RR Padukan Riset dan Aksi Kemanusiaan

Rescue and Research (R&R) FMIPA UNTAD kembali menyalurkan bantuan ke desa-desa terdampak bencana 28 September 2018 pada Selasa (15/01) di Desa Puroo, Desa Tomado dan Desa Anca kecamatan Lindu.

Pada kegiatannya kali ini, tim yang diketuai Muhammad Rusli MSi itu bekerjasama dengan sejumlah organisasi dan lembaga kemanusiaan.

“Didukung oleh Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI), PKPU, Indonesia Unity, Forum Bersama Indonesai dan Forbes Indonesia, kami berhasil menyalurkan bantuan berupa shelter kid 50 set, pakaian layak pakai, obat-obatan, indomi, susu dan makanan bayi ke beberapa wilayah terdampak,” ungkap Rusli.

Meski baru diresmikan, kegiatan ini merupakan kegiatan ke-tiga yang dilaksanakan oleh lembaga yang beranggotakan mahasiswa dan dosen itu.

“Sebelumnya kami telah melakukan bantuan kemanusiaan ke desa Kulawi Selatan, Kalukubula, selter Dayo Dara, Tanjung Padang, Vatutela, area lorong bakso kelurahan Mamboro, Kawatuna/Petobo, Balaroa. Kegiatan ini berupa penyaluran bantuan obat-obatan, kami bekerjasama dengan IAI Biak papua,” tuturnya.

Bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Pasca Sarjana SULTENG yang ada di Yogyakarta, R&R juga telah melakukan kegiatan serupa di kecamatan Sirenja.

Sesuia namanya, Rescue and Research, R&R tidak hanya bergerak dalam bidang bantuan kemanusiaan, akan tetapi bergerak juga dalam bidang penelitian.

“Untuk bidang penelitiannya, di salah satu desa yang telah kami kunjungi, tepatnya di Desa Bangga, kami berhasil menemukan sebuah mata air panas yang terbentuk akibat bencana 28 september kemarin,” jelas Rusli.

Data-data hasil research yang dilakukan tim ini, tidak hanya simpan untuk keperluan lembaga, akan tetapi data-data tersebut akan disampaikan kepada masyarakat dan dijadikan bahan untuk publikasi ilmiah.

Ia menuturkan bahwa kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menumbuh kembangkan rasa empati mahasiswa dalam bidang kemanusiaan, serta untuk melakukan kegiatan penelitian efek gempa, dengan harapan akan terbentuknya mahasiswa siaga bencana.

Fahri, salah satu mahasiswa yang tergabung dalam tim R&R tersebut mengungkapkan bahwa banyak hal positif yang ia peroleh dengan bergabung di tim itu.

“Saya pribadi merasa mendapat banyak pelajaran berharga, seperti menumbuhkembangkan rasa empati, belajar mengorganisir kegiatan dan belajar berbagi, baik berbagi dalam bentuk benda maupun pengetahuan,” ungkap Fahri.Vv