MPM An-Nahl Edukasi Mahasiswa Tentang Valentine Day

Sebagai bentuk penolakan terhadap perayaan Valentine Days, MPM An-Nahl Fapetkan melakukan sosialisasi serta penandatangan petisi penolakan di lingkungan Fakultas. Pengurus MPM An-Nahl juga mengajak mahasiswa lainnya untuk ikut menandatangani petisi yang telah mereka buat.

Zulfiqar Jusman yang juga merupakan ketua MPM An-Nahl mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari tanggungjawab lembaganya untuk terus mengedukasi mahasiswa muslim khususnya pada rambu-rambu aturan Islam. ­

Menurut Zulfiqar, kegiatan ini adalah salah satu cara memahamkan mahasiswa tentang sejarah Valentine yang hari ini dianggap sebagai hari kasih sayang.

“Semoga kegiatan ini dapat menjadi wahana informasi kepada sahabat-sahabat kami mahasiswa muslim tentang hakikat Valentine day, dan semoga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi mereka untuk tidak ikut-ikutan merayakan aktivitas yang bukan bagian dari budaya kita itu,” tutur Zulfiqar.

Senada dengan Ketua MPM An-Nahl, Dekan Fapetkan Prof Burhanuddin Sundu yang ditemui di ruagannya mengatakan kegiatan penolakan ini sejatinya bukan pada kasih sayangnya, tapi hal yang memang tidak sesuai dengan syariat Islam.

“Yang kita tolak seharusnya bukan kasih sayang nya, tapi hal yang sudah melewati batas dalam merayakan karena dianggap melanggar kaidah-kaidah syariat islam.” tutur Dekan Fapetkan itu.

Lebih lanjut, Prof Burhanudin menyampaikan bahwa secara pribadi ia tidak merayakan dan tidak pernah berkeinginan merayakan Valentine.

Agung Sukoco selaku Koordinator Lapangan mengatakan bersyukur atas banyaknya dukungan pada kegiatan yang dilakukan lembaganya itu. Ia bahagia melihat banyaknya mahasiswa Fapetkan yang Pro menolak Valentine dengan membubuhkan tanda tangannya di petis yang telah mereka sediakan.

“pada awalnya cukup mendapat tantangan yakni dari teman-teman yang tidak paham dan yang masih merayakan itu, tapi Alhamdulillah banyak juga yang pro atau mendukung kegiatan ini melihat petisi yang dibuat penuh dengan coretan tanda tangan.” jelas Agung.

Agung berharap kegiatan semacam ini menjedi pelecut semangat bagi dirinya dan teman-temannya untuk terus mengkampanyekan kebiakan dan menolak segala hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai agama. RR