Di Bawah Tenda Darurat Prof Greg Kenalkan Teori Antropologi

Program Studi Antropologi kembali menyelenggarakan kuliah umum menghadirkan Profesor Gregory Lawrence Acciaioli dari The University of Western Australia. Kuliah umum tersebut bertajuk Assessing the Parameters of Marginality in the Terrestrial and Marine Contexts in Southeast Asia. Kegiatan yang terbuka bagi seluruh sivitas program studi antropologi itu diselenggarakan pada Senin (7/1/) di tenda aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Greg mengenalkan berbagai teori dan penelitian oleh beberapa ilmuwan seperti James C. Scott, Joachim von Braun dan Franz W. Gatzweiler dan yang lainnya.

Melalui ulasan buku yang berjudul The Art of Not Being Governed karya James C. Scott tersebut, Prof. Greg mencoba menjelaskan bagaimana alasan sehingga orang-orang pada zaman kerajaan malah lebih memilih jadi orang terpinggir dan menolak menerima sebuah peradaban dengan kepatuhan terhadap undang-undang atau otoritas tertentu, serta bagaimana hal tersebut terjadi dalam lingkup Asia Tenggara mencakup Indonesia.

Beberapa fenomena yang menurut Prof Greg perlu dicermati misalnya beberapa dari orang-orang pinggiran pesisir harus dipaksa untuk merapat ke daratan dan menerima peradaban serta bergabung dengan sebuah negara, contohnya saja suku Bajau/Bajo tempatan yang dulunya merupakan suku yang hidup di laut antara Malaysia, Filipina, dan Indonesia namun bukan merupakan penduduk ketiga negara tersebut.

Penjelasan itu membuka cakrawala wawasan dan berpikir mahasiswa dalam kajian antropologi yang sangat menarik. “Memang sepertinya teori Zomia oleh Scott ini terlihat banyak kekurangannya, dan beliau sendiri mengatakan hal tersebut saat saya menghadiri salah satu kuliah umumnya, terutama pada konteks maritim terdapat beberapa perbedaan yang bisa diungkapkan dalam idiom, salah satunya civilization can’t climb hills, tapi teori ini juga penting untuk mengetahui bagaimana civilization for the marginal people in the historical point of view, but in here we take an anthropologist viewpoint,” jelas Prof Greg.

Ketua Prodi Antropologi M. Junaidi, S.Sos,.MA yang turut hadir pada acara tersebut menyampaikan, kuliah umum tersebut adalah bagian dari upaya memotivasi mahasiswa untuk berkarya dalam bidang penelitian dan hal-hal yang berkaitan dengan literasi, lingkup riset ilmiah bidang antropologi. Ia berharap dari kerja sama yang dilakukan bersama tenaga pengajar dari The University of Western Australia ini dapat meningkatkan kultur riset dan menghidupkan spirit untuk bangkit

“kuliah umum ini diharapkan bisa memotivasi kita untuk bangkit dan terus berkarya ke depannya dalam riset-riset ilmiah. Antropologi terdepan!” ujar Kaprodi penuh semangat. (AF/HN)