Mubes XXIV HIMAPTIKA, FKIP Rancang Terobosan Kurikulum Pengkaderan

Kamis (17/01), Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika (HIMAPTIKA) FKIP UNTAD akhirnya melaksanakan agenda Musyawarah Besar yang ke Dua Puluh Empat. Bertempat di salah satu Gedung Auditorium Kota Palu, Agenda tersebut mengusung Tema “Semangat Restorasi Nilai-Nilai Ke-Himaptika-an”.

Gilank Adhitama selaku Ketua Panitia melaporkan, Musyawarah Besar (Mubes) kali ini direncanakan akan melahirkan terobosan-terobosan baru, salah satunya adalah Kurikulum Pengkaderan. Harapannya, Kurikulum Pengkaderan ini akan menjadi pedoman utama dalam membentuk kader-kader kepemimpinan di masa depan.

“Insya Allah Mubes kali ini kita akan lahirkan terobosan baru, kita sudah siapkan rancangan Kurikulum Pengkaderan. Ini kita harapkan bisa jadi pedoman utama untuk membentuk kader Himaptika menjadi pemimpin masa depan,” ungkapnya.

Sementara itu, Mahfudz Mahdang sebagai salah satu Tim perancang draft Kurikulum Pengkaderan tersebut menjelaskan, Kurikulum yang dirancang akan berfokus pada nilai-nilai kepemimpinan dan anti perpeloncoan. Ini diharapkan mampu menghapus sistem pengkaderan yang tidak sesuai norma kemanusiaan, seperti pemukulan pada Mahasiswa Baru.

“Fokusnya pada nilai-nilai kepemimpinan, kami rancang kurikulum ini dengan sistem anti perpeloncoan. Kalau kurikulumnya ada, tentu tidak akan ada lagi cara-cara pengkaderan yang kurang sehat seperti kontak fisik dalam bentuk pemukulan ke Mahasiswa Baru,” ungkap Mahfudz.

Disisi lain, Putri Ramadyana selaku Presidium Sidang menuturkan, peserta Musyawarah Besar yang hadir begitu antusias dalam menyampaikan argumennya masing-masing, meskipun didominasi oleh Mahasiswa Baru angkatan 2018.

“Iya, yang hadir dominan angkatan Delapan Belas, Mahasiswa baru. Meskipun begitu, mereka sangat antusias dalam menyampaikan argumentasi masing-masing,” tuturnya.

Hal serupa juga disampaikan Vj Lindu Prakolo selaku Ketua Himaptika FKIP UNTAD Periode 2018. Lindu menjelaskan, sebelumnya Mahasiswa baru angkatan 2018 tersebut memang sudah dibekali dengan simulasi materi persidangan, sehingga mereka sudah mengerti apa yang harus dilakukan pada saat persidangan berlangsung. Mh