Mubes MPM An-Nahl, Ketua Terpilih Berharap Ada Terobosan Baru

(Jumat, 21/12) – Unit Kajian Mahasiswa Pecinta Mushola  An-Nahl (MPM An-Nahl) Fakultas Peternakan dan Perikanan (FAPETKAN) Universitas Tadulako telah melangsungkan musyawarah besar (Mubes) yang bertujuan untuk menentukan ketua umum sekaligus pergantian kepengurusan periode 2019-2020. Bertempat di Ruang senat dekanat FAPETKAN, musyawarah besar itu dibuka oleh prof Dr Ir Hj Asriani Hasanuddin selaku wakil dekan bidang akademik. Kegiatan  yang mengangkat tema ”Menguatkan Iman dan Takwa dengan Landasan Tauhid”, dihadiri oleh ketua-ketua Lembaga Dakwah se-Universitas Tadulako dan ketua-ketua lembaga se-Fakultas Peternakan dan Perikanan.

Sebagai upaya rotasi organisasi (Unit Kajian Mahasiswa) UKM MPM An-nahl, musyawarah besar dilaksanakan dalam 3 hari yang bertempat di Gedung Islamic Center UNTAD.  Dalam mubes tersebut, selain pembahasan anggaran dasar atau anggaran rumah tangga MPM An-Nahl juga dialangsungkan dengan laporan pertanggung jawaban  (LPJ) kepengurusan sebelumnya (2018-2019). Kemudian diakhiri dengan pemilihan ketua umum untuk periode selanjutnya.

Zainal, selaku ketua panitia penyelenggara Mubes menjelaskan maksud tema tersebut bermakna harapan yang besar bagi para Aktifis Dakwah Kampus (ADK), yang merupakan modal utama yang wajib dimiliki untuk menyebarkan kebaikan di lingkungan kampus.

“Tema yang diangkat merupakan harapan yang besar bagi kami, yakni dengan memiliki akidah yang lurus sebagai modal utama seorang ADK. Agar dapat membentengi dirinya dari segala macam rintangan dan cobaan dalam menyampaikan kebenaran,” jelasnya.

Proses pemilihan ketua umum dalam mubes kali ini melalui tahapan yang cukup panjang. Nama yang disusung menjadi calon ketua diusulkan oleh pengurus demisoner dan dewan senior serta pengawas organisasi berdasarkan pengamatan selama satu periode kepengurusan.  Dan tak kalah penting, harus memenuhi kriteria-kriteria yang telah dibahas pada saat muktamar.

Dari 9 nama yang diusulkan, Zulqkifar Jusman (Akuakultur, 2017) didaulat sebagai ketua umum periode 2019-2020. Dalam sesi  wawancara, mahasiswa akuakultur  itu berharap adanya pembinaan bernuansa keislaman pada mahasiswa FAPETKAN, juga adanya terobosan baru dilingkup fakultas dalam hal dakwah.

“Visi kami ke depan adalah lebih kepada pembinaan nuansa keislaman kepada masyarakat FAPETKAN, dengan Misi menjalankan setiap program kerja yang sudah kami buat dan mengkaji isu-isu di dunia kampus, serta mempublikasikan agar semua orang paham,”  terangnya. NB

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here