TBM FK Untad Turut Kolaborasi dalam Bakti Sosial untuk Sulteng

Sabtu s.d Minggu (12-13/01)-Tim Bantuan Medis (TBM) Axis, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Tadulako (Untad) kembali menggelar bakti sosial untuk masyarakat Sulawesi Tengah (Sulteng) dalam rangka pemulihan tiga bulan pasca bencana yang menimpa Palu, Donggala juga Sigi.

Bersama TBM Calsaneus FK Universitas Hassanuddin (Unhas) Makassar, TBM arteria FK Universitas Al-Khairat Palusa, Forum Indonesia Muda (FIM) dan Rumah Bahari Bemilang (Rubalang), bakti sosial dilaksanakan di dua tempat yaitu di Kecamatan Sindue dan Kecamatan Sirenja Kabupaten Donggala.

“Waktu bencana terjadi di kota Palu dan sekitarnya kami dari TBM Calsaneus dan ikatan mahasiswa kedokteran lainnya mengadakan penggalangan dana untuk donasi, semua donasi yang didapatkan akan disalurkan di kegiatan ini melalui Calsaneus for Humanity,” jelas Ras Adiba binti Rodzuan selaku anggota TBM Calsaneus.

Adiba menjelaskan tempat ditentukan berdasarkan rekomendasi dari dinas kesehatan Sulteng dan observasi yang sudah dilakukan tim yang ada di kota Palu.

“Kami menentukan tempat berdasarkan observasi dan rekomendasi dari dinas kesehatan Sulteng, kami mendapatkan kalau kecamatan Sindue dan Sirenja mendapatkan banyak kerusakan waktu bencana,” jelas Adiba.

Senada dengan itu Rany Eka Pratiwi selaku ketua umum TBM Axis FK Untad menuturkan kalau kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan merupakan bentuk pengabdian masyarakat.

“Selama di sana kami melakukan kegiatan baik dari bidang kesehatan seperti pemeriksaan kesehatan gratis, sunatan massal, posyandu remaja dan juga social masyarakat seperti sosialisasi tentang kesehatan masyarakat serta pemberian donasi,” ungkap Rany.

Rany sebagai salah satu anggota TBM Axis Untad menjelaskan kalau bentuk kerjasama yang terlaksana mulai dari pencarian pasien, publikasi selama kegiatan dan operator sunatan massal.

“Jadi dalam bentuk kerjasamanya itu terbagi untuk kami dari TBM akan turun langsung dalam pemeriksaan kesehatan, sunatan massal dan kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan, sedangkan yang lainnya membantu dalam hal publikasi dan pencarian massa.” Jelasnya.

Rany berharap agar kedepannya kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan sekali tetapi dapat dilaksanakan kembali dilain waktu, serta kegiatan ini dapat di follow Up ke depannya.

“Mudah-mudahan kedepannya akan ada lagi kegiatan positif lainnya, tak hanya kegiatan ini, serta akan lebih banyak lagi kelompok-kelompok yang tergerak dan ikut terlibat dalam kegiatan positif sejenis, tutup Rany. Adr