Lomba Riset Sawit Nasional MAHASISWA UNTAD LANJUT TAHAP MONITORING DAN EVALUASI

Keterangan Foto: kiri ke kanan – Muh Ricky Arisandi Bersama Tim, Sulfitri dan Wahyu (Foto: dok. Pribadi)

Usai melakukan technical meeting Lomba Riset Sawit di Bogor pada Agustus tahun lalu, mahasiswa Untad, Muh Ricky Arisandi bersama tim, Sulfitri dan Wahyu kembali hadir pada monitoring dan evaluasi perkembangan riset sawit di Yogyakarta, pada selasa s.d sabtu (19-22/02). Lomba yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola dan Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) itu, dimaksudkan untuk mengetahui perkembangan hasil riset menuju babak grandfinal.   

Saat diwawancara pada Selasa (05/03), selaku ketua tim, Muh Ricky Arisandi mengatakan bahwa seluruh tim harus mengikuti monitoring dan evaluasi perkembangan riset sawit itu. Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk melihat presentasi kemajuan riset yang dilakukan oleh setiap tim. Sekitar 50 persen kemajuan riset yang dilaporkan Muh Ricky Arisandi bersama tim disaat presentasi.

“Monitoring dan evaluasi ini tujuannya untuk menyampaikan pertanggungjawaban hasil penelitian yang dilakukan masing-masing tim. Alhamdulillah, perkembangan pengerjaan riset tim kami itu sudah sekitar 50 persen. Kami tetap berusaha yang terbaik untuk menuju grandfinal nanti,” kata pria yang akrab disapa Ricky itu.

Lebih lanjut, mahasiswa asal jurusan kimia itu menuturkan bahwa monitoring dan evaluasi itu merupakan rangkaian dari perlombaan yang diselenggarakan oleh BPDPKS. Setelah monitoring dan evaluasi, akan dilakukan seleksi pada babak grandfinal untuk memilih 10 besar dan seleksi babak final untuk memilih 3 pemenang.

“Monitoring dan evaluasi ini lanjutan dari kegiatan kemarin saat di Bogor. Lomba ini diselenggarakan oleh BPDPKS. Saat di Bogor itu technical meeting, yang ini monitoring dan evaluasi. Nanti ada lagi babak grandfinal, memilih 10 besar dan babak final untuk memilih 3 pemenang,” tutur Ricky.

Sementara, salah satu anggota tim, Sulfitri menyampaikan kesan ketika mengikuti monitoring dan evaluasi. Sulfitri berharap mahasiswa UNTAD dapat mengikuti perlombaan itu pada tahun yang akan datang.

“Saya merasa senang mengikuti perlombaan ini. Pertama technical meeting di Bogor, lalu ini monitoring dan evaluasi di Yogyakarta, waktu yang akan datang nanti grandfinal. Banyak pengalaman yang kita dapatkan, ilmu tentang penelitian atau riset-riset juga bisa berkembang melalui kegiatan-kegiatan seperti ini. Saya berharap ke depannya mahasiswa-mahasiswa UNTAD lebih banyak yang mengikuti,” terang Sulfitri. Md

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here