Sanggar seni BIAS 14 gelar Pentas seni bertajuk Waktu

(Sabtu, 26/01) – Sanggar seni Bahana Insprirasi dan Apresiasi Seni (BIAS) angkatan 14 Fakultas Tekhnik, Universitas Tadulako menyelenggarakan kegiatan pentas seni bertajuk “Waktu”. Bertempat di Lapangan Dispora, Jln Soekarno-Hatta, kegiatan happening art tersebut  berlangsung dilangsungkan selama dua hari, mulai pukul 19.00 WITA.

Kegiatan diawali dengan tarian pembuka Mokambu sebagai wujud kepedulian akan kebudayaan daerah. Selain seni tari, kegiatan dimeriahkan dengan penampilan per divisi dari sanggar seni BIAS 14 yakni divisi teater, puisi, musik, lukis dan desain grafis, perfilman dan fotografi. Terdapat pula pemeran instalasi terkait dengan tema “waktu”. Seperti instalasi yang disusun dalam satu stand, menunjukan barang-barang yang tersisa setelah bencana 28 september di Palu, Sigi dan Donggala. Tempat pementasan juga tampak apik dan indah dalam hiasan lampu-lampu warna-warni.

Agil, selaku ketua pelaksana menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan ruang kepada para anggota bengkel seni BIAS 14 untuk menunjukan karya-karya mereka kepada masyarakat khususnya para pecinta seni baik di lingkungan luar maupun di dalam kampus.

”Tujuanya untuk memberikan ruang presentasi yang representatif kepada para anggota, untuk memperlihatkan hasil karya kreativitas kepada masyrakat, khususnya para pecinta seni baik di luar maupun di dalam kampus,” jelasnya.

Bertemakan “waktu”, kegiatan ini dimaksudkan untuk mengingat kembali keadaan maupun perasaan yang dirasakan pada saat peristiwa bencana 28 september silam.

“Belajar dan mengambil hikmah dari musibah yang telah menimpa Pasigala. Maka dari itulah kegiatan ini mencoba mempresentasikan sebuah keadaan maupun perasaan sebelum, sesaat dan sesudah bencana dalam sebuah karya dan tampilan instalasi,” tambahnya.

Kegiatan ini juga sebagai ajang kepedulian terhadap korban bencana Pasigala, yakni tiket apresiasi akan disumbangkan kepada korban bencana tragedy tersebut.

“Harapan kedepanya semoga kegiatan ini akan bermanfaat bagi semua penikmat seni serta masyarakat dan para tamu yang hadir dapat menghilangkan trauma dengan adanya kegiatam kita ini,” ungkap Nidya Febriant, selaku ketua umum bengkel seni BIAS 14.

Selain penampilan seni, kegiatan ini juga dibarengi dengan proses pengukuhan anggota baru bengkel seni BIAS. Tujuanya agara anggota pengurus BIAS 14 bisa menilai kinerja dan loyalitas dari anggota yang mendaftar. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pengukuhan anggota baru bengkel seni BIAS 14.  NB