jalur peradilan Internasional agar bisa mendapatkan hak-hak mereka selayaknya masyarakat global lainnya.

 

  1. Bagaimana cara kita sebagai masyarakat ASEAN dan dunia untuk membantu etnis Rohingya yang ada di Myanmar?
  • Selama ini saya telah melihat bahwa masyarakat Indonesia benar benar memberikan dukungan yang penuh kepada etnis Rohingya agar mendapatkan kehidupan yang layak di Myanmar. Masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan seperti Presiden, Walikota bahkan warga dari berbagai daerah bersama sama memberikan bantuannya berupa donasi, obat obatan, sandang pangan serta dukungan moril melalui sosial media. Masyarakat kita pun telah menggunakan kekuatan sosial media dengan sangat baik untuk mengumpulkan bantuan maupun menekan pemerintah Myanmar melalui sosial media mereka. Solidaritas ini bagi saya adalah cara yang ampuh untuk membantu etnis Rohingya dari tekanan Myanmar. Untuk jangka panjang nya, kita sebagai Masyarakat ASEAN harus terus mendukung dan mendorong etnis Rohingya untuk mampu bersuara menentang penindasan yang selama ini mereka dapatkan di tingkat Internasional. Sehingga etnis Rohingya kedepannya mendapatkan dukungan penuh dari Internasional untuk dapat tinggal di tempat asal mereka tanpa harus  menerima penindasan yang selama ini mereka terima.

 

  1. Dari segi hukum Internasional, Bagaimana anda melihat tragedi Kemanusiaan yang terjadi pada etnis Rohingya di Myanmar?

 

  • Kalau dari sudut pandang hukum Internasional, sudah sangat jelas hal tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum yang telah di sepakati bersama di tingkat internasional. Berdasarkan basic nilai hukum Internasional, negara Myamar telah melakukan hal yang tidak sesuai dengan visi misi tatanan hukum internasional yang menginginkan terciptanya kedamaian di berbagai negara dengan masyarakat dunia yang berbeda beda untuk bersinergi dalam rangka membangun peradaban dunia. Hal yang terjadi di Myanmar tentu sangat kontra produktif dan melanggar isi piagam PBB serta Mahkamah Agung Internasional karena tidak di benarkan melakukan suatu tindakan yang melanggar hak asasi manusia karena perdamaian dunia dibangun dari berbagai jenis masyarakat yang majemuk.

 

  1. Reaksi masyarakat dunia khusus nya Indonesia banyak yang mengecam perlakuan yang di alami etnis Rohingya sehingga banyak yang mengusulkan untuk pemutusan hubungan diplomatik dengan Myanmar. Bagaimana menurut anda?
  • Pemutusan hubungan diplomatik adalah salah satu pilihan dari berbagai macam pilihan yang ada dan sebenarnya di bolehkan dalam hukum internasional untuk di lakukan suatu Negara. Keputusan tersebut dapat di ambil apa bila ada hal yang menentang prinsip-prinsip suatu Negara di Negara yang di putuskan hubungan diplomatik nya. Tetapi pemutusan hubungan diplomatik harus banyak melakukan pertimbangan apakah ini keputusan yang tepat atau keputusan yang tergesa-gesa karena bisa jadi tekanan yang intens dari Negara-negara ASEAN dan internasional saat ini dapat melunakan pemerintahan Myanmar untuk bisa memberikan Hak Masyarakat etnis Rohingya mendapatkan kenyamanan untuk tinggal dan hidup sebagai warga Negara Myanmar. Tapi hal tersebut dapat di pertimbangkan apabila Myanmar tetap bertahan dan belum memberikan hak etnis Rohingya yang sangat jelas di langgar oleh pemerintah Myanmar karena masih marak nya penindasan dan tekanan yang mengancam keberlangsungan hidup etnis Rohingya.

 

  1. Apakah tekanan kepada Negara Myanmar saat ini sudah cukup atau sebenarnya masih ada langkah efektif lainnya?

 

  • Sebenarnya masih belum maksimal karena tekanan yang di berikan kepada pemerintah Myanmar terlihat masih belum memperlihatkan titik terang dan akhir dari tragedi yang terjadi di sana. Oleh karena itu, saat ini Dewan Keamanan PBB telah mengeluarkan resolusi untuk meningkatkan tekanan kepada Myanmar dalam bentuk blokade ekonomi. Indonesia yang tergabung dalam ASEAN perlu juga untuk mengeluarkan suatu keputusan bersama di tingkat negara ASEAN tentang bagaimana menekan negara Myanmar untuk memberikan hak etnis Rohingya sebagai bagian dari Masyarakat dunia yang perlu di lindungi. Selain itu, Myanmar tidak bisa lagi merasa bahwa masalah etnis Rohingya adalah masalah Negara nya sendiri karena hal ini telah menyangkut pelanggaran hak asasi manusia di mana dalam Universal Declaration of Human Rights tahun 1948 yang berisi bahwa setiap bangsa harus memberikan penghormatan kepada siapa pun sedangkan etnis Rohingya malah tidak mendapatkan hak sebagai warga Negara dan tidak di akui kewarganegaraan nya. Bangsa yang beradab tentu menghargai warga Negara nya apapun latar belakang nya karena hal ini bukan lagi menyangkut agama tapi tentang kemanusiaan. Kita pun sangat kecewa karena salah satu tokoh Myanmar yang menerima Nobel Perdamaian mengatakan bahwa ada informasi yang kurang di ketahui tentang apa yang terjadi kepada etnis Rohingya. Alasan mereka melakukan hal tersebut adalah untuk memberantas fraksi fraksi yang menentang pemerintah Myanmar. Padahal hal tersebut tidak demikian karena terbukti etnis Rohingya saat ini telah mengungsi ke berbagai Negara karena ada nya tekanan dari pemerintah Myanmar kepada etnis Rohingya. Padahal jika Myanmar patuh kepada prinsip prinsip hukum Internasional maka etnis Rohingya tidak perlu mendapatkan tekanan yang membuat mereka harus mengungsi dari tempat tinggal mereka.

 

  1. Bagaimana anda melihat respon orang Indonesia dalam membantu korban etnis Rohingya di Myanmar dan apa yang sebaiknya etnis Rohingya lakukan agar bisa mendapatkan hak asasi nya sebagai bagian dari Negara Myanmar?

 

  • Respon masyarakat Indonesia sudah sangat baik ditambah dengan pemerintah Indonesia yang cepat untuk datang langsung dan bertemu tokoh penting Myanmar. Indonesia pun memiliki peran penting karena mendapatkan akses yang mudah untuk bertemu pemerintah Myanmar di bandingkan dengan Negara lain di ASEAN. Untuk etnis Rohingya, langkah yang segera di lakukan adalah segera kembali ke Myanmar bersama dengan pasukan bantuan Internasional seperti PBB kemudian perwakilan kelompok etnis Rohingya dapat mengambil jalur hukum Internasional dan membawa kasus ini ke jalur hukum untuk segera di tindaki. Inti nya mereka harus melakukan langkah hukum ke PBB karena ini bukanlah kasus pertama kali yang di alami oleh mereka, hanya saja viral nya mulai dirasakan pada tahun ini. Kita tinggal berharap agar PBB dapat segera merespon dengan cepat hal tersebut karena PBB telah menyerukan kepada seluruh Negara untuk melakukan blokade ekonomi kepada pemerintah Myanmar jika tidak menghentikan tekanan kepada etnis Rohingya.Ra