UKPM FKIP UNTAD SUKSESKAN PELITA ANAK PESISIR JILID II

Unit Kegiatan Penalaran Mahasiswa (UKPM) FKIP Untad kembali laksanakan Pelita Anak Pesisir Jilid II Di dusun Popolion, Desa Tirpo (Titiri’i Popolion) Kecematan Togean, Kabupaten Tojo Una una. Agenda sosial yang dimulai pada Kamis (27/8) ini melibatkan 16 pemuda dan pemudi diantaranya 14 orang pengurus serta 2 orang volunteer dari Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

 

Desa Tirpo menjadi lokasi pilihan UKPM dalam kegiatan ini, sebab kondisinya memprihatinkan. Sebagaimana diungkapkan Muh. Idil, selaku ketua UKPM, bahwa kondisi sarana prasarana pendidikan di desa tersebut kurang memadai, proses belajar yang tidak efisien hanya dengan 2 orang enaga pengajar, serta fasilitas jembatan yang sudah tidak layak pakai.

 

Kondisi itu menurut idil, akan melatih mahasiswa dan relawan yang ikut dalam kegiatan itu. Mereka belajar dengan lingkungan baru di daerah terpencil yang tidak ada jaringan dan listrik. Baginya, hal ini akan melatih ketangguhan hingga  pada saat selesai pendidikan, mereka tidak ragu untuk terjun langsung ke daerah – daerah terpencil yang kekurangan guru, minim pendidikan maupun fasilitas terbatas.

 

“Harapannya, untuk pengurus UKPM dan relawan yang ikut serta dalam kegiatan itu, bisa terjadi proses pendewasaan dalam dirinya, dalam arti tidak manja dan tangguh dalam kondisi apapaun di tengah masyarakat nantinya,” terang idil.

 

Masih menurut Idil, bahwa ia dan UKPM akan menggelar sosialisasi kepada mahasiswa dan lembaga lainnya di lingkungan fakultas untuk mendorong yang lainnya bergerak dan aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial.

 

“Kami juga akan mengadakan sosialisasi dengan teman – teman pengurus lembaga dan masyarakat FKIP UNTAD, agar menjadi dorongan teman – teman lembaga lain untuk bergerak dalam kegiatan – kegiatan sosial khususnya didaerah 3T, terdepan, terluar, dan tertinggal. Kamipun akan upayakan Kegiatan ini berlanjut terus,” ungkap Mahasiswa Pendidikan Matematika ini.

 

Sementara, Betty selaku ketua pelaksana, mengutarakan bahwa memang banyak pengalaman yang didapatkan dari kegiatan sosial tersebut khususnya membentuk mental yang kuat, kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru, di sisi lain ia merasa ada rasa bahagia yang muncul saat memberi manfaat bagi orang lain.

 

“Saya sangat bersyukur karena kemampuan yang saya miliki ternyata bisa memberi manfaat untuk orang lain, saya banyak belajar tentang indahnya memberi itu di lingkungan baru ini dan tentunya dengan ikut kegiatan sosial seperti ini pastinya melatih mental kita untuk hidup di daerah pedalaman,” jelasnya.

 

Kegiatan yang digelar selama sepekan itu, melaksanakan ragam agenda, pembuatan Perpustakaan Mini Anak Popolion, UKPM Mengajar, Stay Home, Pendidikan Parenting serta di penghujung kegiatan, ditutup dengan Festival anak Popolion. ST