Himatika Pilih Desa Powelua Sebagai Desa Binaan

Himpunan Mahasiswa Matematika (HIMATIKA) FMIPA UNTAD menyelenggarakan Bina Desa di Dusun III Desa Poweluwa, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala. Rangkaian kegiatan yang berlangsung selama 3 hari (24-26/11) ini antara lain pemutaran film inspirasi, bakti sosial, serta berbagai lomba untuk anak-anak.

Ditemui pada kesempatan lain, Rahim selaku Ketua HIMATIKA FMIPA UNTAD menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian mahasiswa Prodi Matematika FMIPA UNTAD kepada masyarakat serta sebagai salah satu perwujudan Tri Darma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian masyarakat.
“Tujuannya agar bisa meningkatkan kepedulian mahasiswa matematika FMIPA UNTAD kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan, sekaligus sebagai perwujudan Tri Darma perguruan tinggi yaitu dibagian pengabdian kepada masyarakat,” ungkap mahasiswa angkatan 2014 tersebut.
Menurutnya, pada dasarnya seorang mahasiswa tidak melulu berurusan dengan hal-hal yang bersifat akademis, namun juga harus terjun ke masyarakat sebagai wujud nyata pengabdian masyarakat, sehingga Ia berharap melalui kegiatan ini Desa Poweluwa bisa menjadi desa percontohan bagi desa lainnya.
“Karena pada dasarnya bagi seorang mahasiswa seharusnya ada sebuah perwujudan untuk ke masyarakat, bukan hanya dengan yang sifatnya akademis. Ini salah satu perwujudan kami, dari Himpunan kepada masyarakat. Untuk itu dengan terselenggaranya kegiatan ini saya berharap kedepannya desa ini bisa menjadi desa percontohan untuk desa-desa yang lain,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Prodi Matematika FMIPA Universitas Tadulako Dra. Rina Ratianingsih, M.Si dalam wawancara pada Kamis (30/11) menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, sebagai organisasi kemahasiswaan, HIMATIKA sudah semestinya mempunyai desa binaan, hanya saja bagaimana peran mahasiswa matematika sendiri dalam menyesuaikan antara misi himpunan sebagai organisasi kemahasiswaan dan bidang ilmu yang ditekuni terhadap kebutuhan masyarakat di desa tersebut.
“Kalau saya berpikir yang namanya HIMATIKA sebagai organisasi kemahasiswaan memang semestinya punya desa binaan. Hanya yang jadi intinya adalah bagaimana kita mencocokkan antara misinya sebagai organisasi kemahasiswaan, ruang geraknya adik-adik akademik, dan ilmunya yakni ilmu murni dengan kebutuhan masyarakat yang kita angkat. Nah kecocokan itu yang kita harus bangun,” terangnya.
Sebagai seorang dosen, Rina juga berharap bahwa sebagai kegiatan yang diselenggarakan oleh HIMATIKA, warna dari matematika akan tercermin dalam wilayah yang menjadi desa binaan, “Artinya bagaimana menunjukkan bahwa kontribusi orang matematika sebenarnya bisa nyata di masyarakat, dalam suatu wilayah akan terlihat kontribusinya, sehingga warna dari matematika dalam kegiatan-kegiatan dari HIMATIKA itu akan tercermin di wilayah yang menjadi desa binaan. Kita mewarnai daerah itu dengan apa yang menjadi rohnya orang matematika,” pungkasnya. Nr