Sejumlah Mahasiswa Untad Terlibat dalam Gathring Nasional Turun Tangan

Foto: Foto bersama Panitia, pemateri, dan komunitas-komunitas usai kegiatan Seminar Nasional (Foto: Dok Panitia).

Kamis (21/02) – sejumlah mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) terlibat dalam kepengurusan Turun Tangan Palu, yang diketuai oleh Sairun Kadula, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, jurusan Pendidikan Sejarah.

Event terbesar Turun Tangan Palu adalah menajdi tuan rumah Gathering nasional 2019 dengan berbagai rangkaian kegiatan, salah satunya Seminar Nasional yang menghadirkan tokoh public Sulawesi Tengah, juga ketua Turun Tangan Indonesia, serta beberapa pembicara lainnya.

Bertempat di gedung Pogombo, Seminar Nasional dihadiri delegasi Turun Tangan dari berbagai wilayah, juga dihadiri sejumlah pegiat sosial, perusahaan start up, dan komunitas-komunitas.

Turun tangan adalah sebuah gerakan kerelawanan yang mendorong masyarakat untuk peduli dan terlibat aktif untuk mewujudkan Indonesia yang penuh dengan pemimpin-pemimpin berintegritas. Di provinsi Sulawesi Tengahm gerakan TurunTangan telah bergerak di Palu, Parigi Moutong, Tinombo, dan Toli-toli.

Sairun Kadula yang ditemui di sela-sela kegiatan mengatakan bahwa gerakan TurunTangan di Kota Palu beranggotakan 15 orang pengurus yang masih tercatat sebagai mahasiswa aktif di Untad. Keseluruhan tim gerakan TurunTangan Palu yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan, lingkungan, pendidikan, dan pendidikan politik, tidak terlepas dari campur tangan para mahasiswa bahkan alumni Untad.

“Sejak saya terpilih sebagai Koordinator TurunTangan Palu, kami kurang lebih ada 15 orang. Itu sudah termasuk dengan kepanitiaan Gathering Nasional ini. Tidak hanya itu, alumni Untad juga ikut terlibat, baik mereka tercatat sebagai pengurus atau relawan gerakan TurunTangan Palu, atau sebagai perwakilan Komunitas-komunitas yang sama-sama bergerak di bidang sosial kerelawanan,” ujarnya.

Dilansir dari sulteng raya.com, Direktur Eksekutif Turun Tangan 2019, Angger Sutawijaya, mengatakan, pihaknya sengaja melaksanakan gathering nasional di Kota Palu karena, gerakan kepemudaan di Kota Palu sebelum bencana aktif di kegiatan skala nasional turun tangan.

“Kami merasa perlu juga untuk datang ke Sulawesi Tengah dan teman-teman relawan bisa belajar dari apa yang teman-teman relawan Kota Palu gerakan di sini (Palu),” tutur Angger Sutawijaya. ikr

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here