Sejumlah Mahasiswa UNTAD Distribusi 5000 Susu Sehat Untuk Anak-Anak Soulove dan Karawana

Sabtu (09/02), sejumlah Mahasiswa Universitas Tadulako yang tergabung dalam Komunitas anakUntad, mendistribusi lebih dari 5000 Susu Sehat Frisian Flag untuk anak-anak Sigi, tepatnya di Desa Soulove dan Karawana. Distribusi susu ini dirangkaikan dengan berbagai agenda, seperti Senam Pagi, Kelas Mewarna dan beberapa Edukasi lain untuk anak-anak.

Mahfudz Mahdang selaku Presiden Komunitas anakUntad mengungkapkan, Bantuan Susu yang didistribusi ini merupakan Bantuan dari PT Frisian Flag Indonesia untuk korban Bencana Palu, Sigi dan Donggala. Melalui Yayasan Lambrineu/PA International, bantuan tersebut dipercayakan kepada Komunitas anakUntad yang beranggotakan Mahasiswa dari berbagai Jurusan tersebut.

“Lebih dari 5000 Pcs susu ini adalah bantuan dari Frisian Flag, kemarin dihubungkan kita melalui Yayasan Lambrineu/PA International yang sebelumnya juga sudah membangun komunikasi untuk kerja sama kemitraan di Desa Soulove dan Karawana , mendengar kabar baik ini, saya langsung sampaikan ke Teman-Teman anggota untuk  bisa dibuatkan Tim Khusus untuk pendistribusian,” ungkap Mantan Ketua BEM FKIP tersebut.

Sementara itu, Hanif selaku Koordinator Lapangan menyampaikan, Tim yang bergerak kurang lebih ada 10 orang, seluruhnya Mahasiswa Untad. kegiatan Distribusi ini dilakukan secara bertahap sebanyak tiga kali. Pembagian tahap distribusi ini dilakukan agar Susu yang didistribusi bisa dikonsumsi secara merata.

“Distribusinya kita lakukan secara bertahap, selama tiga minggu kita lakukan selama tiga kali distribusi, ini dilakukan agar Anak-Anak yang diberikan bantuan Susu tidak berlebihan dalam mengonsumsi Susu tersebut, karena akan berdampak juga pada kestabilan kesehatan,” jelas Hanif.

Hanif juga menambahkan, untuk menjaga kestabilan kesehatan Anak-Anak di sana, Tim Komunitas anakUntad melibatkan beberapa Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat, untuk mendampingi pendistribusian Susu dan mengedukasi para Orang Tua tentang aturan minum susu, apalagi yang menjadi sasaran adalah Anak-Anak dibawah Lima Tahun.

“Kita sempat khawatir juga, jangan sampai Susu yang dibagikan dikonsumsi secara berlebihan dalam satu hari. Sehingga kita juga libatkan teman-teman Mahasiswa dari Kesehatan Masyarakat untuk  turut mendampingi, untuk membantu Edukasi ke para orang tua anak, terutama tentang aturan minum susunya,” tambah Mahasiswa Pendidikan Matematika tersebut. mh