Terapkan Hasil Penelitian, Jurusan Kimia FMIPA Atasi Permasalahan Air Bersih

Jurusan Kimia FMIPA UNTAD kembali mengabdikan diri kepada masyarakat. Dengan mengaplikasikan salah satu hasil penelitian alumninya di bidang pengolahan air, dosen-dosen dan beberapa mahasiswa Kimia berusaha mengatasi permasalahan air bersi di Desa Langgalesong dan Perumnas, pada Minggu (27/08).

Salah satu dosen yang turut hadir dalam kegiatan pengabdian masyarakat tersebut, Drs Syaiful Bahri MSi, menjelaskan bahwa bersama kedua rekannya yaitu Jaya Hardi SSi MSi dan Musafira SSi MSi serta beberapa mahasiswa Kimia, mereka berupaya mengatasi perasalahan air bersih di kedua Desa tersebut. Karena air di kedua tempat itu yang tidak layak dikonsumsi karena mengandung berbagai macam logam berat, terutama Fe (besi) yang ditunjukkan oleh warna air yang terlihat kuning seperti di daerah Perumnas.

Syaiful menjelaskan bahwa Langgalesong dan Perumnas dipilih sebagai tempat pengabdian, karena karakteristik air di kedua desa itu, sehingga diharapkan dengan adanya kegiatan tersebut, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan air mereka. “Kita memilih 2 lokasi itu karena karakteristik airnya, agar nanti masyarakat bisa mnggunakan alat itu, sehingga air yang mereka konsumsi bisa lebih sehat lagi dan bisa memenuhi kebutuhan air mereka,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa rancangan alat yang mereka gunakan dalam penjernihan air tersebut menggunakan prinsip penyaringan, dengan menggunakan kulit ubi kayu dan arang sebagai biadsorben untuk membersihkan dan menyerap logam-logam berat yang terkandung dalam air, sehingga air layak untuk dikonsumsi.

“Cara kerjanya adalah dengan konsep penyaringan. Alatnya dipasang dengan kulit ubi kayu yang sudah diproses lalu kita lewatkan ke dalam arang, lalu kerikil dan pasir, lalu arang lagi, lalu keluar. Arang disini berfungsi untuk menyerap logam-logam berat dan bau sehingga logam berat dan bauh dapat berkurang. Kulit ubi kayu juga berfungsi sebagai biosorben, selama ini banyak logam yang dapat di serap kecuali kalsium (Ca), yang belum mampu dia serap,” ungkapnya.

Syaiful berharap agar jurusan Kimia dapat terus menerapkan hasil-hasil penelitian kepada masyarakat. “Dengan adanya kegiatan seperti ini, kiranya penelitian yang dilakukan teman-teman dosen dapat diarahkan lagi kepada terapan sehingga bermanfaat untuk masyarakat,” harapnya.

Senada dengan dosennya, Faldi dan Rahmat, 2 mahasiswa yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, berharap melalui kegitan itu masyarakat Desa Langgalesong dan Perumnas dapat terbebas dari penyakit akibat air yang tidak layak dikonsumsi. Selain itu, mereka juga menuturkan bahwa kegiatan tersebut sangat menambah wawasan mereka terutama di bidang Kimia Lingkungan. Vv

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here