Sejumlah Mahasiswa Fakultas Kehutanan Ikuti Sharing Kehutanan

Puluhan mahasiswa Kehutanan berkesempatan menimba ilmu pada sharing kehutanan yang menghadirkan Herlangga Adiputra Shut (Founder GIS Study Club), Haris Priyana Shut dan Kartika Megawati Shut MSi (Founder Komunitas Hutan Sulawesi Tengah), serta Misra Shut MSi (Dosen Fakultas Kehutanan) pada Senin (21/01).

Bertempat di aula Fakultas Kehutanan, diinisiasi oleh GIS Study Club bekerja sama dengan beberapa lembaga yang ada di Fakultas Kehutanan (Fahutan). Kegiatan ini bertujuan menambah wawasan juga menunjukan prospek ilmu Kehutanan yang sangat luas.

GIS atau Geographic Information System adalah sistem informasi khusus untuk mengelola data yang memiliki informasi spasial. Sementara GIS Study club didirikan pada tahun 2014.

Ketua panita, Ade Adang Suryana (Prodi Manajemen Pemetaan Kehutanan, 2015), mengatakan bahwa pentingnya ilmu kehutanan ini, menjadikan peserta sharing tersebut tidak hanya diminati para mahasiswa saja, melainkan ada peserta non mahasiswa yang turus serta.

Sharing tadi diikuti 23 peserta yang terdaftar. Dua diantaranya ada perwakilan dari Dinas PU dan DLTU. Sementara bagi mahasiswa sendiri, masa liburan menjadi lebih bermanfaat, karena mendapatkan banyak ilmu terkait GIS dan mengembangkan keahlian,” ujarnya,

Kegiatan ini dibuka resmi oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan (Wadek Bima) Fahutan, Dr Ir Adam Malik MSc. Dalam sambutannya, Wadek Bima menilai event ini terus ditingkatkan karena ini pertama kali. Fakultas mendukung penuh sharing ini.

“Saya mengapresiasi sharing kehutanan. Kedepannya kegiatan sejenis ini harus terus ditingkatkan. Sehingga mahasiswa Kehutanan dapat mengekplorasi diri mereka. Fakultas siap membantu memfasilitasi kegiatan-kegiatan mahasiswa,” ungkap Dr Adam Malik.

Herlangga Adiputera, dihubungi pasca kegiatan juga mengapresiasi kegiatan yang sangat luar biasa. Menurutnya, peserta yang mengikuti pelatihan luar biasa semangat dan aktif. “Sharing ini begitu antusias bagi saya, dengan jumlah peserta yang cukup. Tidak lebih dan kurang. Sehingga dengan peserta yang terbilang aktif, penyampaian materi menjadi lebih efisien,” pungkas Herlangga.

Herlangga berharap ilmu yang peserta dapat tidak hanya berakhir saat kegiatan, melainkan dapat diaplikasikan. Terutama dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam memilih peminatan. ikr