Jerussalem, Israel dan Trump

Beberapa waktu yang lalu, Dunia Internasional dikejutkan dengan pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang akan memindahkan kedutaannya di Jerussalem dan menyatakan bahwa Jerussalem adalah Ibu kota Israel. Pernyataan tersebut kemudian menimbulkan reaksi dan kecaman dari berbagai negara karena dianggap semakin memperburuk situasi di timur tengah yang selama ini terus diupayakan perdamaian nya oleh PBB.

Dalam pidato nya di Gedung Putih pada Rabu (6/12) lalu Presiden Trump mengatakan bahwa ‘telah datang saat nya untuk mengakui secara resmi Jerussalem sebagai Ibu Kota Israel’. Meskipun begitu, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat tetap berkomitmen pada solusi dua Negara dalam penyelesaian konflik antara Palestina dan Israel. Hal ini diperkirakan hanya akan memperburuk situasi di Timur Tengah khusus nya antara Palestina dan Israel menuju perdamaian yang selama ini aktif di lakukan oleh PBB. Akademisi Hukum Internasional sekaligus Wakil Dekan Akademik Fakultas Hukum Untad  Dr. Lembang Palipadang SH MH menuturkan pandangan nya tentang kontroversi pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tentang status Jerussalem sebagai Ibu Kota Israel beberapa waktu yang lalu.Dalam pidato nya di Gedung Putih pada Rabu (6/12) lalu Presiden Trump mengatakan bahwa ‘telah datang saat nya untuk mengakui secara resmi Jerussalem sebagai Ibu Kota Israel’. Meskipun begitu, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat tetap berkomitmen pada solusi dua Negara dalam penyelesaian konflik antara Palestina dan Israel. Hal ini diperkirakan hanya akan memperburuk situasi di Timur Tengah khusus nya antara Palestina dan Israel menuju perdamaian yang selama ini aktif di lakukan oleh PBB. Akademisi Hukum Internasional sekaligus Wakil Dekan Akademik Fakultas Hukum Untad  Dr. Lembang Palipadang SH MH menuturkan pandangan nya tentang kontroversi pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tentang status Jerussalem sebagai Ibu Kota Israel beberapa waktu yang lalu.

1. Apayang melatarbelakangi Donald Trump mengeluarkan pernyataan nya tentang status Jerussalem?- Sebagai masyarakat Global, kita telah cukup mengenal siapa sosok Donald Trump. Sejak awal Donald Trump telah mengkampanyekan janji nya sebelum menjadi seorang President Amerika seperti sekarang bahwa Jerussalem akan di akui nya sebagai Ibu Kota Israel. Hal tersebut merupakan keputusan yang cukup berani karena telah menuai kontroversi dan mengguncang perdamaian yang telah lama di perjuangkan oleh PBB antara Negara Palestina dengan Israel.
2. Dari segi Hukum Internasional, Apakah di perbolehkan seorang Kepala Negara menentukan Ibu Kota dari suatu Negara?- Soal pemindahan kantor Kedubes suatu Negara sebenarnya bukan menjadi suatu hal yang besar. Akan tetapi hal tersebut akan menjadi berbeda jika keputusan tersebut di lakukan kepada Kota Jerussalem yang memiliki status quo atau Kota khusus yang di tentukan oleh PBB. Di Kota ini terdapat tiga kelompok besar seperi Yahudi, Nasrani dan Muslim yang memiliki icon spiritual khusus di Kota ini sehingga bisa di katakan Jerussalem memiliki nilai sejarah yang penting untuk tiga kelompok besar tersebut. Sehingga ketika Donald Trump yang secara sepihak menyatakan bahwa Jerussalem adalah Ibu Kota Israel, hal tersebut tentu akan menuai protes dan kecaman 2 kelompok besar khusus nya untuk Muslim di sana. Penolakan tak hanya datang dari Negara Negara muslim saja akan tetapi Uni Eropa pun ikut menolak pernyataan Donald Trump. Dalam kaidah internasional, Kantor Kedubes itu selalu di posisikan di Ibu Kota suatu Negara sehingga jika Amerika memposisikan kantor nya di Jerussalem, hal ini tentu mengamini bahwa Jerussalem adalah Ibu Kota Israel. Sampai sekarang belum ada hukum internasional yang secara resmi menyatakan bahwa Kota tersebut di akui sebagai Ibu Kota Israel. Jadi bisa di katakan pernyataan tersebut telah melanggar keputusan PBB secara global.


3. Apa yang membuat Kota Jerussalem begitu menarik secara Internasional?- Seperti yang telah saya paparkan sebelum nya, Kota Jerussalem merupakan kota yang di diami 3 kelompok besar yang masing masing memiliki ikatan spiritual yang sangat kuat terhadap Kota tersebut. Bagi umat Muslim, Kota ini sangat vital karena di Mesjid Aqsa di percaya merupakan tempat di mana Nabi Muhammad melakukan perjalanan Isra Mi’raj  dan pernah menjadi titik kiblat umat muslim pertama kali nya sebelum seperti sekarang di Mekkah. Untuk umat Nasrani, mereka mempercayai bahwa Kota ini merupakan Kota dimana Yesus di lahirkan. Khusus bagi Yahudi, Kota ini menjadi istimewa karena terdapat tembok suci sebagai tempat terhubung nya mereka dengan Tuhan. Sehingga sangat tidak etis bagi Donald Trump untuk mengklaim bahwa Kota ini di akui sebagai Ibu Kota Israel saja tanpa mempertimbangkan keistimewaan Kota ini bagi kelompok lain nya yang tinggal di sana.

4. Setelah Donald Trump mengeluarkan pernyataan nya, reaksi dari berbagai Negara muncul untuk menolak Jerussalem sebagai Ibu Kota Israel termasuk Indonesia. Jika di lihat lebih mendalam, Sebenarnya seberapa kuat pengaruh penolakan berbagai Negara tersebut terhadap pernyataan Donald Trump?- Sebenarnya mayoritas global telah banyak yang kontra dengan pernyataan Donald Trump ini. Walaupun ada beberapa Negara yang diam, akan tetapi banyak Negara yang tidak sepakat bahwa Jerussalem menjadi Ibu Kota Israel seperti yang di amini oleh Presiden Amerika tersebut. Negara Negara Uni Eropa pun tidak mendukung dengan sikap dari Donald Trump ini. Sebenarnya cukup mengherankan juga ada satu Kepala Negara yang tanpa memperdulikan peraturan PBB dan Global langsung mengambil keputusan semacam ini. Dalam hukum Internasioanl, pernyataan Donald Trump ini berpotensi menimbulkan konflik yang berbahaya bagi kestabilan timur tengah yang menggoyahkan perdamaian yang selama ini telah di perjuangkan di PBB selama bertahun tahun. Seharusnya Donald Trump harus mempertimbangkan pernyataan nya tersebut sebelum di paparkan secara global.
5. Langkah apa yang harus di lakukan oleh penduduk asli Jerussalem dalam menanggapi pernyataan sepihak Donald Trump mengenai Kota Jerussalem sebagai Ibu Kota Israel?Sebenarnya status quo yang di tujukan kepada Jerussalem bukanlah penyelesaian konkrit antara Palestina dan Israel. Proses proses perdamaian masih terus gencar di usahakan oleh PBB untuk kedua belah pihak. Pernyataan Donald Trump ini semakin memperkeruh keadaan di timur tengah khusus nya di wilayah Jerussalem menuju proses perdamaian yang telah di usahakan PBB selama ini. Jika di Tanya langkah apa yang harus di lakukan penduduk Palestina dan Jerussalem saya rasa mereka pun sampai saat ini hanya bisa bersuara dengan berdemo di kota itu. Saya rasa yang mereka perlukan adalah dukungan moral dan aksi nyata Negara Negara di dunia salah satu nya Indonesia untuk menyampaikan kepada International bahwa Jerussalem bukanlah Ibu Kota Israel dan mereka tidak perlu ikut ikutan seperti Amerika untuk memindahkan kedutaan mereka di sana. Kalau bisa pihak Donald Trump mencabut pernyataan nya itu karena apa yang dilakukannya bukan hanya berdampak kepada masyarakat Jerussalem saja tapi kepada situasi di Timur Tengah dan global. AA