Untad Beri Asuransi Jiwa pada Mahasiswa Korban Bencana 28 September

(Senin, 11/02) – Salah satu wujud kepedulian dan keprihatinan atas meninggalnya Mahasiswa-mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) akibat bencana Gempa, Tsunami dan Likuifaksi, Untad beri asuransi jiwa. Bertempat di gedung Rektorat Lantai 2, Penyerahan dana asuransi dari BUMIDA tersebut di serahkan langsung oleh Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan, Prof Dr Djayani Nurdin kepada ahli waris dari keluarga korban bencana.

Untad bekerja sama dengan Asuransi BUMIDA memberikan dana asuransi jiwa berupa uang tunai sebesar Rp 5.500.000 /ahli waris sebagai bentuk keprihatinan dan bela sungkawa. Penyerahan dana asuransi dilakukan bertahap, Totalnya ada 83 mahasiswa yang terdaftar menerima asuransi jiwa tersebut. Namun, pada tahap pertama ini, Untad menyerahkan sekitar 16 ahli waris dari mahasiswa korban bencana.

Salah satu syarat untuk menerima klaim asuransi ini adalah pihak keluarga harus menyerahkan surat kematian anaknya yang terdaftar sebagai mahasiswa Untad. Namun, masih banyak para ahli waris yang belum menyerahkan persayaratan itu, dikarenakan mereka masih meyakini bahwa anaknya masih hidup dan dalam pencarian. Maka dari itu, pihak asuransi BUMIDA menyerahkan ke pihak Universitas, agar dapat diambil oleh ahli waris sewaktu-waktu, jika sudah memiliki surat kematian tersebut. Hal ini disampaikan oleh Rony, selaku pihak asuransi BUMIDA yang menyerahkan langsung dana asuransi tersebut.

Prof Djayani Nurdin mengungkapkan bahwa Asuransi jiwa ini merupakan Salah satu kebijakan Rektor untuk mahasiswa Untad yang terkena musibah atau bencana seperti saat ini.

“Asuransi ini adalah salah satu kebijakan Rektor kepada mahasiswa Untad. Saat masuk, mahasiswa diberi asuransi. Ini merupakan estimasi dari biaya UKT per semester, jadi bila ada hal-hal yang tak terduga seperti sekarang, maka akan digunakan untuk itu,” ungkapnya.

Salah satu ahli waris, yang anaknya telah menjadi korban dalam bencana tersebut menuturkan bahwa dana asuransi yang diberikan sangat membantu pihak keluarga. Dan beliau juga mengusulkan untuk pihak fakultas, agar dibuat acara doa bersama untuk mahasiswa yang menjadi korban dalam bencana 28 September lalu. Karena korban terbanyak pada saat ini adalah dari fakultas kesehatan masyarakat.

“Dana asuransi ini sangat membantu kami, dan juga kami mempunyai harapan agar pihak fakultas kesehatan masyarakat juga membuat acara doa bersama untuk anak-anak kami yang menjadi korban,” tuturnya yang enggan disebutkan namanya. NB

 

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here