Prof Mahfudz Terpilih Jadi Nakhoda UNTAD Periode 2019-2023

Keterangan Foto: Prof. Dr. Ir. H. Mahfudz, MP saat menggunakan hak suaranya dalam pemilihan Rektor Untad periode 2019-2023 (Foto: Dok. Humas)

Setelah melewati seluruh proses mulai dari penjaringan pada 25 Januari, hingga 3 kandidat calon Rektor Untad periode 2019-2023, Prof Dr Ir H Mahfudz MP terpilih sebagai Rektor Universitas Tadulako (UNTAD) Periode 2019-2023, pada Senin (04/03) di gedung IT Center, Untad.

Setelah menunggu lebih dari sebulan, pada ajang pemilihan Rektor  (pilrek) Untad secara tertutup oleh Senat Untad, Prof Mahfudz unggul dengan 79 suara. Sementara itu, Prof Dr H Djayani Nurdin MSi memperoleh 14 suara, dan Dr Muh Nur Ali MSi, memperoleh 1 suara.

Dalam Pilrek tersebut, terdiri dari 35 persen suara Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), dan 65 persen suara senat Untad. Total anggota senat berjumlah 61 orang yang hadir dalam Rapat Senat Pemilihan Rektor.

Perwakilan Menristekdikti, Dr Ir Agus Indarjo MPh, sekretaris Kelembagaan, selain menghadiri pilrek Untad, juga turut memberikan suaranya .  Sementara itu, Prof Mahfudz, saat ditemui pada konferensi Pers usai Pilrek, menyampaikan kesyukurannya atas kemengangan yang diraihnya. Ke depannya, Prof Mahfudz mengatakan bahwa pelantikan akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

“Insya Allah kita bersama-sama membesarkan Perguruan Tinggi tercinta ini dengan semangat Satu Untad, Satu Napas, dan Satu Keluarga. Ketika dipercaya dan terpilih, saya pikir segala perkotak-kotakan yang pernah ada karena berbeda pilihan, sudah lebur untuk tetap satu Untad, satu nafas, dan satu keluarga. Dan pelantikan Rektor, dalam waktu dekat akan dilaksanakan di Jakarta pada besok, atau lusa. Atau pastinya dalam minggu ini,” ujar Prof Mahfudz yang saat ini sedang menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan.

Masih menurut Prof Mahfudz, bahwa kemenangan yang diraihnya adalah kemenangan bersama, yakni kemenangan seluruh civitas akademika Untad. Karenanya ia berharap seluruh elemen bekerja sama untuk membangun Untad, melakukan pencapaian-pencapaian, juga meneruskan perjuangan Rektor Untad sebelumnya, Pak Prof Basir Cyio.

Dalam kesempatan yang sama, Prof Mahfudz akan merevisi visi Untad agar lebih futuristik, karena menurutnya, visi Untad sudah tidak sejalan lagi dengan kondisi sekarang.

“Yang pertama, kita akan merevisi visi kita. Karena kita lihat saat ini, visi kita sudah tidak sesuai lagi. Sehingga dalam visi tersebut kita dapat merancang berbagai target kita baik nasional hingga Internasional,” tuturnya.

Ditambahkannya, bahwa ia akan mengenjotkan publikasi-publikasi yang saat ini dikelola oleh Center for International Article Publication (Cef-InAP), sehingga dapat meningkatkan kualitas publikasi jurnal International. Selain itu, di era kepemimpinannya kelak, Prof Mahfudz akan berusaha mencapai akreditasi A pada Program Studi di tiap Fakultas.

“kita saat ini sudah memiliki satu unit yang mengelola publikasi jurnal, yaitu Cef-InAP, yang telah ada pada masa kepemimpinan Prof Basir. Karena itu saya yakin, melalui Cef-InAP, yang mengelola penelitian-penelitian Dosen, Untad mampu memenuhi target publikasi,” imbuhnya. ikr