Pusbang DePSA Gelar Pelatihan Deradikalisasi dan Penguatan Sosio Akademik bagi Angkatan V Tahun 2019

Keterangan Foto: Pembukaan Pelatihan Deradikalisasi dan Penguaan Sosio Akademik, dibuka oleh Prof. Dr. I.r H. Muhamammad Basir, SE., MS (foto: Akhmad Usmar/Humas)

Pusbang DePSA yang dibentuk berdasarkan peraturan Rektor Untad Nomor 3537/UN28/KP/2017 di tahun 2017 demi mewujudkan kehidupan kampus yang bebas dari perkembangan pengaruh ideologi radikal ini kembali menggelar Pelatihan Deradikalisasi dan Penguatan Sosio Akademik tahun 2019. Pelatihan yang memakan waktu tiga hari yang ini difokuskan kepada tiap-tiap pimpinan lembaga kemahasiswaan untuk tidak terpapar paham radikal yang beredar khususnya di lingkungan Perguruan Tinggi, pada Jumat-Minggu (01-03/03) di Media Center.

Rahmat Bakri SH MH, Ketua Umum DePSA, mengatakan bahwa tujuan pelatihan kali ini lebih dititikberatkan mengenai pemahaman kepada mahasiswa tentang potensi berkembangnya paham radikal di lingkungan Perguruan Tinggi, serta cara agar tidak terpengaruh mengenai paham tersebut.

“Secara umum tujuan yang diberikan selalu sama tiap tahunnya, materi yang dibawakan pun juga sudah didesain sejak awal pembentukan DePSA di tahun 2017 kemarin. Tujuannya tidak lain adalah untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang potensi berkembangnya paham radikal,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rahmat menuturkan bahwa tujuan lain yang ingin dicapai yaitu agar tiap-tiap pimpinan Lembaga Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) bisa menyeimbangkan antara aktivitas berorganisasi dan akademik. “Tujuan lain yang ingin dicapai dengan pelatihan DePSA kali ini adalah agar tokoh-tokoh mahasiswa kita selain mengembangkan potensi dirinya melalui pengalaman berorganisasi, hendaknya juga tidak melalaikan dirinya dari kewajiban akademik, baik yang terkait dengan kemampuan dirinya sebagai calon sarjana pada bidang ilmu tertentu maupun tuntutan untuk bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu,” lanjutnya.

Terkait dengan potensi resiko di daerah yang rawan bencana khususnya di Kota Palu, Pusbang DePSA sedikit memberikan pemahaman mengenai risiko kebencanaan melalui materi manajemen resiko. “Walaupun materi yang diberikan selalu sama, namun tidak berarti bahwa disetiap pelatihan tidak memungkinkan aksentuasi tersendiri sesuai dengan kondisi yang ada. Seperti untuk angkatan kelima ini, kami juga meningatkan tentang pentingnya manajemen resiko kebencanaan, sebab kita tinggal di sebuah wilayah yang memang rentan dengan bencana alam,” ucap Rahmat.

Rahmat berharap agar peserta DePSA yang dipilih oleh masing-masing Fakultas ini bisa mengimplementasikan apa yang sudah dia dapatkan di pelatihan tersebut, terutama menghindari hal-hal yang bertentangan dengan segala aturan yang ditetapkan. “Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta lebih mawas diri dan berusaha memproteksi dirinya agar tidak terpapar paham radikal. Paham radikal yang dimaksud yakni radikal dalam artian negatif,” harapnya.

Kartina, salah satu peserta DePSA angkatan V, mengaku sangat banyak pengalaman yang telah dibagikan kepada para peserta DePSA, seperti dalam materi Radikalisme yang menshare pengalaman pemateri saat di lapangan. “Sangat banyak pengalaman yang saya dapatkan saat mengikuti pelatihan tersebut, salah satunya pada saat materi radikalisme, kami disuguhkan pemateri yang luar biasa, pematerinya menshare pengalamannya saat menjadi tim negosiasi. Apalagi saat dia menceritakan bagaimana salah satu tahanan Lapas yang lari, dan kemudian nomornya yang pertama kali dihubungi. Selain itu banyak juga pemateri-pemateri yang luar biasa dihadirkan saat pelatihan,” tuturnya. AFT

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here