Mahasiswa Untad Jadi Fasilitator PPK di Manado

Mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) menjadi fasilitator dalam kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) untuk Siswa-Siswi SMA se-derajat yang dilaksanakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Forum Indonesia Muda (FIM), yang berlangsung pada Jumat-Minggu (15-17/12) di Balai Diklat Keagamaan, Manado, Sulawesi Utara.

Moh. Tofan Saputra sebagai perwakilan Untad menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan suatu langkah untuk mewujudkan generasi muda yang mempunyai jiwa kepemimpinan dan berkarakter yang baik.
“Kegiatan ini bertujuan agar generasi muda dapat disiapkan lebih matang terutama tentang kepemimpinan. Kita ingin mendorong anak muda ini sejak masih SMA agar mempunyai mentalitas kepemimpinan yang baik di masa depan” jelas Mahasiwa Fapetkan tersebut.
Lebih lanjut Moh. Tofan juga mengatakan bahwa sasaran kegiatan tersebut ialah siswa-siswi dari daerah 3-T (Terluar, Terdepan, Tertinggal) yang berada di 6 kota di Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan di 6 kota besar di Indonesia yaitu Aceh, Padang, Riau, Pontianak, Kupang, dan Manado dengan sasarannya ialah anak-anak SMA yang telah terpilih di berbagai wilayah Sulawesi Utara.
Kegiatan ini bukan hanya bertujuan membangun jiwa kepemimpinan dan karakter saja, namun juga untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan hingga dapat membentengi diri dari bahaya yang telah dihadapi oleh kalangan remaja di era sekarang.
“Kepemimpinan saja tidak cukup, karena banyak sekarang pemimpin yang masih tidak kompeten, untuk itulah kita kuatkan dengan yang namanya karakter. Hal itu mencakup integritas, tanggung jawab, dan nilai-nilai tentang karakter lainnya. Ditambah lagi tentang kewirausahaan, agar saat kembali ke daerahnya mereka bisa mandiri, punya skill kewirausahaan dan tentunya dibentengi dengan tameng atas bahaya-bahaya yang sering terjadi saat ini, seperti pornografi, seks bebas, dan narkoba,” ungkap founder Rubalang tersebut.
Tofan juga menambahkan bahwa sebagai pemuda Indonesia, ia merasa terpanggil untuk melaksanakan kegiatan tersebut guna mengatasi kurangnya karakter dan moralitas.
“Karena saya adalah anak Indonesia sehingga saya merasa terpanggil untuk mengatasi kondisi terberat yang dialami oleh generasi muda sekarang ini, yaitu kurangnya karakter atau moralitas” tegasnya. AFT