Dua Mahasiswa Filipina Jadi Pengajar di Labschool Untad

Ada yang berbeda dengan program Pengenalan Lingkungan Persekolahan (PLP) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), tahun ini ada dua pengajar dari negara lumbung padi ASEAN Filipina yang akan mengajar di SMA Labschool Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Program Sea teacher yang dilaksanakan FKIP Untad tidak hanya mengirimkan delegasi perwakilan dari Indonesia tetapi juga ada dua mahasiswa yang di datangkan dari University of san jose recoletos (USJR) Pardo, Cebu City, Filipina.

Jake Angelo mahasiswa program studi (prodi) Matematika dan Kylle Pulmones dari prodi Bahasa Inggris, dua mahasiswa dari fakultas keguruan asal Filipina berkesempatan untuk mengajar di salah satu sekolah di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Dua mahasiswa yang datang kesini merupakan mahasiswa Filipina terpilih dari universitas mereka, selama disini mereka akan mengajar selama kurang lebih satu bulan sama seperti mahasiswa PLP pada umumnya,” Ungkap Anang Spd M Pd selaku coordinator Seameo.

Selama masa PLP mereka akan didamping oleh guru pembimbing dari sekolah tempat mereka PLP juga seorang Buddies yang akan mendampingi mereka selama proses mengajar dan pembuatan Rencana Program Pembelajaran (RPP). Jelas Anang.

“Agar tidak terlalu kesusahan dalam proses pengajaran mereka dibantu dengan buddies  atau pendamping yang membantu mereka dalam berkomunikasi dengan siswa dan masyarakat sekolah,” tambah Anang

Jake Angelo menuturkan sebelum terpilih untuk mewakili Filipina ia dan Kylle harus bersaing dengan 400 pendaftar yang memasukkan formulir dan 10 orang yang lulus tes wawancara dan mengajar.

“Saya sangat tertarik untuk mencari pengalaman mengajar di luar, karena selain itu saya juga bisa belajar banyak hal baik itu tentang akademik yang ada di Indonesia, sistem edukasi, dan budaya di Indonesia,” jelas mahasiswa tahun kelima itu.

Selama mengajar di Kota Palu banyak hal yang menantang seperti komunikasi dan cara menjelaskan materi menggunakan bahasa Inggris.

“Agak sulit mengajar menggunakan bahasa Inggris pada siswa yang tidak bisa berbahasa Inggris, untungnya siswa disini mau belajar, walaupun mereka terkadang tidak mengerti apa yang dimaksud,” Tutup Jake

Salah satu siswa Lab School menuturkan kalau diajar oleh mahasiswa asing merupakan pengalaman yang unik, karena dapat memotivasi siswa lain untuk lebih belajar bahasa Inggris. Adr