Mahasiswa Kimia FMIPA Terpilih Sebagai Kabilasa Lingkungan Hidup Dan Duta Intellegencia Kota Palu 2017

Palu kembali Menggelar pencarian Randa/Kabilasa 2017. Dalam kegiatan yang dilaksanakan di The syah Hotel (18-30/08) tersebut, 2 Mahasiswa Kimia FMIPA UNTAD Moh. Rifky Syaputra dan Famri Rusdin berhasil menyandang gelar Kabilasa Lingkungan Hidup dan Duta Intellegencia Kota Palu 2017.

Rifki menjelaskan bahwa dalam pemilihan Randa/Kabilasa, terdapat beberapa nominasi. Setelah mengikuti serangkaian seleksi, ia berhasil menempati posisi ke-4. “Untuk nominasinya sendiri, ada Randa/Kabilasa Kota Palu 2017, Runner up 1 Randa/Kabilasa, Runner up 2 Randa/Kabilasa, Randa/kabilasa Lingkungan Hidup, dan Randa/Kabilasa Persahabatan. Itu untuk nominasi 5 besar, sedangkan diluar 5 besar ada duta best talent, duta intellegencia, duta kepribadian dan duta vaforit. Nah, kemarin saya ada diposisi ke-4, sebagai Kabilasa lingkungan Hidup,” jelasnya.

Mahasiswa Kimia FMIPA itu menuturkan bahwa, untuk meraih nominasi tersebut, ia membekali diri dengan kepercayaan diri yang tinggi melalui pengajuan proker yang ia paparkan saat presentasi. Adapun proker yang diajukannya yaitu BERSOTA (bersih-bersih objek wisata), BAKIMU (bakti ilmu) yang sasarannya adalah panti asuhan di kota Palu dan yang terakhir Festival Kesenian Kaili yang tujuan menunjukkan kesenian khas Kaili dari musik hingga sejarahnya kepada masyarakat luas.

Menurutnya gelar yang disandangnya saat ini merupakan sebuah tanggung jawab besar, sehingga ia harus bekerja maksimal dan sangat berharap agar ia mampu menjalankan amanah tersebut. “kedepannya mungkin lebih memaksimalkan diri, karena tidak mudah memikul tanggungjawab yang begitu besar. Jadi harapan saya, semoga gelar saya sebagai Kabilasa Lingkungan Hidup Kota Palu 2017 bisa membuat saya lebih amanah,” harap salah satu pengurus STATIS FMIPA itu.

Senada dengan Rifki, Famri Rusdin selaku Duta Intellegencia Kota Palu yang juga terpilih dalam ajang itu, menyampaikan bahwa dengan penobatan tersebut membuatnya memiliki kewajiban besar untuk mempromosikan kota Palu, terlebih dalam bidang pariwisata yang tentunya akan sejalan dengan visi kota Palu, “Palu sebagai kota jasa, berbudaya dan beradat dilandaskan iman dan taqwa.”

Famri pun berharap agar seluruh pemuda terkhusus Kota Palu dapat bangga dengan wilayahnya sendiri dan berkeinginan untuk mempelajari kebudayaan Kaili. Serta agar masyarakat dari luar dapat mengetahui dan mengunjungi kota Palu.

Mahasiswa yang dikenal dengan prestasi dan keramahannya itu, mencoba memotivasinya seluruh pemuda kota Palu melalui kalimat motivasinya. “Buat seluruh Pemuda, khususnya warga Palu. Baik lahir maupun tidak lahir di Palu, wajib kita mempelajari Budaya Kaili serta mempromosikan potensi wisata yang ada,” tutup mahasiswa Kimia FMIPA itu.Vv