FISIP Bentuk UKM Bank Sampah

Dalam Upaya mewujudkan kampus bersih dan nyaman, serta mahasiswa kreatif, FISIP akan membentuk Unit kegiatan Mahasiswa (UKM) Bank Sampah.

Guna mempermudah dan memberikan pengetahuan kepada mahasiswanya, bertempat di aula FISIP (28/01) Program Studi Administasi Publik mhadirkan para praktisi kewirausahaan dalam kuliah umum yang bertemakan “Berani Beda Jadi Pengusaha Muda”.

Dalam kuliah tersebut dihadirkan 3 pemateri yaitu owner Panrita Food Indonesia, Muhammad Ahsan Sanad SIP MSi, pengusaha daur ulang limbah plastik, M Kafrawi Al-Kafiah MSi dan Vice presiden PT. Pegadaian Syari’ah Palu Plasa yang sekaligus owner butik Fresh Kerudung, owner Griya Qur’an Bunga Surga dan owner Cafe Mas Hanif, H. Anwar Hidayat SE MM.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Dr Intam Kurnia MSi, menyampaikan bahwa latar belakang pembentukan UKM itu adalah berawal dari keluhan dosen pengampu Mata Kuliah (MK) tentang tidak adanya praktikum bagi MK tersebut.

Selain itu, kondisi kampus dengan banyaknya sampah juga menjadi salah satu alasan pembentukan UKM tersebut.

“Maka dengan adanya UKM ini pengelolaan sampah, bank sampah dapat menjadi solusinya. Bahkan nanti sampah ini akan menjadi emas dan sampah tidak akan bertebaran di Fakultas dan bahkan di Universitas, karena masing-masing mahasiswa akan berebut sampah,” ujarnya.

Ia melanjutkan, FISIP patut berbangga yang juga merupakan pendaur ulang dari sampah, sehingga akan memudahkan dalam proses penyaluran sampah dari bank sampah tersebut.

“Nanti sampah yang ada, kita akan kumpul ke receclyn, lalu sampah yang sudah diolah akan diterima oleh pegadaian sayari’ah. Sehingga, ada profit disana,” lanjutnya.

Dalam pelaksanaanya, UKM bank sampah tersebut akan bekerjasama dengan pegadaian syari’ah Palu Plasa.

Bank sampah atau pun usaha lainnya merupakan upaya untuk mencapai kesuksesan. Dalam materi yang dibawakannya, Muhammad Ahsan menyampaikan, orang yang sukses adalah orang yang bermimpi lalu menggerakkan kakinya, berkompetisi dan menggapai impiannya.

Ia pun menyampaikan, saat keluar dari kampus, para sarjana akan dihadapkan dengan 3 pilihan, yaitu mengantri mencari pekerjaan, pengusaha dan entrepreneurship.

“Sebagai generasi milenial, harusnya alumni saat ini mampu menjadi entrepreneur yang membangun generasi, bukan cuma bisnis,” tandasnya.

Senada dengannya, Kafrawi juga mengatakan bahwa untuk memulai sebuah bisnis, niatkanlah agar bisnis tersebut dapat bermanfaat untuk orang lain.

Terdapat banyak kesempatan yang untuk mencapai kesuksesan, namun hanya sedikit orang yang mau bergerak. Ia menyampaikan hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya mental miskin dan jebakan filter bubble.

“Kegagalan seseorang dalam memulai usaha karena mereka bermental miskin, yaitu selalu mencari alasan dan hanya mampu menjadi penikmat informasi, tanpa berpikir untuk menemukan peluang dari info tersebut,” jelasnya.

Ia menambahkan dengan keberadaan bank sampah, bukan hanya nilai jual sampah yang akan naik, tapi mahasiswa juga dapat meningkatkan kreativitasnya dalam mengolah sampah. Vv

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here