Tahun Ketiga, Ekpedisi Nusantara Jaya Sambangi Pulau Togean

Keterangan Foto: Tim ENJ gabungan berfoto bersama Bupati Tojo Una-una dan jajarannya (Foto: Dok. Tim ENJ)

 

Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ) telah memasuki kali ketiga difasilitasi Universitas Tadulako (Untad). Kali ini, ENJ sambangi Kecamatan Togean, Desa Tongkabo, Dusun Panabali-Tojo Una-una. 20 tim yang berangkat dilepas langsung Rektor Untad, Prof Dr Ir Muhammah Basir SE MS, pada Minggu (25/02) di research center.

ENJ tersebut adalah ENJ gabungan, yakni kegiatan pengabdian pada masyarakat yang berada di pulau-pulau dengan kriteria pulau 3T. Kegiatan ini berawal dari tindak lanjut atas berkurangnya kuota dari ENJ kegiatan Kemenkomar, yang membuat pemuda Sulteng berinisiatif untuk membuat kegiatan serupa tapi tetap bekerja sama dengan Kemenkomar.

Bekerja sama dengan Banua Ceria Nusantara, Rintara Jaya menghimpun peserta yang didominasi oleh mahasiswa FISIP, yang memenuhi berbagai persyaratan yang diajukan.

Rektor Untad, Prof Basir dalam sambutannya saat pelepasan keberangkatan Tim ENJ Gabungan, ia mengatakan kebanggaan pada tim, juga mengapresiasi. “Saya selalu bangga pada anak-anakku sekalian, mahasiswa Untad yang terlibat dalam kegiatan ini. Saya juga mengapresiasi kepada ananda sekalian yang melakukan kegiatan pengabdian masyarakat seperti ini,” tutur Rektor.

Iham Alisa, Leader Project Kolaborasi ENJ Gabungan menyampaikan kepada awak Media Tadulako pasca Kegiatan, bahwa ada beberapa program yang dijalankan tim ENJ Gabungan, yang diikuti dengan antusias masayarakat di sana, baik anak-anak, maupun remaja, dan orang-orang dewasa.

“Program kami ada Kelas Inspirasi, Kelas Ceria, Kelas Sehat, Pesisir Kreatif, Magrib Ceria, Minat Bakat, Taman Baca, Pendekatan Masyarakat (lomba-lomba), Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Edukasi Sampah, Festival, dan pembuatan TPA,” ujar Ilham.

Menempuh 19 hari terhitung dengan perjalanan pulang dan pergi, ENJ sebenarnya sudah ada sejak 2015. Namun di Sulawesi Tengah (Sulteng), baru ada tahun 2016.  Pasca kegiatan, tim diminta untuk membuat laporan dalam bentuk dokumentasi selama kegiatan, juga laporan tertulis.

“Laporan kegiatan ini nantinya, kami membuat dokumentasi kegiatan di sana. Selain itu kami  juga membuat laporan tertulis yang disetorkan ke LPM untuk konversi KKN,” imbuh Ilham. ikr