Rektor yang Terpilih

Atas dasar keyakinan bahwa tiada yang tercipta dengan sia-sia dan atas kuasa Sang Pemilik Alam Semesta, rasa syukur yang teramat besar bahwa masa Jabatan Rektor Universitas Tadulako sejak periode pertama yaitu tahun 2011-2015 dan pada periode ke-2 yaitu tahun 2015-2019 telah berakhir. Selama kurun waktu 2 periode atau kurang lebih 8 tahun masa jabatan, berbagai upaya dan strategi pencapaian untuk mewujudkan visi Universitas Tadulako yaitu Unggul Dalam Pengabdian Kepada Masyarakat Melalui Pengembangan Pendidikan dan Penelitian terus dioptimalkan. Walaupun hasilnya masih terdapat banyak keterbatasan, namun indikator capaian atas kinerja dan pembangunan terus ditingkatkan.

Mewujudkan visi dalam karya nyata untuk membangun Untad yang lebih baik, lebih maju dan mandiri tentu tidaklah semudah membalikan telapak tangan dan tidaklah sekadar pemanis retoris belaka. Sejak periode pertama 2011-2015, begitu banyak indikator capaian kemajuan yang telah diwujudkan. Pembangunan Media Center, Pengembangan Pusat Bahasa, Pendirian Fakultas baru, peningkatan nilai akreditasi dari C ke B, peningkatan status Perguruan Tinggi menjadi Badan Layanan Umum dan mewujudkan kampus dengan membangun suasana akademik yang kondusif adalah indikator capaian yang patut untuk diapresiasi.

Terpilih kembali dengan mayoritas dukungan pada periode ke-2 yaitu sejak tahun 2015-2019, obsesi untuk terus mengembangkan Untad yang lebih maju dan mandiri dengan skala prioritas program telah tercapai. Penataan taman kampus yang bersih, pengembangan perpustakaan yang layak, pembangunan auditorium dan rektorat juga rekareditasi Perguruan Tinggi dengan nilai yang terus meningkat adalah bagian dari indikator capaian yang telah terwujud.

Tentu tidak hanya pada bangunan fisik, pengembangan Sumber Daya Manusia, baik itu melalui dukungan pada prestasi mahasiswa, pengembangan layanan oleh tenaga pendidik hingga kualitas pengembangan tri darma bagi para dosen terus ditingkatkan. Kualitas publikasi International terus meningkat seiring dengan tuntutan kualitas penelitian dan prasyarat untuk menjadi profesor. Kerjasama dengan berbagai pihak, baik dalam maupun luar negeri juga terus meningkat.

Dipenghujung masa purna, senin pagi itu, hingga jelang siang, 4 Maret 2019, Rektor baru telah terpilih. Apakah itu pilihan “saya”, pilihan “anda”, “kita” atau “kami” sudah tidak penting lagi. Jabatan tangan yang begitu hangat, seolah menyiratkan bahwa kini Rektor yang terpilih, sudah bukan pilihanku atau pilihanmu namun sudah menjadi pilihan kita. Kita telah memilih Rektor yang satu, Rektor yang sama dan Rektor yang akan memimpin Untad ke depan.

Sungguh kuasa manusia tidak akan mampu melawan garis tangan. Andai kita percaya pada garis takdir, maka usaha kita tidaklah menjadi ukuran mutlak kemenangan. Andai garis tangan kita, tidak terukir catatan sebagai Rektor, maka mari tidak usah seolah menyalahkan takdir, mencari alasan dan pembenaran. Cukup membuka hati, menebar senyum dan meyakini bahwa Tuhan sudah punya ketetapan untuk kita, seperti halnya dedaunan yang jatuh atas ijin-Nya, semua akan indah pada waktunya, walau mungkin, kita bukanlah Rektor yang terpilih.

Benar katanya, kata Sang Rektor yang telah memasuki masa purna. “Setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya”. Putaran waktu akan membuktikan siapa kita hari ini, siapa kita di hari esok. “The Future Depends On What We Do In The Present”, ungkap sang legend, Mahatma Gandhi.

Di penghujung siang yang perlahan menuju sore, rabu 6 maret 2019, serah terima jabatan juga pelantikan, Rektor periode sebelumnya dengan bahagia dan senyum tulus, telah menyerahkan estafet kepemimpinan pada sang pelanjut, Rektor kita yang baru, sederhana dalam kesehajaan. Rasa haru, senyum juga salam bahkan tidak sedikit mata yang perlahan berkaca, pecah oleh air mata, seolah menyiratkan bahasa rasa yangg sulit terlukiskan dalam kata. Erat pelukan itu, hangat dengan rasa persaudaraan yang tak ternilai oleh batas kekuasaan. Setiap orang silih berganti untuk sekadar mengabadikan gambar, seolah memang ingin rasanya itu abadi, walau tentu keabadian itu hanya milik-Nya.

Selamat untuk Rektor Terpilih, Prof. Dr. Ir. H. Mahfudz, MP. Doa tulus kami menyertai. Dukungan kami pun juga mengiringi langkah Bapak sebagai Rektor bagi kami dan bagi kita semua. Di era kepeminpinan Bapak sebagai Rektor yang baru, kita tetap utuh sebagai Satu Untad, Satu Nafas dan Satu Keluarga.

Teristimewa Bapak Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Basir Cyio, SE., MP, Rektor inspiratif bagi saya, kami dan kita. Terima kasih atas begitu banyak obsesi yang telah terwujud untuk Untad yang lebih maju. Sulit menyebutnya dalam angka. Walau tentu tidaklah sempurna karena gading pun juga retak. Selamat memasuki purna bhakti. Memetik hasil dari apa yang telah ditanam.