Melanjutkan Pengabdian

Purna sudah tugas Prof Mohammad Basir memimpin Universitas Tadulako. Atas segala totalitas pengabdian beliau selama menjabat kita ucapkan banyak terima kasih. Tak bisa dipugkiri, Prof Basir telah membawa kampus kebanggaan masyarakat Sulawesi Tengah ini terbang, nama kampus ini harum dikenal banyak orang. Prestasi demi prestasi pernah mampir di Tadulako, Untad pernah menduduki peringkat ke-35 Perguruan Tinggi Negeri terbaik versi Kemenristek Dikti, dan 20 besar kampus terbaik Versi Webometrics. Belum lagi prestasi individu yang diraih oleh mahasiswa dan dosen turut ikut memberi sumbangsih baik bagi Tadulako.

Sentuhan tangan dingin Prof Basir berhasil membangkitkan gairah kolektif masyarakat Tadulako untuk sama-sama berbuat. Gagasan dan inspirasi beliau yang kerap disampaikan lewat forum-forum resmi menyentak banyak orang untuk sama-sama bangga mengenakan almamater biru. Tak berlebihan kiranya bila ada yang tak sengaja berseloroh, bila diibaratkan pelatih bola Prof Basir ibarat Alex Ferguson-nya MU, atau Guirdola-nya Barcelona dan City.

Rabu, 6 Maret yang lalu Untad resmi memiliki rektor baru. Pemimpin yang akan melanjutkan kerja-kerja rektor sebelumnya. Kerja membenahi Untad bukanlah kerja rektor seorang diri. Ia adalah kerja kolektif bersama masyarakat kampus. Rektor adalah dirigen yang akan memandu arah kerja semua yang berada di bawahnya. Cara mengayun palu, melantunkan irama model Prof Basir dan Prof Mahfudz tentu berbeda, maka sebelum jauh melangkah, kita perlu memahami dan beradaptasi dengan model kepemimpinan Prof mahfudz ke depan nanti.

Di depan, rektor baru sudah dihadapkan pada sejumlah pekerjaan rumah yang mesti segera di atasi. Pasca bencana Untad harus membangun kembali, sejumlah infrastruktur perkuliahan mesti siap kembali untuk digunakan sebelum tahun ajaran baru tiba. Di ujung tahun ini, Untad akan merumuskan kembali visi besarnya sebagai kampus terbesar di Sulawesi Tengah.

Selanjutnya kita ucapkan selamat mengabdi kepada Prof mahfudz, MP., selaku rektor yang baru sembari megucapkan terima kasih kepada Prof Mohammad Basir atas pengabdiannya delapan tahun terakhir di Universitas Tadulako. Siapa pun pemimpinnya, semangat mengabdi mesti tetaplah sama dalam irama satu nafas, satu keluarga, satu Untad. Ke depan kita akan benar mewujudkan Untad sebagai pintu gerbang inspirasi bagi Indonesia juga dunia.

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here